Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Misteri penunggang kuda siluman pada kerusuhan Mesir - Penjelasan

Ketika rakyat Mesir berbondong-bondong melakukan demonstrasi untuk menuntut Presiden Mubarak mundur, sebuah bayangan yang terlihat seperti penunggang kuda terlihat berada di tengah-tengah kerumunan massa pada tanggal 4 Februari 2011. Mungkin kalian sudah pernah mendengar berita ini sebelumnya. Rekaman itu terlihat pada siaran berita Euronews, Al Jazeera dan MSNBC. Jadi, jelas rekaman itu bukan sebuah hoax. Tetapi rekaman itu juga tidak menunjukkan seorang penunggang kuda siluman, melainkan hanya sebuah refleksi pada kaca. Ini penjelasannya.

Ini rekamannya. Lihat pada menit 1:19.


(youtube link)

Pertama kali melihatnya, saya melihat ada kecocokan pola dengan sebuah refleksi cahaya pada kaca atau lensa kamera. Tetapi saya akui kalau rekaman ini menunjukkan refleksi paling menakjubkan yang pernah saya lihat.

Tentu saja, tidak semua orang serta merta menerima teori penunggang kuda siluman. Para pengunjung di dunia maya memberikan banyak respon yang berbeda.

Ada yang mengatakan kalau citra itu benar-benar menampakkan sosok yang sesungguhnya. Tetapi bukan penunggang kuda, melainkan penunggang unta. Berdasarkan foto-foto kerusuhan yang didapatkan, para pendukung presiden Mubarak memang menggunakan unta untuk ikut berdemonstrasi.

Tetapi teori ini tidak bisa menjelaskan mengapa citra penunggang unta tersebut terlihat berwarna hijau terang, berbeda dengan warna demonstran lainnya. Jadi, penjelasan ini tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan.

Lalu ada yang beranggapan kalau sang kameraman sebenarnya mengambil rekaman itu dari balik jendela kamar. Di belakang kameraman tersebut, sebuah televisi sedang menayangkan berita mengenai kerusuhan sebelumnya yang menampilkan para penunggang unta tersebut. Layar televisi tersebut kemudian terefleksi pada jendela kaca yang kemudian ikut terekam dalam video tersebut.

Penjelasan ini sangat masuk akal. Namun, kita tidak memiliki buktinya dan saya yakin akan sangat sulit untuk membuktikannya.

Dari sekian banyak tanggapan yang berbeda, mayoritas mereka yang menyaksikan rekaman ini memang percaya kalau citra tersebut adalah refleksi kobaran api pada lensa. Argumen ini didasarkan pada gerakan penunggang kuda yang mengikuti gerakan kamera. Namun, mereka yang berpendapat seperti ini juga cukup heran dan tidak bisa menunjukkan bagaimana api tersebut bisa menghasilkan citra yang luar biasa itu.

Namun, ada satu orang yang bisa memberikan penjelasan dengan sangat memuaskan.

Saya menemukan penjelasan itu di sebuah rekaman video di youtube yang diupload oleh seseorang dengan username punjedi yang sayangnya pada saat tulisan ini dibuat baru disaksikan oleh 2.398 orang. Saya rasa hanya punjedi yang berhasil menjelaskan fenomena ini dengan sangat baik.

Menurut punjedi, rekaman itu bisa jadi diambil dari balik kaca jendela. Bayangan kobaran api yang ada di lokasi demonstrasi telah terefleksi pada kaca jendela. Lensa kamera kemudian membalik refleksi tersebut dan mengubahnya menjadi citra penunggang kuda. Sedangkan warna refleksi yang hijau bisa diakibatkan oleh sumber cahaya lain yang ada di dekat situ.

Sebuah pareidolia yang sangat baik.


Untuk memahami mengapa refleksi bayangan tersebut terbalik dan berubah warna, saya menyertakan sebuah contoh dari rekaman yang lain.

Rekaman di bawah ini diambil dari sebuah arena balap mobil. ketika sebuah mobil mengeluarkan semburan api yang terang, dua refleksi muncul di lensa kamera. Refleksi itu terlihat berwarna merah (berbeda dengan warna api) dan berada pada posisi terbalik (flipped).

Ini screen shotnya.

Dan ini rekamannya:


(youtube link)

Nah, untuk mengerti bagaimana kobaran api bisa menciptakan refleksi tersebut, punjedi menyandingkan rekaman kobaran api dengan rekaman penunggang kuda siluman.

Kemudian ia membalik (flipped) potongan rekaman penunggang kuda siluman tersebut dan memutarnya 180 derajat ke bawah.

Ketika melihat dua citra itu disandingkan, maka akan sangat jelas terlihat kalau kobaran api itu memang bertanggung jawab atas citra penunggang kuda tersebut.

Perhatikan gerakan penunggang kuda dan kobaran api tersebut, keduanya bergerak dengan selaras.

Ini rekamannya:


(youtube link)

Refleksi semacam ini memang biasa terjadi pada sebuah foto atau rekaman yang memiliki sumber cahaya terang dan dalam banyak kasus telah sering disalahartikan sebagai penampakan UFO atau hantu. Contohnya adalah dalam kasus UFO jembatan Suramadu yang sempat menghebohkan pada Juni 2010. Kalian bisa membaca mengenainya disini.

Kembali ke penunggang kuda siluman Mesir, menurut saya, video yang dibuat oleh punjedi telah menjelaskannya dengan baik. Bukankah begitu?


Komentar Pilihan


thepatriot said...

Auch...ada topik menarik, maap baru nimbrung bro E...
Bbuat kawan-kawan yang penasaran kenapa 'pantulan' itu berwarna hijau? teori saya cuma 1... itu adalah hasil refleksi dari COATING lensa kamera.
Coating ini dibuat oleh produsen optik yang gunanya untuk meredam cahaya berlebihan atau cahaya-cahaya yg bisa merusak mata pengguna.

Bendanya sendiri mirip stiker super tipis yg ditempelkan pada sebuah lensa optik, bisa 1 lapis, bahkan bisa sampai 12 lapis (bikinan optik Hoya jepang salah satunya).
Warna dan kualitas coating bermacam-macam...ada yg hijau, ungu, kuning, biru, dll. Kawan-kawan yang pada pake kacamata pasti memahami hal ini :)

Coating ini biasa diaplikasikan pada kacamata, lensa kamera, teleskop, mikroskop, dll
. Jadi pada video di atas, menurut saya cahaya yg dihasilkan kobaran api itu akan merefleksikan coating warna hijau, entah kenapa hanya hijau yg tampak 'nyata' (bukan ungu, biru, kuning, dll). Bro-bro yg ahli fisika pasti lebih mengerti hal ini :)

Kalau masih bingung penjelasan saya, silakan saja googling dgn keyword : coating lens, optical flare, optical ghosting
. Yang jelas nggak ada yg mistis hal-hal di atas, hehe :D

Just my 2 cents bro E

salam,

Ragil SP


March 13, 2011 9:02 PM

Random Event Generator - Bisakah sebuah mesin memprediksikan peristiwa masa depan?

Apakah kita bisa mempengaruhi sebuah mesin dengan kekuatan pikiran kita? Sejumlah ilmuwan dari berbagai negara percaya kalau jawabannya adalah ya. Hasil dari keyakinan ini adalah sebuah mesin yang bernama Random Event Generator yang bahkan mampu melakukan sesuatu yang tidak diduga sebelumnya, yaitu meramalkan terjadinya sebuah peristiwa besar seperti serangan 11 September.


Awalnya, Random Event Generator atau REG dikembangkan bukan untuk meramal. Kemampuan itu ditemukan tanpa sengaja ketika para peneliti mencoba untuk melihat efek pikiran populasi dunia terhadap mesin tersebut.

Walaupun terdengar seperti sebuah pandangan mistik, ide untuk melakukan eksperimen ini datang langsung dari seorang peneliti Princeton University bernama Dr.Roger Nelson. Dr.Nelson sendiri adalah seorang ahli psikologi eksperimental di universitas ternama itu.

