Q & A: Apakah Hawk MK 209 bisa menciptakan sonic boom ?

Anonymous said...

Di pontianak pada tanggal 20 januari 2010 sekitar pukul 9-10 pagi wib terjadi ledakan seperti bom diangkasa, saya lagi berada didalam kantor sempat kaget beserta teman-teman yang lain. Setelah tanya sana-sini, dikatakan sebelum ledakan terlihat cahaya seperti kilat bewarna merah, kemudian terlihat gumpalan awan tebal berbentuk lingkaran. Ledakan sangat kuat hingga terdengar keseluruh kota, dari koran setempat di dapat pernyataan dari TNI AU bahwa telah terjadi sonic boom dari pesawat tempur jenis Hawk 200 yang sedang latihan. Benarkah Hawk 200 bisa membuat sonic boom di ketinggian 30.000 kaki ?

January 21, 2010 11:18 AM



Jawaban :

Sonic Boom adalah sebuah gelombang kejut yang dihasilkan oleh pesawat atau objek lain yang bergerak dengan kecepatan supersonic. Gelombang kejut ini juga akan terdengar dalam bentuk suara ledakan. Sedangkan Istilah supersonic merujuk kepada kecepatan yang melebihi kecepatan suara.

Jika sebuah pesawat bergerak sama dengan kecepatan suara, maka kecepatan pesawat itu disebut Mach 1. Jika ia terbang dua kali kecepatan suara, maka kecepatannya disebut Mach 2. Jika pesawat bergerak dengan kecepatan Mach 5 keatas, maka kecepatan itu disebut Hypersonic.


Pesawat yang dimiliki oleh TNI AU di Pontianak (Lanud Supadio) adalah pesawat jenis Hawk MK 209, salah satu varian dari Hawk 200 (bukan skyhawk 200). Ini dikonfirmasi oleh website resmi TNI AU. Pesawat ini hanya memiliki kecepatan terbang Maksimal 1.019 km/jam atau 633 mil/jam.


Pada suhu normal, sekitar 20 derajat celcius, gelombang suara bergerak dengan kecepatan sekitar 343 meter/detik atau 768 mil/jam atau 1.236 km/jam. Jadi untuk menciptakan sonic boom, sebuah pesawat harus bergerak melebihi kecepatan ini.

Pada ketinggian 30.000 kaki temperatur udara menjadi lebih rendah. Temperatur yang rendah membuat kecepatan suara menjadi lebih lambat. Mach 1 pada ketinggian ini hanya berkisar pada 670 mil/jam. Tapi itu tidak berarti sonic boom bisa lebih mudah tercipta. Hal ini dikarenakan temperatur yang rendah ini akan membengkokkan gelombang suara ke atas.

Jadi supaya sonic boom bisa terdengar sampai ke bumi, maka pesawat tersebut harus terbang di atas kecepatan Mach 1 lebih dari biasanya. Misal, pada ketinggian 30.000 kaki, kecepatan suara adalah 670 mil/jam, namun supaya suara sonic boom bisa terdengar ke bumi, maka pesawat tersebut harus bergerak dengan kecepatan 750 mil/jam atau Mach 1,12.

Kecepatan ini melebihi kecepatan maksimal Hawk 209 yang cuma 633 mil/jam.

Jadi, menurut saya, pesawat Hawk 209 tidak bisa menciptakan sonic boom.

Baca juga mengenai ledakan bone yang menciptakan sonic boom.

(militaryaviation.eu, sky-flash.com)


Komentar Pilihan


Anonymous said...

Pesawat Hawk 209 tidak bisa menciptakan sonic boom, kecuali Hawk 209 nya sudah di tambah teknologi sonic boom, dengan alasan, secara militer indonesia terpaksa harus meningkatkan kekuatan tempur indonesia dengan mengupgrade senjata lama dengan menggunakan teknologi baru pasca embargo militer oleh US dan krisis moneter yang menyebabkan pengadaan peralatan militer baru yang luar biasa mahal, terutama di garis-garis perbatasan dengan negeri lain (kalimantan berbatasan langsung dengan malaysia),dan secara garis besar, hampir semua peralatan tempur tua milik indonesia mengalami pengupgrade-an teknologi secara masal oleh TNI karena biaya yang lebih murah dibanding dengan pengadaan alat baru. Hal ini sudah hampir menjadi rahasia umum dan dibahas di forum-forum militer, jadi menurut saya kemungkinan itu tetap ada, bahwa pesawat Hawk 209 bisa menciptakan sonic boom, tapi over all, saya sangat suka dan respect dengan blog ini, minta izin jadi pengunjung tetap disini ya :)
January 26, 2010 2:33 PM


Fauzan said...