Pada pertengahan tahun 1990an, ia memulai eksperimen ini dengan hipotesis kalau proses berpikir setiap orang di planet ini akan membentuk sebuah "kesadaran global" yang dapat berinteraksi dengan sebuah perangkat keras sehingga bisa mempengaruhi output perangkat tersebut. Sebagian orang menyebut "kesadaran global" ini dengan julukan "pikiran Tuhan".

Dr.Nelson mendapatkan inspirasinya dari penelitian Prof. Robert Jahn (Juga dari Princeton University) yang pada tahun 70an telah melakukan penelitian untuk mengetahui apakah pikiran manusia bisa mempengaruhi sebuah mesin.

Bedanya, Dr.Jahn melakukan eksperimen ini dalam skala mikro. Ia meminta beberapa sukarelawan untuk memproyeksikan pikiran mereka ke sebuah mesin yang secara terus menerus mengeluarkan output berupa angka nol dan satu. Hasilnya cukup mengejutkan. Output yang dihasilkan oleh mesin mengalami anomali sehingga Prof.Jahn menyimpulkan kalau pikiran manusia memang bisa mempengaruhi sebuah sistem fisik seperti mesin.

Dr.Nelson yang terinspirasi kemudian mencoba untuk menerapkan eksperimen ini dalam skala yang lebih besar. Lalu ia membuat sebuah mesin atau "kotak hitam" yang juga menghasilkan output berupa angka nol dan satu secara acak. Mesin ini dipasang di berbagai negara dan terhubung dengan sebuah server di Laboratoriumnya di Princeton.


Jika mesin itu tidak mendapatkan pengaruh dari luar, maka output yang dihasilkan tidak akan berubah, dengan kata lain tetap acak. Walaupun acak, hukum probabilitas akan menyebabkan mesin itu mengeluarkan angka nol dan satu yang hampir sama banyak sehingga grafik yang dihasilkan hanya berupa garis lurus.

Namun, ketika kesadaran global muncul, mungkin akibat terjadinya sebuah peristiwa besar, output yang dihasilkan tidak akan acak lagi. Misalnya, angka satu mungkin akan lebih sering muncul sehingga menghasilkan sebuah lonjakan tajam di dalam grafik (spike).

Jadi, Dr.Nelson hanya perlu memperhatikan lonjakan tersebut dan melihat korelasinya dengan peristiwa nyata yang sedang terjadi di dunia.

Perlu diingat kalau mesin ini tidak memiliki sensor untuk menangkap sinyal ataupun gelombang apapun dan benar-benar dibuat hanya untuk melihat apakah pikiran manusia yang abstrak mampu mempengaruhi sebuah benda fisik.

Awalnya, Dr.Nelson hanya memiliki 40 mesin REG di seluruh dunia yang terhubung dengan server di Princeton. Mesin-mesin ini terus menghasilkan jutaan output secara konstan, kebanyakan hanya terlihat seperti garis lurus.

Lalu, pada tanggal 6 September 1997, sesuatu terjadi!

Output mesin REG-nya menghasilkan sebuah spike. Kebetulan, pada hari itu, sekitar satu milyar penduduk dunia sedang menyaksikan secara langsung pemakaman putri Diana lewat televisi. Jadi, diasumsikan kalau sebuah perubahan dalam emosi global telah tercipta dan mempengaruhi output mesin REG.

Dr.Nelson takjub!

Apa yang disaksikannya mungkin telah meneguhkan hipotesisnya.

Melihat hasil yang luar biasa ini, ia memutuskan untuk meminta bantuan dari rekan-rekan penelitinya. Karena itu, pada tahun 1998, ia mengumpulkan sekitar 100 ilmuwan dari seluruh dunia dan memulai sebuah eksperimen yang disebutnya Global Conciousness Project (GCP, yang kadang juga disebut sebagai EGG Project).

Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Institute of Noetic Sciences, sebuah organisasi yang pernah disinggung Dan Brown dalam Novelnya, The Lost Symbol.

Mengenai tujuan dari eksperimen ini, Roger Nelson menyatakan kalau eksperimen ini dapat memberikan "Sebuah pemahaman yang sangat penting mengenai perilaku manusia dalam skala yang lebih besar yang berpotensi untuk membantu kita membentuk masa depan yang lebih baik dan kredibel."

Setelah Global Conciousness Project dibentuk, paling tidak terdapat 65 tempat di seluruh dunia yang menampung mesin REG yang hasilnya terus ditransmisikan ke Princeton.

Selama esperimen berlangsung, para peneliti terkagum-kagum ketika menemukan mesin REG tersebut berhasil "merasakan" peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di seluruh dunia.

Ketika malam tahun baru tiba, mesin itu akan menghasilkan spike, menunjukkan kalau ia merasakan sukacita yang terjadi di seluruh dunia.

Ketika pasukan NATO menyerang Yugoslavia dengan serangan bom, spike kembali muncul.

Begitu juga ketika kapal selam Kursk milik Rusia tenggelam, ketika terjadi sengketa hasil pemilu Amerika Serikat tahun 2000 dan ketika Barack Obama terpilih menjadi presiden.

Tentu saja, ketika Roger Nelson pertama kali meneliti fenomena ini, ia hanya berasumsi kalau output mesin itu akan berubah ketika sebuah kesadaran global terbentuk akibat peristiwa yang telah terjadi.

Namun, pada tanggal 11 September 2001, ia menemukan sebuah misteri yang cukup mengejutkan.

Mesin itu ternyata bisa "merasakan" sebuah peristiwa besar beberapa jam sebelum terjadi!

Dengan kata lain, mesin itu meramalkan terjadinya peristiwa tersebut.

Seperti yang kita ketahui bersama, pada tanggal 11 September 2001, menara kembar WTC dan Pentagon di Amerika Serikat diserang dan korban tewas diperkirakan mencapai 3.000 orang.

Empat jam sebelum serangan tersebut, mesin REG menunjukkan sebuah spike!

Bukan hanya itu, pada bulan Desember 2004, mesin itu kembali menjadi liar. Spike bermunculan di grafik yang dihasilkannya. 24 jam kemudian, sebuah gempa besar terjadi di samudera Hindia yang kemudian menyebabkan tsunami Asia yang membunuh seperempat juta orang.

Hasil ini mengejutkan karena mungkin mesin ini telah mengkonfirmasikan teori mengenai kemampuan precognitive (mengetahui apa yang akan terjadi) manusia! Sebagian peneliti memang percaya kalau pikiran bawah sadar manusia sebenarnya mampu "merasakan" peristiwa yang akan terjadi.

Dengan demikian, ada dua pertanyaan yang berusaha dijawab oleh eksperimen ini.

Pertama, Apakah pikiran (kolektif) manusia mampu mempengaruhi sebuah benda fisik (Mind over matter)?

Dan kedua, Apakah manusia benar-benar memiliki kemampuan untuk mengetahui peristiwa yang akan terjadi?

Tentu saja, kedua pertanyaan ini akan sangat sulit dijawab karena selama ini para ilmuwan lebih sering menolak untuk terlibat dalam dua hal tersebut.

Menurut Dr.Nelson:
"Hal ini benar-benar membuat kami terheran-heran. Kami sedang berada dalam proses untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya sedang terjadi disini. Sekarang, kami seperti sedang menusuk di dalam kegelapan."

"Jika melakukan kesalahan, kami sangat bersedia dikoreksi. Namun sampai saat ini kami belum menemukan satupun. Demikian juga dengan orang lain."
Mengenai pertanyaan pertama, Mark Pilkington, seorang jurnalis untuk majalah Fortean Times berkata: "Otak manusia sebenarnya mirip dengan peralatan listrik. Jadi wajar saja kalau ia bisa mempengaruhi medan magnet atau peralatan listrik lainnya."

Prof.Chris French, seorang psikolog di Goldsmith College di London juga setuju.
"Global Consciousness Project telah memberikan hasil yang menarik yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Saya sendiri sedang terlibat dalam eksperimen serupa dan saya ingin melihat apakah saya mendapatkan hasil yang sama."
Pernyataan ini cukup menarik mengingat Prof.French adalah seorang skeptis.