Hawk 209 mungkin bisa menciptakan sonic boom tapi sebelumnya harus melakukan beberapa manuver khusus seperti yg dilakukan pada latihan TNI AU menggunakan F-86 Sabre meskipun pesawat ini hanya dirancang untuk subsonik. Setelah lepas landas, pesawat melakukan manuver-manuver tertentu misalnya S-split dilanjutkan Full Throttle lalu menukik 15 derajat ke bawah utk meningkatkan kecepatan sehingga beberapa detik kemudian pesawat mencapai mach 1.1 & menciptakan sonic boom.however, I like this blog:)
January 27, 2010 2:12 PM


Misteri Flying Humanoid dari Mexico

Mexico dikenal sebagai salah satu negara dengan rekaman penampakan ufo terbanyak di dunia. Mulai dari ufo berbentuk piringan, orbs atau elips. Namun pada Maret 2000, dunia ufo menemukan sebuah objek yang belum pernah dijumpai sebelumnya, yaitu ufo berbentuk manusia yang sering disebut flying humanoid.


Penampakan Pertama
Pada Maret 2000, Salvador Guerrero, salah seorang skywatcher (pengamat ufo) yang dihormati di Mexico berhasil membuat sebuah rekaman yang langka. Sementara ia mengamati langit dari atap rumahnya di Colonia Agricola Oriental, Guerrero melihat sesuatu yang aneh di langit.

Objek yang dilihatnya tidak seperti ufo-ufo lain yang pernah dilihatnya. Pertama ia mengira ini hanyalah sebuah objek hitam aneh lainnya. Namun ketika ia mengatur zoom kameranya, ia hampir tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh matanya.

Objek itu berwarna gelap dan bergerak statik sambil berputar secara perlahan pada sumbunya. Yang aneh adalah bentuknya yang menyerupai manusia dengan lengan dan kaki. Gerakannya memberikan kesan bahwa "orang" itu sedang mengapung di udara.


Setelah itu objek tersebut bergerak dan menghilang di belakang gedung-gedung.

Beberapa bulan kemudian, Salvador Guerrero bersama seorang rekannya yang bernama Juan Flores kembali berhasil merekam objek seperti ini di langit. Sejak itu mereka menamakan objek ini dengan sebutan "Hombrecito Volador" atau "Little Flying Man".

Setelah Guerrero merilis rekaman yang didapatnya, seorang temannya sesama skywatcher bernama Amado Marquez juga merilis rekaman yang berhasil didapatnya satu bulan sebelum Guererro. Marquez merekam objek itu ketika terlihat di Cuernavaca pada Februari 2000.

Marquez mendeskripsikan apa yang dilihatnya sebagai objek berbentuk manusia yang terbang horizontal dengan posisi berdiri dan dua kaki terbuka. ia mengaku tidak melihat parasut atau sayap.


Penampakan Guerrero dan Marquez kemudian mengawali seri penampakan lainnya di Mexico sehingga menimbulkan ketertarikan baru dalam dunia ufo.

Penampakan lanjutan
Pada Juli 2000, Gerardo Valenzuela, seorang skywatcher lain yang juga teman Guerrero dan Marquez, melihat objek serupa sedang terbang rendah menurun ke arah lembah. Gerardo merekam objek itu hingga menghilang di balik bukit.


Pada tanggal 1 Oktober 2000, surat kabar La Prensa dari Mexico City menerbitkan sebuah artikel yang berasal dari laporan seorang pilot pesawat komersial yang melihat "Little Flying Man" ketika mereka hendak mendarat di bandara Mexico City. Yang menarik adalah, pilot ini menyaksikan adanya benda seperti "Backpack" atau tas di punggung objek itu.

The Entity Reunion in the Sky
Dari seluruh laporan mengenai flying humanoid, mungkin laporan yang paling spektakuler adalah yang terjadi pada tanggal 14 February 2004.

Saat itu, Ana Luisa Cid yang juga seorang skywatcher dan dua saksi lainnya berhasil merekam flying humanoid di Mexico City. Menurut Ana, objek itu terlihat seperti sebuah tubuh hitam besar di bawah dan memiliki struktur yang bergetar di atasnya. Kedua bagian itu menempel dan diam hampir tak bergerak di udara.


Tiba-tiba, objek tersebut melakukan aksi yang tidak pernah terlihat sebelumnya.

Saat Ana merekam, Objek itu sedang bergantung di udara. Namun kemudian muncul sebuah objek gelap kecil di bawah objek yang lebih besar itu. Kemudian, tanpa diduga, "Flying Humanoid" itu menghisap objek kecil itu.

Lalu, keseluruhan objek terpisah. Tubuh bagian bawah berubah menjadi seperti enititas hitam besar dengan sayap. Sedangkan tubuh bagian atas terlihat seperti entitas bersayap yang bergetar dan menyeimbangkan diri seperti pendulum di udara.

Beberapa menit kemudian objek hitam kecil kembali dilepaskan oleh objek yang lebih besar dan terbang menghilang di balik bukit.

Dua bagian tubuh yang tersisa kemudian bergabung kembali dan terbang menjauh hingga menghilang dari pandangan mata.

Kalau kalian bingung dengan deskripsi di atas, lihat saja rekaman di bawah ini.




Peristiwa yang disaksikan Ana ini kemudian dijuluki "The Entity Reunion in the Sky". Hingga saat ini, peristiwa aneh ini tetap tidak terpecahkan. (Walaupun dari rekaman Sedikit terlihat seperti helikopter)

Humanoid dengan Lampu Merah

Penampakan lainnya terjadi pada tanggal 17 Juni 2005. Ketika itu, Horacio Roquet dan saudara perempuannya menyaksikan makhluk humanoid terbang di atas gedung di Unidad Habitacional Lomas de Platero. Makhluk itu memandangi mereka dengan tatapan mengancam. Menurut Horacio lagi, makhluk itu memiliki peralatan di pinggangnya yang mengeluarkan cahaya merah.


Rekaman yang berhasil diambil Horacio menjadi salah satu rekaman terpenting dalam penelitian mengenai Flying Humanoid.

Beberapa Penjelasan Alternatif
Apakah ini semua adalah hoax ?

Mungkin tidak. Sepertinya laporan ini ditanggapi dengan serius karena beberapa peneliti independen yang kredibel seperti MonsterQuest dari History Channel pernah mendedikasikan diri untuk menyelidiki fenomena ini.

Baiklah, Jika kita beranggapan bahwa rekaman itu otentik dan bukan sebuah rekayasa, Apakah identitas objek-objek ini sebenarnya ?


Ini beberapa kemungkinan yang diajukan oleh para peneliti :

Williams X-Jet
Mesin Williams X-Jet adalah sebuah peralatan yang dibuat pada tahun 1980an oleh Williams International untuk militer Amerika Serikat. Percaya atau tidak, peralatan yang terlihat "tidak meyakinkan" ini benar-benar bisa terbang. Ia bahkan bisa mencapai ketinggian hingga sekitar 3 km dengan kecepatan 60 mph. Namun sayang, mesin ini hanya mampu terbang sekitar 30 menit. Karena itu juga, proyek ini kemudian dibatalkan oleh militer Amerika.


Apakah flying humanoid Mexico adalah orang yang sedang mengendarai mesin ini ? Mungkin Tidak. Saya tidak melihat kemiripannya dengan foto-foto di atas.

Kalau begitu, kita akan melihat kemungkinan kedua, yaitu Jetpack.

Jetpack
Mungkin sebagian dari kalian ingat dengan sebuah film tahun 1991 yang berjudul "The Rocketeer". Dalam film itu diceritakan mengenai sebuah mesin jet yang dipasang di punggung seseorang yang bisa membawanya terbang. Ternyata mesin dengan kemampuan itu benar-benar ada di dunia.