Mengenai kemampuan REG untuk meramal, ia berkata; "Anehnya, tidak ada satupun hukum fisika yang menolak kemungkinan melihat masa depan."

Tetapi, tidak semua peneliti sependapat. Ada yang menganggap kalau Dr.Nelson telah memilah-milah data dan hanya melihat data yang diinginkannya. Efek ini disebut Confirmation Bias dan memang biasa terjadi, terutama dalam kasus ramal-meramal.

Dalam kasus peristiwa 11 September, beberapa hari sebelum peristiwa tersebut terjadi, grafik di REG sebenarnya menunjukkan adanya fluktuasi serupa. Namun fluktuasi ini tidak disinggung oleh Dr.Nelson karena pada hari itu tidak terjadi sesuatu yang istimewa. Hal inilah yang dianggap sebagai bias bagi para skeptis yang menolak hasil eksperimen ini.

Lagipula, jika memang mesin itu bisa menangkap perubahan-perubahan dalam pikiran umat manusia, mengapa banyak peristiwa besar di dunia tidak bisa "dirasakan" oleh mesin tersebut?

Roger Nelson juga mengakui kurangnya bukti untuk mendukung hipotesisnya.
"Saya ingin menegaskan kembali kalau saya suka dengan ide mengenai kesadaran global. Namun ide ini memang masih sebatas spekulasi. Saya tidak ingin mengklaim kalau statistik dan grafik yang dihasilkan adalah bukti adanya kesadaran global. Namun, di pihak lain, kami memiliki bukti kuat kalau terjadi anomali pada data yang seharusnya acak. Anomali ini memiliki korelasi dengan ekspektasi orang-orang mengenai sebuah peristiwa yang penting baginya."
Bagaimanapun juga Dr.Nelson tetap optimis, namun tidak untuk jangka pendek.
"Mungkin kami bisa memprediksikan sebuah peristiwa besar yang akan terjadi. Namun kami tidak bisa mengetahui dengan pasti apa dan dimana peristiwa itu akan terjadi."
"Dengan kata lain - kami belum memiliki mesin yang bisa kami jual ke CIA."
Dr.Nelson kemudian memberikan sedikit filosofi mengenai eksperimen ini.
"Kita selalu diajarkan untuk menjadi monster yang individualistik. Kita didorong oleh lingkungan kita untuk memisahkan diri dari yang lainnya. Hal itu tidak baik."

"Ada kemungkinan kalau kita sebagai manusia sebenarnya terhubung dengan yang lainnya lebih erat daripada yang kita sadari."
Benar sekali.

Namun, untuk membuktikan keberadaan "kesadaran global" yang bisa mempengaruhi sebuah mesin atau meramal peristiwa masa depan, mungkin kita masih butuh waktu dan penelitian yang lebih panjang. Dan untuk itu kita bersyukur untuk peneliti seperti Dr.Roger Nelson.

Baca juga: Precognitive dream dan Telekinesis.

(noosphere.princeton.edu, redorbit.com, hubpages.com, skepticnews.com)

Time traveler terlihat di film Charlie Chaplin tahun 1928?

Pada tanggal 20 Oktober 2010, seorang sutradara film independen dari Irlandia mengupload sebuah rekaman yang berasal dari tahun 1928 yang sepertinya memperlihatkan seorang wanita sedang berbicara dengan menggunakan ponsel. Mungkinkah wanita itu seorang Time Traveler?


George Clarke, nama sutradara itu, menemukan rekaman itu dari DVD film Charlie Chaplin yang berjudul The Circus. Adegan itu sendiri bukan bagian dari film The Circus, melainkan adegan extra yang terdapat dalam DVD itu yang memperlihatkan sekumpulan orang-orang yang sedang menghadiri pemutaran perdana film tersebut.

Time Traveler yang sedang menelepon
Dalam cuplikan tersebut, kita bisa melihat seorang perempuan berjalan dengan posisi tangan seperti sedang memegang sebuah ponsel. Pada saat wanita itu berhenti sesaat, dalam rekaman terlihat kalau mulutnya bergerak seperti sedang berbicara. Lalu, gambar rekaman itu berpindah ke adegan lain (transisi).



Clarke mengatakan:
"Satu-satunya kesimpulan yang bisa saya ambil - yang akan terdengar mengada-ngada bagi sebagian orang - wanita itu seorang Time Traveler."
Menurut Clarke ia telah memperlihatkan rekaman itu kepada lebih dari 100 orang dan tidak ada satu orang pun yang bisa memberikan penjelasan yang memuaskan.

Memang benar. Saya rasa memang tidak ada yang bisa memberikan teori yang bisa menjelaskan misteri ini dengan memuaskan (termasuk teori time travel). Tetapi saya akan mengajak kalian untuk melihat kisah ini dari sudut pandang yang berbeda-beda supaya kalian bisa memutuskan apa yang ingin kalian percayai.

Baiklah, kalau begitu mari kita mulai meneliti rekaman ini.

Hoax dan Viral Marketing

Pertama, ada anggapan kalau rekaman ini sebenarnya sebuah hoax atau bagian dari Viral Marketing yang dilancarkan oleh Clarke. Kecurigaan ini cukup beralasan karena dalam video yang diupload Clarke, ia menyebutkan kalau dalam tahun-tahun mendatang, film-film yang dibuatnya akan segera tayang. Lalu ia juga mempromosikan situs-situs miliknya.

Namun, saya kira anggapan ini cukup tidak beralasan karena Clarke memperlihatkan DVD yang berisi adegan itu. Tentu saja, semua orang bisa membeli DVD tersebut dan memeriksanya sendiri. Jadi, kecil kemungkinan rekaman ini sebuah hoax yang dibuat untuk Viral Marketing.

Kalau rekaman ini bukan hoax, apa yang sesungguhnya terlihat disitu? benarkah wanita itu sedang menggunakan ponsel?

Wanita misterius dan ponsel
Argumen utama mengapa banyak yang mengatakan kalau wanita itu seorang Time Traveler adalah karena perilaku wanita tersebut terlihat seperti sedang menelepon dengan sebuah ponsel yang jelas belum ada pada tahun 1928.

Namun masalahnya adalah saya tidak bisa melihat adanya ponsel di dalam genggamannya.

Dengan kata lain, orang yang beranggapan kalau wanita ini sedang menelepon bisa jadi hanya berpersepsi.

Beberapa orang beranggapan kalau bayangan hitam di dekat telapak tangannya adalah sebuah benda padat. Namun saya yakin kalau bayangan hitam itu benar-benar bayangan telapak tangan wanita itu. Soal ini akan saya jelaskan sebentar lagi.

Kemudian, lihat foto-foto di bawah ini, dan temukan persamaan pada cara memegang ponsel.

Jawabannya ada dua:

Pertama, Jari tengah, jari manis dan kelingking akan tersusun dengan rapi.

Kedua
, kelingking yang memegang ponsel selalu berada di bawah ujung hidung.

Kedua posisi itu bertujuan supaya ponsel yang dipegang membentuk sudut 45 derajat. Jika kalian memegang ponsel saat ini, kalian bisa mencobanya sendiri.

Sekarang lihat screen shot dari rekaman itu. Saya tambahkan sebuah ponsel imajiner berdasarkan posisi jari-jari wanita itu.

Wanita itu memegang ponsel dengan cara yang sangat tidak biasa karena kelingkingnya berada di tengah hidung, di atas ujung hidung. Posisi jari tengah dan jari telunjuk terbuka lebar, tidak mirip seperti seseorang yang sedang menelepon.

Mungkin kalian akan berkata kepada saya:

"Brother enigma, itu tidak membuktikan apa-apa. Saya bahkan biasa menelepon dengan memegang ponsel hanya dengan dua jari. Penjelasanmu tidak menjawab misteri ini sama sekali."

Saya tahu. Mari kita berbicara posisi tangan pada umumnya saja terlebih dahulu. Biarkan saya melanjutkannya terlebih dahulu.

Karena kejanggalan posisi jari-jari ini, ada kemungkinan kalau wanita itu bukan sedang memegang ponsel.

Lalu apa yang sedang dilakukannya?