Sebagian orang percaya bahwa flying humanoid yang terlihat sebenarnya adalah seseorang yang sedang terbang dengan Jetpack.

Mungkin teori ini ada benarnya karena pada tahun 2005, sebuah perusahaan Mexico bernama Tecnologia Aerospacial Mexicana yang memproduksi mesin ini mulai mengadakan uji coba. Mereka berhasil menerbangkan serang wanita bernama Isabel Lozano dihadapan jutaan penonton televisi. Lagipula, kesaksian pilot Mexico yang saya singgung di atas memang menyebutkan adanya peralatan seperti Backpack pada flying humanoid.

Tapi sayangnya, foto-foto flying humanoid yang kita punyai tidak menunjukkan adanya kemiripan dengan seseorang yang terbang dengan backpack. Jadi jawaban inipun masih mendapat tantangan dari banyak pihak. Lagipula, jika rekaman flying humanoid memang menunjukkan seseorang dengan jetpack, mengapa tidak ada yang mengklarifikasinya ?


Balon Udara
Ini kemungkinan lain yang sangat masuk akal. pada tahun 2008, di Mexico pernah terlihat objek terbang berbentuk "seseorang dengan topi penyihir yang sedang mengendarai sapu". Penampakan ini pada awalnya dianggap sebagai laporan "Flying Humanoid" lainnya. Namun kemudian diketahui bahwa objek itu ternyata hanya sebuah balon udara.

Kalian bisa melihat rekaman video hoax itu di sini.

Apakah flying humanoid adalah sebuah balon udara yang salah identifikasi ? Sekali lagi, jika ini kasusnya, mengapa tidak ada yang mengklarifikasinya ?

Atau....
Saya ingin ikut berspekulasi, tapi hanya satu foto yang akan saya komentari. Coba kalian lihat kembali foto dari rekaman Guerrero Maret 2000 di bawah ini. Lihat posisi tangan dan kakinya.

Foto ini mengingatkan saya pada satu hal.


Apakah ini ?


Mirip ? Yah...ini cuma tebakan saya saja. Tapi jika tebakan saya benar, maka itu berarti Guerrero telah berbohong. Tapi namanya juga tebakan, tidak usah dianggap serius :)

Flying Humanoid - penutup
Beberapa dari kalian mungkin akan mencurigai mengapa penampakan ini hanya terjadi di Mexico. Tapi kecurigaan itu tidak beralasan karena sebenarnya flying humanoid juga pernah terlihat di tempat lain seperti Polandia dan Amerika Serikat.

Tapi jika kalian bertanya mengapa hanya skywatchers yang berhasil merekamnya, maka kalian punya alasan yang tepat untuk mencurigai keotentikan rekamannya. Sayang, saya hanya menemukan rekaman "The Entity Reunion in the Sky" di youtube. Padahal saya ingin sekali menyaksikan rekaman Guererro :)

Ok, lalu, mungkin kalian bertanya kepada saya, Jadi itu objek apa ?

Untuk saat ini, kita anggap saja flying humanoid itu adalah ufo jenis lain yang memang belum terpecahkan misterinya.



(rense.com, wikipedia, terminally-incoherent.com )

Q & A: Apakah FBI memiliki departemen X-Files?

Saya membuat kategori baru di blog ini. Namanya Q & A, question and answer. Isi kategori ini adalah jawaban atas beberapa pertanyaan yang diajukan di blog ini. Jika pertanyaan itu cukup menarik namun tidak membutuhkan jawaban yang panjang, maka saya akan mempostingnya dan memasukkannya ke kategori ini.


Ini bukan berarti saya mengetahui semua jawaban atas pertanyaan yang diajukan. Saya hanya mencari jawabannya dari sumber yang kredibel di internet dan meneruskannya kepada kalian.

Ini pertanyaan pertama dari kategori ini :

Delly said...

Bahas soal X Files dong ?? Di FBI sono ada ga departemen ini ??

January 11, 2010 12:29 PM


Jawaban :

Di situs resmi FBI, pertanyaan ini dijawab dalam bagian Top Ten Myths in FBI History. Saya menerjemahkannya kata per kata.