Menutupi wajah dengan tangan
Beberapa orang percaya kalau ia sebenarnya sedang menutupi wajahnya dari sinar matahari. Namun saya meragukannya karena umumnya seseorang menutupi wajah dari sinar matahari dengan telapak tangan yang terbuka, bukan dengan jari-jari menekuk (kecuali kalau wanita ini memiliki jari-jari yang cacat).

Aktor pria dengan pakaian wanita
Ada lagi yang percaya kalau wanita itu sesungguhnya seorang aktor pria. Ini bisa terlihat dari sepatunya yang cukup besar dan aneh. Walaupun disebutkan kalau rekaman itu menunjukkan masyarakat umum yang hendak menonton pemutaran perdana film The Circus, selalu ada kemungkinan kalau sang sutradara, yaitu Chaplin sendiri, menggunakan aktor untuk memerankan orang-orang tersebut. Ini hal yang biasa dalam pembuatan film.

Jika ia adalah seorang pria yang diminta mengenakan pakaian wanita, maka ia perlu menutupi wajahnya untuk mengurangi kesan "prianya" dari para penonton. Ketika ia berhenti, kemungkinan ia menjadi ragu dengan suatu hal dan sedang berbicara dengan kru film mengenai instruksi selanjutnya. Karena itu, adegan itu segera berpindah ke adegan lain sehingga kita tidak menyadari kesalahan tersebut.

Penjelasan ini cukup masuk akal walaupun tidak cukup menjelaskan mengenai keanehan posisi jari-jarinya.

Alat bantu dengar
Teori lain yang cukup masuk akal adalah wanita itu sesungguhnya sedang menggunakan alat bantu dengar. Ia berbicara sedikit untuk mengetes pendengarannya.

Penjelasan ini juga cukup masuk akal. Coba lihat poster di bawah ini, dan tebak, apa yang sedang dilakukan oleh pria tua itu?

Mungkin kalian akan berkata "Sudah jelas! Ia sedang menelepon dengan ponsel."

Sebenarnya pria itu adalah raja Portugal yang hidup pada abad ke-19. Gambar di atas adalah ilustrasi yang menggambarkan sang raja sedang menggunakan alat bantu dengar yang disebut king Gowa Chair.

Alat bantu dengar lain yang cukup populer pada tahun 1920an adalah alat bantu dengar berbentuk terompet seperti ini.


Salah satu alat bantu dengar yang mungkin digunakan oleh wanita itu adalah Western Electric Model 34A "Audiphone" yang terlihat di foto di bawah ini.

Alat bantu ini diproduksi oleh Western Electric Company pada tahun 1925. Panjangnya sekitar 16 cm dengan lebar sekitar 8 cm.

Walaupun kita tidak bisa memastikannya, namun yang ingin saya tekankan disini adalah, benda kecil yang bisa dipegang seperti memegang sebuah ponsel bukan hal yang aneh pada tahun 1920an.

Menggaruk wajah atau kebiasaan kecil lainnya
Seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Posisi jari wanita itu sangat tidak biasa untuk bisa disebut sedang memegang sebuah ponsel. Saya juga telah mengatakan kalau saya tidak bisa melihat ponsel tersebut. Karena itu saya berpikir kalau wanita itu mungkin sedang menggaruk atau sedang melakukan kebiasaan kecil lainnya (seperti memegang daun telinga).

Coba lihat video di atas pada menit 5:00.

Dalam slow motion, sebelum adegan berpindah, kita bisa melihat wanita itu mengubah posisi jarinya.

Lalu lihat posisi jarinya. Apakah itu terlihat seperti seseorang yang sedang menelepon?

Sekarang lihat bayangan hitam pada telapak tangannya.

Bayangan itu berlekuk mengikuti telapak tangan. Ini menunjukkan kalau tidak ada objek padat di dalam genggamannya. Persepsi kalau wanita ini sedang menelepon lenyap begitu saya melihat screenshot ini. Bagi saya, sekarang ia terlihat seperti sedang menggaruk (tentu saja ini pun persepsi saya sendiri).

Lalu kalian mungkin akan kembali bertanya: "Brother, tidak ada orang yang menggaruk kepala sambil berbicara."

Baiklah, kita akan kesampingkan teori orang gila yang mungkin saja menggaruk sambil berbicara. Tetapi, jika kita perhatikan rekaman itu, sesungguhnya tidak ada satupun bukti yang menunjukkan kalau wanita itu sedang berbicara!

Yang terlihat pada rekaman itu adalah: Wanita itu membuka mulut dan menutupnya kembali pada saat ia berhenti sejenak. Gerakan mulut ini bisa saja hanya berupa ekspresi kagum, kaget atau heran. Ini juga menjelaskan mengapa ia berhenti sejenak. Mungkin ia melihat sesuatu yang membuatnya heran.

Lagipula, kalau mulut seseorang terlihat komat-kamit, itu tidak selalu berarti ia sedang berbicara. Bisa saja ia sedang berdoa atau bernyanyi. Kita sering melakukannya bukan?

Namun, disinilah hebatnya rekaman ini. Ketika jawaban atas perilaku wanita ini akan segera muncul, adegan berpindah. Jadi, kita tidak mengetahui dengan pasti apa yang sebenarnya sedang dilakukan olehnya.

Perjalanan lintas waktu ke masa lampau

Jika wanita ini memang time traveler dan sedang berbicara di ponsel, pertanyaannya adalah: Mengapa ia begitu bodoh berjalan dengan santai sambil berbicara di ponsel di tengah keramaian yang penuh dengan kamera?

Jika ia memang sedang berbicara di ponsel, mengapa orang sekitarnya tidak bereaksi ketika melihat keganjilan itu?

Lalu, dengan siapa ia berbicara? dengan orang lain di tahun 1928? Jika iya, dengan apa sinyalnya dikirimkan? dengan satelitkah? satelit belum ada pada tahun itu.

Ataukah ia sedang berbicara dengan seseorang dari masa kini? Jika demikian, apakah sinyal telepon juga bisa melakukan perjalanan lintas waktu?

Mungkin kita berpikir, jika mereka bisa melakukan perjalanan lintas waktu, maka tentu saja mereka juga mampu menciptakan teknologi canggih untuk komunikasi antar waktu. Namun persoalannya perjalanan lintas waktu mundur ke masa lampau memiliki persoalannya sendiri. Karena itu fisikawan teoritis seperti Stephen Hawking tidak percaya kalau manusia bisa melakukan perjalanan lintas waktu ke masa lampau (Ia percaya manusia bisa ke masa depan, tetapi tidak ke masa lampau).

Bayangkan, jika wanita di adegan itu memang benar time traveler yang datang dari tahun 2010 atau 2011 misalnya. Ketika ia kembali ke masa kini, ia menemukan foto wajahnya terpampang di internet dan sedang dibahas dimana-mana. Menyadari telah melakukan keteledoran, ia segera kembali ke tahun 1928 untuk memperbaiki kesalahannya.

Di tahun 1928, persis saat pemutaran perdana film The Circus, ia melihat dirinya yang lain sedang berjalan sambil menelepon. Persis sebelum dirinya yang lain itu masuk ke dalam jangkauan kamera, ia segera menyetopnya dan berkata: "Jangan lewat situ, apakah kamu tidak menyadari kalau kamu masuk ke dalam rekaman film Chaplin yang kemudian ditemukan oleh seorang sutradara pada tahun 2010. Kamu membahayakan rahasia kita."

Menyadari hal itu, dia segera berbelok. Selamatlah rahasia mereka. Rekaman itu tidak pernah ada dan tiba-tiba postingan mengenai Time Traveler di film Chaplin lenyap dari seluruh website dan blog.

Tetapi masalahnya sekarang ada dua wanita time traveler dengan identitas yang sama.

Jika mereka berdua sama-sama kembali ke masa kini, bukankah sekarang ada dua wanita dengan identitas yang sama di masa kini?

Jika dua wanita ini kembali lagi ke tahun 1928, mereka berdua bisa bertemu dengan mereka yang lain di tahun 1928. Jadi jumlah mereka bertambah menjadi empat.

Siapakah yang berhak pulang dan tinggal dengan suaminya (yang cuma satu)?