Myth #9) The FBI has �X-Files.�

Well, pertama, FBI tidak bertujuan untuk menyelidiki peristiwa supranatural seperti yang dilakukan Scully dan Mulder di film seri the X-Files. Ya, kami memang memiliki beberapa kasus yang berhubungan dengan fenomena yang tidak biasa seperti mutilasi ternak, ufo dan Roswell. Namun itu hanya karena beberapa orang mulai melaporkan sesuatu dan kami menerima dan mencatat laporan tersebut.

Beberapa kasus itu memang memiliki potensi pelanggaran terhadap hukum-hukum federal di dalam wilayah yurisdiksi kami sehingga kami menyelidikinya. Salah satu contohnya adalah Operation Majestic 12, sebuah organisasi yang disebut merupakan kumpulan rahasia para pejabat pemerintah yang ditugaskan presiden Truman untuk mempelajari insiden Roswell. Ketika dokumen yang disebut-sebut sebagai dokumen rahasia Majestic 12 muncul ke permukaan, kami diminta untuk menyelidiki kemungkinan adanya pembocoran informasi rahasia negara.

Biro akhirnya menyimpulkan bahwa dokumen tersebut palsu. Jadi, intinya adalah : Walaupun agen-agen FBI yang memburu alien dan makhluk supranatural lainnya bisa menjadi hiburan yang menarik, hal itu bukan deskripsi pekerjaan kami dan kami juga tidak memiliiki koleksi rahasia "X-Files" dimanapun.

Dalam situs fbi.gov juga terdapat satu bagian yang disebut "Unusual Phenomena Listing". Di dalamnya terdapat daftar beberapa kasus tidak biasa seperti yang disinggung di pernyataan diatas, yaitu :

Animal/Cattle Mutilation
Majestic 12
Project Blue Book

Roswell
Unidentified Flying Objects.


Jadi, FBI memang menyelidiki beberapa kasus yang tidak biasa, namun biro ini tidak memiliki departemen X-Files.

Mungkin beberapa dari kalian akan berkata,"Tapi, brother enigma, bisa saja kan mereka menutup-nutupinya ?"

Untuk pertanyaan itu, brother enigma tidak punya jawabannya :)



(Sumber dan link ke situs FBI sudah saya sertakan di dalam tulisan)


Teka-teki harta karun Olivier Levasseur yang hilang

Kita sering mendengar mengenai legenda bajak laut dan harta karunnya yang tersembunyi. Tapi mungkin banyak yang belum pernah mendengar bahwa ada harta bajak laut yang dihubungkan dengan perkumpulan freemason. Ini adalah kisah bajak laut bermata satu, Olivier Levasseur.


Olivier Levasseur lahir di Calais, Perancis, sekitar tahun 1688 - 1690. Nama aliasnya adalah Le Buse atau La Bouche (elang). Julukan ini diperolehnya karena kecepatannya dalam menyerang musuh. Kita mungkin mengira bahwa bajak laut adalah mereka yang berasal dari kaum berandalan, namun tidak demikian dengan Levasseur. Ia lahir dari kalangan borjuis dan berada. Ia bahkan pernah mendapatkan pendidikan yang baik hingga akhirnya menjadi anggota pasukan angkatan laut Perancis.

Petualangannya dimulai ketika terjadi perang Spanish Succession tahun 1701-1714. Levasseur ditugaskan untuk bertempur di dalam perang ini. Ketika perang berakhir, ia dipanggil pulang oleh pemerintah Perancis. Namun ia menolak dan malah bergabung dengan bajak laut Benjamin Hornigold tahun 1716. Akibat perang yang dijalaninya, Olivier membawa sebuah bekas luka di dekat matanya yang membuat pandangannya menjadi lebih terbatas.

Setelah satu tahun melakukan berbagai pembajakan, perkumpulan Hornigold terpecah. Olivier berpisah dan mencoba peruntungannya di pantai barat Afrika. Pada tahun 1719, ia bekerja sama dengan bajak laut Howell Davis dan Thomas Cocklyn.

Pada tahun 1720, mereka menyerang pelabuhan Ouidah di pantai benin dan berhasil menghancurkan benteng-benteng disana. Pada tahun yang sama ia mengalami karam kapal di laut merah dan terdampar di pulau Anjouan, salah satu pulau di Comoro. Saat itu, satu matanya sudah benar-benar menjadi buta dan ia memutuskan untuk memakai penutup mata.