Karena masalah-masalah seperti ini dan masalah lain seperti Grand Father Paradox, perjalanan lintas waktu ke masa lampau tidak mungkin bisa terjadi. Paling tidak, begitulah kata Hawking.

Pada saat saya mau mengakhiri tulisan ini, mungkin kalian kembali menginterupsi saya.

"Penjelasan ini tidak menjawab misteri ini. Wanita itu tidak terlihat seperti sedang menggaruk. Bagi saya ia terlihat seperti sedang menelepon walaupun posisi jarinya tidak wajar."

Nah, pertanyaan saya adalah:

"Jika kalian bisa percaya kalau wanita itu sedang menelepon dengan posisi jari yang tidak wajar, mengapa kalian tidak bisa percaya kalau wanita itu sedang menggaruk dengan posisi jari yang tidak wajar?"

Tetapi sekali lagi, kita bebas menentukan apa yang ingin kita percayai.

Baca juga: Seorang time traveler tertangkap kamera pada tahun 1940an.

(news.com.au, space.com)

Kisah Richard Parker - Premonition atau Kebetulan yang luar biasa?

Premonition, secara sederhana berarti: Firasat akan terjadinya sesuatu. Kadang, istilah ini juga disamakan dengan Precognition. Biarkan saya memberikan sebuah contoh yang mungkin belum pernah kalian dengar. Ini kisah singkat mengenai seorang pemuda bernama Richard Parker.

Orang yang percaya dengan hal-hal supranatural akan menyebutnya premonition. Tetapi, mereka yang skeptis akan menyebutnya kebetulan, walaupun kebetulan itu sangat luar biasa. Apakah kisah di bawah ini merupakan contoh dari premonition ataukah hanya sekedar kebetulan, kalianlah yang menentukan.

Pada tahun 1838, Edgar Allan Poe, seorang master dalam novel misteri dan horor menerbitkan sebuah novel yang berjudul The Narrative of Arthur Gordon Pym of Nantucket.

Novel ini mendapatkan banyak kritikan dan dianggap sebagai buku yang tidak bermutu. Saking banyaknya kritikan, Poe sendiri akhirnya setuju dengan para kritikus dan menyebut novelnya sendiri dengan kalimat "a very silly book".

Tokoh utama dalam novel tersebut bernama Arthur Gordon Pym yang berlayar bersama rekan-rekannya dengan sebuah kapal penangkap ikan paus bernama Grampus.

Suatu hari terjadi pemberontakan di dalam kapal dimana sebagian besar awak dibunuh.

Pym bersama dua rekannya bernama Dirk Peters dan Augustus yang tidak ikut dibantai lalu menyusun rencana untuk merebut kembali kapal tersebut.

Usaha mereka berhasil. Sekarang mereka bertiga adalah pemimpin kapal Grampus. Para pemberontak yang ditaklukkan kemudian dibunuh atau dilempar kelaut.


Namun, mereka memutuskan untuk mengampuni satu orang yang bernama Richard Parker supaya bisa membantu mereka di atas kapal.

Setelah berlayar beberapa lama, persediaan makanan dan air mulai habis. Dalam beberapa hari, mereka mulai menderita kelaparan dan kehausan. Lalu, empat orang ini mengambil sebuah keputusan yang mengerikan.

Salah seorang dari mereka harus dikorbankan!

Tentu saja, yang dimaksud dengan dikorbankan adalah dibunuh untuk dimakan.

Jadi, mereka mengadakan undian, dan hasilnya menunjukkan kalau Richard Parker harus mati.

Lalu, mereka bertiga membunuh Richard yang malang dan bertahan hidup dengan memakan dagingnya.

Nah, ada sesuatu yang menarik dari novel ini. Poe mengklaim kalau novel ini terinsipirasi oleh peristiwa-peristiwa nyata.

Klaim ini ternyata tidak salah sepenuhnya, tetapi masalahnya adalah, peristiwa yang sesungguhnya baru terjadi hampir setengah abad kemudian.

Pada tahun 1884, sebuah kapal bernama Mignonette berlayar dari pelabuhan Southampton menuju Australia. Kapal itu dipimpin oleh kapten Tom Dudley dengan dua awak senior bersama seorang remaja yang baru berusia 17 tahun yang diperbantukan sebagai Cabin Boy.

Kapten Tom Dudley

Ketika mereka telah berada di lautan lepas, badai atlantik selatan menghantam. Tidak ada kapal yang lewat dan mereka berada 1.600 mil jauhnya dari daratan. Sebuah ombak besar datang dan segera menenggelamkan Mignonette.

Empat penumpangnya berhasil lolos dengan menggunakan sebuah sekoci. Sayangnya, mereka tidak berhasil membawa persediaan makanan dan air yang cukup selain dua kaleng kecil lobak.

Selama sembilan belas hari berikutnya, mereka mengapung dengan memakan lobak itu bersama-sama. Namun, tidak butuh waktu lama sebelum keputusasaan menjalar.

Sang remaja yang kehausan malah meminum air laut yang menyebabkannya kehilangan kesadaran.

Melihat peristiwa ini, kapten Dudley kemudian membicarakan sebuah ide bersama rekan-rekan lainnya.

Sesuatu harus dilakukan untuk mempertahankan hidup.

Ya, seseorang harus dikorbankan untuk menjadi makanan bagi yang lain. Jadi, kapten Dudley mengusulkan untuk segera mengadakan undian.

Sekonyong-konyong, sebuah pikiran merasuk ke dalam benaknya. Sepertinya, ada ide yang lebih baik ketimbang mengadakan undian. Kapten melihat ke arah remaja yang tergeletak tanpa sadar dan mengajak kedua rekannya untuk membunuh remaja itu.

Dua rekannya yang lain menganggap itu bukan ide yang baik, namun, kelaparan, kehausan dan keinginan untuk bertahan hidup menyingkirkan semua keraguan di kepala mereka.

Kemudian, mereka bertiga berlutut dan berdoa.

Kapten Dudley menyentuh pundak remaja itu dan berkata: "Anakku, waktumu telah tiba."

Lalu, mereka membunuhnya dan mulai memakan mayatnya.

Dengan memakan mayat itu, mereka berhasil bertahan hidup hingga 35 hari berikutnya sampai mereka diselamatkan oleh sebuah kapal lain yang lewat.

Ironisnya, nama kapal yang menyelamatkan mereka adalah SS Montezuma, yang diambil dari nama seorang raja Aztec yang kanibal.

Sepertinya, Kanibalisme telah menyelamatkan mereka sebanyak dua kali.

Sesudah diselamatkan, mereka bertiga mengakui perbuatannya dan pengadilan Victoria menjatuhkan hukuman enam bulan kerja paksa.

Sampai sini, kalian akan berpikir, Memang ada kesamaan, tetapi tidak terlalu luar biasa sehingga bisa saja disebut sebagai sebuah kebetulan. Naluri bertahan hidup mungkin akan membuat semua orang melakukan hal yang sama.

Benar, sampai disini, cerita ini biasa saja, walaupun memiliki kesamaan cukup menakjubkan dengan kisah dalam novel Poe. Tetapi yang membuatnya menjadi lebih aneh adalah, nama remaja yang dibunuh dan dimakan oleh kapten Dudley dan rekan-rekannya adalah: Richard Parker!

Sama dengan nama awak kapal yang dibunuh dan dimakan di novel Poe!

Seakan-akan, Poe mengalami premonition yang kemudian dituangkan ke dalam novelnya.

Jika semua ini hanyalah sebuah kebetulan, menurut kalian, berapakah persentase kemungkinan terjadinya kebetulan ini?

Hmm, terlalu kebetulan, bahkan untuk sebuah kebetulan!

Seperti yang saya katakan, penjelasan untuk peristiwa ini sangat tergantung dengan apa yang kalian percayai.

Kapten Tom Dudley menjalani hidup dengan rasa malu hingga akhir hayatnya. Penduduk lokal mengenalnya dengan sebutan Cannibal Tom.

Walaupun sisa-sisa tubuh Richard Parker dibuang ke laut oleh ketiga rekannya, sebuah nisan dibangun untuknya di Woolston, Southampton. Konon, kapten Dudley telah membayar satu keluarga lokal untuk merawat nisan tersebut.


Ini yang tertulis di atasnya:

To the memory of Richard Parker Aged 17 who died at sea July 25th 1884 after nineteen days dreadful suffering in the open boat in the tropics having been wrecked in the yacht Mignonette

Though He slay me yet I trust in Him.

JOB 13:15

Lord, lay not this sin to their charge

ACTS 11.60

(psychics.co.uk, wikipedia)

Intermezo: Ilusi melayang para fakir

Bersiaplah! Rahasia melayang para fakir yang tersimpan selama ribuan tahun akan segera saya ungkap disini. Ini cara sederhana bagaimana kalian bisa melayang beberapa centimeter di atas bumi.


Rahasia tersebut tergambar pada foto di bawah ini. Pelajarilah!


Sudahkah kalian menemukan rahasianya? Jika sudah, berposelah seperti di atas, lalu mintalah seseorang untuk memotretmu. Berikan foto tersebut kepada teman kalian sehingga mereka terkesan.

Demikianlah rahasia melayang para fakir.

Haha. Sorry brothers and Sisters, I am still too busy to write a story.

Tapi, daripada absen, saya posting intermezo kecil ini.

(forgetomori.com)

The Toynbee Tiles - pesan-pesan misterius di jalanan

Pada tahun 1992, seorang pria asal Philadelphia bernama Bill O'Neill sedang berjalan kaki ketika ia menyaksikan sesuatu yang tidak biasa. Ia melihat ada sebuah ubin yang dipasang secara mencolok di jalanan lokal yang dilaluinya. Ukurannya kira-kira sebesar plat mobil. Yang paling misterius dari ubin itu adalah adanya sebuah pesan aneh yang tertulis di atasnya.


Penemuan Bill O'Neill adalah satu dari sekitar 130 ubin misterius lainnya yang ditemukan di jalanan lokal Amerika. ubin yang terbuat dari linoleum dan campuran aspal ini ini juga muncul di kota-kota seperti Washington DC, Pittsburgh, New York, Baltimore, Boston dan lainnya. Bahkan ubin serupa juga ditemukan di Brazil, Argentina dan Chili.

Ubin aneh ini sering disebut The Toynbee Tiles dan misterinya masih belum terpecahkan hingga sekarang.

Pesan-pesan Aneh
Jika hanya sebuah ubin berbentuk aneh yang ditemukan terpasang di jalanan, mungkin tidak akan terlalu menarik perhatian. Namun yang membuatnya menjadi misterius adalah pesan-pesan yang tertulis di atasnya.

Ubin-ubin tersebut memiliki variasi dari pesan sama yang berbunyi "TOYNBEE IDEA IN KUbricK�s 2001 RESURRECT DEAD ON PLANET JUPiTER".


Pada masing-masing ubin, selain terdapat pesan utama di atas, juga terdapat catatan-catatan kaki seperti "Murder every journalist, I beg you" dan "Submit. Obey". Catatan kaki lainnya, diantaranya berisi kecaman terhadap media, kelompok Yahudi dan Mafia.


Toynbee dan Kubricks
Jika melihat pesannya, maka sebagian orang mungkin akan segera mengerti maksudnya. Di pesan itu ditulis nama (Stanley) Kubrick yang merupakan sutradara film "2001 : A Space Odyssey" yang dibuat pada tahun 1968. Film itu memang menceritakan tentang seorang pria yang lahir kembali untuk melakukan misi di Jupiter.

Namun apa hubungannya dengan Toynbee ?

Nama Toynbee dipercaya merujuk kepada Arnold J Toynbee, seorang sejarawan yang lahir di Inggris pada tahun 1889. Pertanyaannya adalah, apakah ada hubungan antara Stanley Kubrick dengan Arnold Toynbee ?

Dari dua nama ini, para penggemar misteri mulai mencoba untuk memecahkan rahasia pesan aneh ini. Dan dari penyelidikan ini pula ditemukan adanya petunjuk-petunjuk yang menghubungkan Toynbee dan Kubricks.


Petunjuk pertama, Toynbee ternyata pernah menulis mengenai seseorang yang bernama Zoroaster yang memiliki pemikiran tentang ide-ide Monotheisme. Nama Zoroaster ini juga muncul di soundtrack film "2001 : A Space Odyssey" yang berjudul "Thus Spoke Zoroaster".


Petunjuk kedua dapat ditemukan pada tulisan skenario drama dari seorang penulis bernama David Mamet. Dalam Goldberg Street Collectionnya, ia menulis mengenai sebuah percakapan antara seorang host talkshow radio dengan seorang penelepon misterius yang terobsesi dengan Arnold Toynbee, Film Odyssey dan orang mati. Skenario drama ini dibuat tujuh tahun sebelum penemuan pertama ubin Toynbee.

Namun, walaupun dua petunjuk ini telah ditemukan, masih belum jelas siapa yang membuat pesan-pesan aneh ini dan apa maksud yang terkandung di dalamnya.

Lalu muncul petunjuk lainnya yang sama misteriusnya.


James Morasco yang misterius
Ketika menulis artikel mengenai ubin ini pada tahun 2001, seorang reporter menemukan sebuah artikel lama dari surat kabar The Philadelphia Inquirer yang memuat sebuah wawancara dengan seorang pekerja sosial bernama James Morasco. James mengklaim bahwa planet Jupiter dapat dikolonisasi dengan membawa orang-orang mati dari bumi ke sana untuk dibangkitkan, mirip dengan pesan utama pada ubin tersebut.

Lalu wartawan itu menghubungi Mr. Morasco. Seorang wanita yang menyambut telepon mengatakan bahwa Mr Morasco tidak bisa menjawab telepon karena penyakit yang dideritanya.

Seorang reporter lain yang mencoba menghubungi Mr Morasco pada tahun 2003 menemukan fakta bahwa pria tersebut telah meninggal pada Maret 2003 di usia 88 tahun. Namun istri Mr.Morasco mengatakan kepada reporter tersebut bahwa suaminya tidak mengetahui apa-apa soal ubin misterius itu.

Kasus ini kembali menemui jalan buntu.

Siapa yang membuatnya ?
Setiap penyelidikan yang sepertinya sudah mengarah ke si pelaku selalu berakhir tanpa jawaban. Namun, beberapa kesimpulan mungkin bisa ditarik dari ubin-ubin yang dipasang.

Semua ubin tersebut dibuat dari bahan yang sama. Cara pemasangan dan penulisan pesannyapun sama. Ini mengindikasikan bahwa pelakunya mungkin cuma satu orang. Entahkah orang ini memiliki gangguan jiwa atau rasa humor yang tinggi, yang jelas ia adalah seorang yang kreatif.


Karakter lain yang bisa dinilai dari pembuatnya antara lain adalah, ia orang yang sabar dan metodis mengingat ia rela menghabiskan waktu untuk membuat sekitar 130 ubin itu hanya dengan tangan. Melihat dari penyebaran ubin ini di banyak kota dan negara, mungkin orang ini memiliki uang yang cukup yang memampukannya untuk bepergian.

Sebagian orang menduga ia adalah seorang Eropa karena Toynbee dan Kubrick adalah orang Inggris. Sebagian orang lagi percaya pelakunya adalah penduduk asli Philadelphia karena banyaknya ubin yang ditemukan di wilayah ini. Bahkan anehnya, pada salah satu ubin yang ditemukan di kota Santiago, Chili, terdapat alamat sebuah rumah di kota Philadelphia.

Namun, pemilik rumah di Philadelphia itu mengaku tidak tahu menahu mengenai ubin itu dan merasa terganggu karena terus ditanya mengenai ini. Apa maksud si pemasang ubin dengan menyebut alamat rumah itu ? dan apa hubungan antara sang pelaku dengan kota Philadelphia ?

Apakah James Morasco yang membuatnya ?