Pada tahun 1721, ia membangun markasnya di pulau Saint Mary, di dekat pantai Madagaskar. Bersama John Taylor dan Edward England, mereka berhasil melakukan beberapa pembajakan yang berhasil. Hasil pertama mereka adalah saat mereka berhasil membajak kapal Laccadives dan berhasil mendapatkan harta senilai 75.000 pound (sekitar 10,35 juta pound saat ini).

Kemudian, kesuksesan mereka yang terbesar datang ketika mereka berhasil menaklukkan kapal portugis Nossa Senhora do Cabo (The Virgin of the Cape) yang penuh dengan harta milik uskup Goa yang juga ada di atas kapal. Harta yang didapat antara lain batangan emas dan perak, lusinan kotak penuh dengan koin golden guineas, berlian, mutiara, batu rubi, sutra dan objek-objek religius dari katedral Saint Catarina di Goa, termasuk Flaming Cross of Goa yang terbuat dari emas murni. Total harta ini diperkirakan bernilai 100 juta poundsterling pada tahun 1968.

Namun petualangan Levasseur berakhir ketika ia ditangkap dan digantung pada tanggal 7 Juli 1730 di pulau Bourbon. Dan dari sinilah legenda mengenai harta yang hilang mulai berkembang.

Legenda mengatakan bahwa ketika ia berdiri di tiang gantungan dengan sepotong kain hitam menutupi matanya, ia mengenakan sebuah kalung yang berisi 17 baris pesan rahasia. Ia melemparkannya ke tengah kerumunan massa yang menyaksikannya dan berteriak,"Temukan hartaku bagi kalian yang bisa mengartikannya!"


Kisah mengenai kalung misterius dan harta ini menghilang selama beberapa abad dari publik hingga tahun 1923. Pada saat itu, seorang wanita bernama Mrs. Rose Savoy yang sedang berjalan-jalan menemukan beberapa ukiran di bebatuan di pantai Bel Ombre dekat Beau Vallon di pulau Mahe, Seychelles.

Selama ini ukiran tersebut tersembunyi dari pandangan akibat air pasang. Namun karena kondisi air yang surut tahun itu, ukiran itu mulai terlihat dan menunjukkan bentuk anjing, ular, kura-kura, kuda, lalat, dua gambar hati yang bersatu, sebuah lubang kunci, mata, kotak, tubuh seorang wanita dan kepala seorang pria.

Seorang notaris yang tinggal di Victoria yang mendengar berita ini percaya bahwa ukiran ini pastilah dibuat oleh para bajak laut. Ia lalu mencari ke dalam arsip-arsip tuanya dan menemukan dua dokumen yang mungkin memiliki hubungan dengan ukiran tersebut. Dokumen pertama adalah sebuah peta pantai Bel Ombre yang terbit tahun 1735 di Lisabon. Dalam peta tersebut tertulis : "Pemilik tanah..La Buse." La Buse adalah nama lain Levasseur.

Dokumen kedua adalah wasiat terakhir dari bajak laut Bernardin Nageon de L'Estang alias Le Butin (penyair) yang meninggal 70 tahun setelah Levasseur yang dengan suatu cara berhasil memiliki harta Levasseur. Dalam wasiat ini tetulis 3 baris Kriptogram dan dua surat.

Salah satu surat tersebut ditujukan untuk keponakannya :

"Aku kehilangan banyak dokumen selama karam kapal. Aku telah berhasil mengumpulkan kembali sejumlah harta yang disembunyikan; Namun masih ada empat lagi yang tertinggal. Kamu bisa menemukannya dengan kunci dan kombinasi dan dengan dokumen lainnya."

Lalu, surat lain yang ditujukan untuk kakak laki-lakinya berbunyi :

"Kapten kami terluka. Ia berusaha memastikan bahwa aku adalah benar seorang freemason. Setelah yakin, ia mempercayakan kepadaku dokumen-dokumen dan rahasianya kepadaku. Berjanjilah bahwa anak tertuamu akan mencari harta tersebut dan memenuhi mimpiku membangun kembali rumah kita. Komandan akan menyerahkan dokumen-dokumen tersebut. Jumlahnya ada tiga."