Banyak yang percaya memang ia pelakunya. Namun teori ini agak sulit diterima karena jika benar Mr.Morasco yang memasang ubin itu, itu berarti ia memasang semuanya ketika ia berusia 70 tahun lebih. Bukan itu saja, teori ini sepertinya terpatahkan dengan sendirinya karena setelah kematiannya di tahun 2003, masih banyak ubin baru lain yang ditemukan.

Apakah semua ini hanya ulah seorang iseng ? Jika ya, maka mungkin ia adalah orang iseng paling tekun di dunia karena rela menghabiskan uang dan tenaga untuk memasang ubin ini di puluhan kota.

Ataukah pelakunya hanyalah seorang depresi yang bermaksud menyampaikan sesuatu ? Atau, ada sesuatu yang lain ?

Bagaimana memasangnya ?
Selain pelakunya, misteri lainnya adalah bagaimana ia bisa memasang ubin tersebut di jalanan ramai tanpa terlihat sama sekali ?

Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh seorang peneliti Toynbee Tiles bernama Justin Duerr. Menurutnya, ubin itu pada awalnya dibungkus dengan kertas Tar, lalu ditaruh di jalanan yang ramai pada pagi hari. Mobil yang melindasnya terus menerus akan membuat ubin itu melesak ke dalam jalan dan kertas Tar pembungkusnya akan robek dan menyingkapkan pesan aneh itu. Ini dimungkinkan karena campuran aspal dan linoleum yang membentuk ubin itu.

Toynbee Tiles - Unsolved
Hingga tahun 2007, masih banyak ubin baru yang ditemukan di Philadelhia. Namun ukurannya kebanyakan lebih kecil dibanding sebelumnya. Ubin-ubin baru itu juga menunjukkan gaya penulisan pesan yang berbeda.

Misalnya, pada pesan yang baru, ia hanya menulis :

"TOYNBEE IDEA MOVIE 2001 RESURRECT DEAD PLANET JUPITER"

Ia menghilangkan nama Kubrick yang biasa ditemukan pada pesan sebelumnya.

Pada saat ini, banyak dari ubin Toynbee telah hancur akibat perbaikan jalan yang dilakukan oleh otoritas setempat. Menurut mereka, pemasangan ubin itu masuk ke dalam kategori Vandalisme dan mereka berjanji akan menyingkirkan semua ubin Toynbee yang ditemukan.

Namun, soal siapa yang memasangnya dan apa arti pesan yang ada pada ubin tersebut masih belum terpecahkan hingga kini.

(wikipedia, damninteresting.com)


Komentar Pilihan

rio said...

Terimakasih artikelnya. tp mungkin anda perlu membahasnya dari sisi seni kontemporer.;)
January 28, 2010 7:05 PM

Large Hadron Collider disabotase oleh seekor burung

Large Hadron Collider disabotase oleh seekor burung

The Large Hadron Collider (LHC) yang juga sering disebut sebagai mesin yang mampu menciptakan kiamat mengalami peristiwa aneh yang tidak disangka. Mesin super rumit tersebut rusak setelah seekor burung yang lewat menjatuhkan sepotong kecil remah roti ke dalam mesin itu.


LHC adalah sebuah mesin raksasa yang dibuat oleh para ilmuwan jenius di CERN yang dirancang untuk memecahkan partikel yang diharapkan dapat menjawab beberapa pertanyaan dalam fisika kuantum. Mesin yang berbentuk lingkaran ini memiliki panjang 27 km dan terletak di kedalaman 175 meter di bawah tanah perbatasan Perancis-Swiss.

Subjek pemecahan partikel ini telah menarik perhatian para ilmuwan dan penggemar science fiction di seluruh dunia mengingat eksperimen ini juga dipercaya dapat menciptakan lubang hitam mini yang sering dianggap sebagai cikal bakal mesin waktu, walaupun dibantah oleh beberapa fisikawan ternama seperti Michio Kaku.

LHC ini juga sempat diangkat dalam novel Dan Brown berjudul Angels and Demons.


Sedangkan CERN adalah organisasi penelitian nuklir Eropa yang bermarkas di Jenewa yang didirikan pada tahun 1954. Fasilitas yang mereka miliki merupakan laboratorium penelitian partikel terbesar di dunia. Saat ini organisasi ini mempekerjakan hampir 8.000 ilmuwan jenius yang mewakili 580 universitas yang berasal dari 80 negara. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui kalau cikal bakal internet pertama kali bermula dari CERN.

Pada awal November ini, LHC mengalami pemanasan yang berlebihan di beberapa bagian setelah sebuah potongan kecil Baguette (sejenis roti) mendarat di sebuah peralatan yang ada di permukaan tanah tepat di atas cincin akselerator.

Dr Mike Lamont, kordinator mesin LHC, mengatakan bahwa potongan kecil baguette itu yang dipercaya dijatuhkan oleh seekor burung yang lewat telah menyebabkan suhu magnet superkonduktor naik dari -271.1 C menjadi -265 C, yaitu titik dimana magnet itu berhenti berfungsi.

Dalam teori, jika LHC beroperasi secara penuh, peristiwa ini dapat menjadi bencana besar. Namun menurut para ilmuwan, mereka telah menyediakan sistem keselamatan yang memadai yang dapat mematikan mesin secara otomatis sebelum suhu naik lebih tinggi.

Pemecahan partikel penuh direncanakan akan dimulai lagi pada pertengahan bulan ini.

Apabila beroperasi, LHC akan menembakkan proton dan ion timah yang akan bergerak menyusuri rute berbentuk lingkaran dengan kecepatan yang hampir menyamai kecepatan cahaya. Proton dan Ion timah tersebut mengandung energi setara dengan kereta super cepat yang bergerak dengan kecepatan penuh.

Tahun lalu, mesin seharga 10 miliar dolar Amerika ini justru menjadi rusak setelah energi super besar ini menjadi tidak terkontrol dan menyebabkan kebocoran gas helium.

Kerusakan beruntun yang dialami oleh LHC telah menyebabkan sebagian ilmuwan berspekulasi bahwa mesin ini telah disabotase oleh partikel lintas waktu mereka sendiri yang datang dari masa depan. Pendapat ini mirip dengan film terminator dimana seorang robot diutus untuk membunuh cikal bakal pemimpin pemberontakan masa depan.

Namun eksperimen CERN ini ternyata tidak mendapat kata sepakat di kalangan ilmuwan. Menurut sebagian ilmuwan, jika lubang hitam mini tercipta, dan terjadi sesuatu yang diluar perhitungan, bisa saja lubang hitam tersebut menjadi membesar tanpa terkendali dan menelan apa saja yang berada di dekatnya. Dengan kata lain, Kiamat !

Seperti yang kita ketahui, lubang hitam memiliki gaya gravitasi super kuat sehingga bahkan cahayapun ditelan olehnya.

Karena itu di sejumlah negara di Amerika dan Eropa, beberapa ilmuwan telah mengajukan gugatan hukum agar CERN menghentikan usahanya untuk memecahkan partikel.


Apakah mungkin seekor burung dikirim dari masa depan untuk menggagalkan usaha CERN ?? Hmm..paling tidak ia tahu sekali dimana harus menjatuhkan rotinya supaya mesin tersebut rusak.

Notes :
Saya suka dengan ide bahwa seekor burung yang lugu dan remah rotinya dapat menggagalkan kejeniusan 8.000 ilmuwan dengan mesin super rumit dan super mahalnya :)


(telegraph.co.uk, wikpedia)

Kryptos - Teka-teki monumen CIA

Di markas besar CIA di Langley, Virginia, terdapat sebuah monumen yang mengandung pesan rahasia. Pesan yang membingungkan bahkan bagi para agen paling cemerlang di CIA. Monumen itu bernama Kryptos. Dua puluh tahun telah lewat, dan teka-teki Kryptos masih belum terpecahkan.


Dalam beberapa tahun terakhir ini, sebuah obyek telah menjadi bahan perbincangan baik di luar maupun didalam markas CIA. Sebuah monumen yang terpancang di halaman kantor CIA yang disebut Kryptos. Kryptos mengandung 865 karakter aneh yang terlihat acak dan tidak beraturan.

Kryptos dibuat oleh seorang seniman bernama James Sanborn. Ia memperoleh penugasan untuk membuat monumen itu pada tahun 1988 ketika CIA membangun sebuah bangunan baru dibelakang gedung utamanya.

Agensi itu menginginkan sebuah instalasi luar ruangan untuk menghiasi area diantara kedua gedung. Sanborn menggunakan nama Kryptos untuk menyebutnya hasil karyanya. Kata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti "tersembunyi". Kryptos disebutnya sebagai sebuah perenungan terhadap alam, sifat alami kerahasiaan dan kerumitan kebenaran, dan pesan itu seluruhnya disampaikan dalam kode.

Seorang rekan Sanborn yang bernama Ed Scheidt memperkirakan bahwa seluruh teka-teki ini akan terpecahkan dalam tujuh tahun. Namun 20 tahun telah lewat, pesan tersembunyi itu masih belum dapat dipecahkan sepenuhnya. Kerjasama antara para jenius di dunia dan beberapa staf CIA hanya berhasil memecahkan 3 bagian dari monumen itu yang ternyata malah menghasilkan prosa-prosa yang membuat teka-teki ini menjadi semakin membingungkan. Ketiga bagian itu disebut K1, K2 dan K3. Masih belum terpecahkan 97 karakter dari bagian ke-4 (K4). Dan semakin lama teka-teki itu menggantung, semakin penasaran mereka dibuatnya.

Mungkin karena rasa ingin tahu yang besar, Sanborn sering memergoki orang-orang asing memata-matai studionya. Beberapa lainnya bahkan mengorbankan karirnya demi kryptos. Contohnya seorang pria dari Michigan rela meninggalkan bisnis softwarenya hanya supaya dapat mencurahkan waktu untuk memecahkan kode tersebut.

Seorang pria lain bernama Randy Thompson telah menghabiskan tiga tahun untuk memecahkan teka-teki itu. "Aku rasa aku sudah dekat dengan jawabannya. Bisa besok, atau bisa juga aku menghabiskan seumur hidupku untuk menemukannya." Katanya. Teka-teki ini juga menarik minat Dan Brown, penulis buku The Davinci Code yang menyinggung kryptos dalam salah satu novelnya.

Pada tahun 1999, seorang ahli komputer dari Los Angeles bernama Jim Gillogly mengumumkan bahwa ia telah berhasil memecahkan 3 bagian pertama dari kode tersebut dengan bantuan sebuah komputer pentium II dan software buatan sendiri.


Ketika hasil kerja Jim Gillogly tersebar, CIA segera merilis sebuah laporan yang luar biasa. Beberapa bulan sebelum Gillogly, seorang agen CIA yang lain bernama David Stein juga telah memecahkan tiga bagian itu hanya dengan menggunakan pensil dan kertas ! Stein membutuhkan waktu 400 jam untuk memecahkannya dan ia telah mengumumkan jawaban teka-teki itu di hadapan sekumpulan agen CIA di auditorium CIA pada Februari 1998. Hasil pertemuan itu tidak pernah dipublikasikan ke media.

Masih ada 97 karakter lagi yang harus dipecahkan. Stein dan Gillogly berniat mencurahkan waktu dan pikiran mereka untuk memecahkan sisa teka-teki ini.

"Semua ini adalah masalah kerahasiaan," Kata Sanborn. "Hal ini sesungguhnya menggambarkan kondisi CIA sendiri, penuh kerahasiaan dan kerahasiaan itu menarik rasa ingin tahu kita ke langit. Orang-orang menjulukiku agen setan karena aku tidak mau memberitahukan rahasiaku," Jelas Sanborn sambil tersenyum. "Namun Kryptos akan mengungkapkan rahasianya yang terdalam seiring dengan berjalannya waktu."



(Wikipedia)

Seorang profesor fisika membuat mesin waktu untuk menolong nyawa ayahnya

Pada tulisan saya yang lalu mengenai Andrew Carlssin - seorang pria yang mengaku berasal dari tahun 2256, saya meyinggung tentang seorang ahli fisika bernama Ronald Mallett yang percaya bahwa dalam tempo sepuluh tahun mesin waktu sudah dapat diciptakan dan beroperasi. Dan saat ini, ia mengaku telah siap untuk mewujudkan sebuah mesin waktu segera setelah dana yang dibutuhkan terkumpul.


Time travel (perjalanan lintas waktu) telah menimbulkan fantasi luar biasa di seluruh dunia. Sejak trilogi Back to the Future, semakin banyak orang yang percaya bahwa hal itu dapat diwujudkan. Termasuk dalam diri seorang ahli fisika dan profesor dari universitas Connecticut bernama Ronald Mallett.

Prof Mallett menciptakan mesin waktu untuk satu tujuan. Untuk mengunjungi ayahnya yang sudah tiada. Cinta terhadap ayahnya ini membuat ia bertekad untuk membengkokkan ruang dan waktu. Ia menyebutnya "Misi seumur hidup". "Saya pikir jika saya dapat membuat sebuah mesin waktu, maka saya dapat kembali ke masa lalu dan menolong nyawa ayah saya." Kata Mallett. Ayahnya meninggal pada saat ia berumur 10 tahun.

Sebelumnya, Mallett tidak pernah menceritakan rencananya untuk membuat mesin waktu kepada orang lain. Ia tidak ingin orang-orang menganggapnya gila. Walaupun sepertinya mustahil, ia tetap percaya bahwa suatu hari ia akan punya cara untuk mewujudkannya.


"Sangat rumit, tapi tidak gila", Itulah pendapat beberapa ilmuwan yang mempelajari ide Mallett. Albert Einstein pernah berteori bahwa ruang dan waktu saling berhubungan dan gravitasi dapat membengkokkan waktu sama seperti ia dapat membengkokkan ruang.


Menurut Mallett, ia akan menciptakan putaran gravitasi yang cukup kuat untuk membengkokkan ruang dan waktu. "Jika saya membengkokkan ruang dengan kekuatan yang cukup, maka waktu akan membengkok membentuk lingkaran." Lanjutnya.




Lingkaran waktu itu seperti sebuah lorong waktu. Mallett percaya ia dapat bergerak maju dan mundur lewat lingkaran itu. Dan untuk membentuk lorong waktu itu, ia akan menggunakan laser yang bersilangan.

Namun mesin waktu ini punya satu kelemahan. Bahkan walaupun mesin ini berhasil bekerja dan membuktikan kebenaran teori Mallett, Mesin ini hanya dapat membawa seseorang kembali ke masa sejak mesin ini dinyalakan. Jadi apabila mesin ini mulai dinyalakan pada tanggal 10 Juli 2009, maka seseorang tidak akan dapat kembali ke waktu sebelum tanggal tersebut. Jadi, Mallett tidak akan pernah punya kesempatan mengunjungi ayahnya yang sudah tiada. Menurut Mallett, paling tidak ini adalah sebuah langkah awal.


Mesin waktu atau time travel sendiri hingga saat ini masih dianggap sebagai fantasi belaka. Terutama dengan adanya teori "grandfather paradox". Teori ini mengatakan jika anda kembali ke masa lalu dan membunuh kakek anda, maka tentu anda akan menghilang dari dunia. Mengubah garis waktu itulah yang disebut paradox. Akibat mengubah susunan waktu, maka dunia akan terbagi kedalam milyaran kemungkinan. Kedengarannya mustahil.


Lagipula, sebagian berpendapat, apabila mesin waktu memang bisa diciptakan, seharusnya dunia ini sudah dipenuhi dengan para time traveler.


Namun seorang astronom ternama benama Dr David Whitehouse berkata bahwa dunia sains memerlukan orang seperti Mallett. "Saya tidak menganggap dia gila. Mungkin teorinya salah, mungkin dia menyimpang. Tapi bukanlah sesuatu yang memalukan bila kita salah. Mengalami kesalahan adalah langkah awal dalam penyelidikan alam semesta"


Apakah ini sebuah rekayasa dan lelucon yang terencana ? biarlah para ahli fisika yang menentukannya.



Baca juga tulisan sebelumnya : Andrew Carlssin - pria yang mengaku berasal dari tahun 2256.


(assosiatedcontent.com)