Surat ini pertama kalinya menunjukkan adanya kemungkinan keterkaitan antara perkumpulan freemason dengan harta Levasseur.

Notaris itu kemudian menghubungi Mrs. Savoy dan bersama-sama mereka melakukan penggalian di batu yang ditemukan Mrs.Savoy. Dibawah batu yang memiliki ukiran mata, mereka menemukan dua peti mati yang berisi dua kerangka beserta satu kerangka tanpa peti mati. Tiga kerangka tersebut dipercaya sebagai bajak laut karena cincin emas yang ada pada telinga kiri masing-masing. Tapi tidak ada harta yang ditemukan.

Pada tahun 1947, seorang Inggris bernama Reginald Cruise Wilkins, tetangga Mrs.Savoy mulai mempelajari dokumen-dokumen tersebut. Ia mulai dari tiga kriptogram dan dua surat yang ditemukan dan menemukan bahwa alphabet misterius tersebut memiiki hubungan dengan simbol masonik.

Wilkins juga menemukan bahwa kriptogram tersebut memiliki hubungan dengan Zodiak, buku clavicles of Solomon dan Dua belas tugas Herkules. Buku Clavicles of Solomon adalah sebuah buku yang berasal dari abad pertengahan yang berisi mistik masa reinassance. Sedangkan dua belas tugas Herkules adalah mitos dari Yunani mengenai dua belas tugas yang harus diselesaikan oleh Herkules.

Dalam usahanya yang panjang dan melelahkan, Wilkins berhasil memecahkan sebagian isi kriptogram tersebut. Ia menemukan petunjuk bahwa harta tersebut berada di sebuah ruang rahasia di dalam tanah. Ruangan itu dilindungi oleh air pasang yang membutuhkan bendungan untuk menahannya dan harus didekati dari sebelah utara. Akses ke dalamnya harus dilakukan lewat tangga batu dan terowongan yang menuju ke bawah pantai.

Wilikins melakukan beberapa penggalian di pulau Mahe. Di dalam sebuah gua, ia menemukan beberapa pistol kuno, beberapa koin dan peti mati bajak laut. Namun Ia tidak menemukan harta karun. Setiap penggalian yang dilakukannya, selalu merujuk kepada petunjuk berikutnya. Mengenai hubungan harta tersebut dengan freemasonry juga masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Setelah mencari selama 27 tahun, Wilkins mulai kehabisan dana. Para investor yang tidak sabar mulai menolak mensponsorinya. Lagipula kesehatannya semakin menurun. Namun Wilkins percaya bahwa ia sudah sangat mendekati lokasi harta tersebut. Sayang, pada tanggal 3 Mei 1977 Wilkins meninggal dunia tanpa berhasil memecahkan potongan terakhir kode rahasia tersebut. Saat ini anaknya, John, yang berprofesi sebagai guru sejarah, meneruskan usahanya untuk menemukan harta tersebut.

"Temukan hartaku, bagi kalian yang bisa mengartikannya!" Dan suara tawa Levasseur terdengar menggema dari dalam kuburannya.


Notes :

Kuburan Olivier Levasseur saat ini berada di pulau Reunion, wilayah Perancis yang terletak di laut Hindia, sebelah selatan Madagaskar. Sedangkan Seychelles tempat harta itu berada adalah sebuah negara kepulauan yang kecil di Samudera Hindia, Timur Laut Madagaskar. Negara ini diapit oleh Mauritius, pulau Reunion, Komoro, Mayotte dan Maladewa. Luasnya sekitar 455 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 80.000 jiwa.

(wikipedia)

Dua korban Titanic ditemukan selamat karena Lorong waktu - Klarifikasi

Sejak tahun 2008, beredar kisah ditemukannya dua korban selamat Titanic termasuk sang kapten setelah 79 tahun berlalu. Kedua korban tersebut disebut tidak bertambah tua sedikitpun dan kisah ini dianggap sebagai pembuktian bahwa Lorong Waktu benar-benar ada. Benarkah kisah ini pernah terjadi ?


Sebenarnya, saya sudah menerima pertanyaan mengenai kisah ini sejak beberapa bulan yang lalu dari seorang teman. Namun dua hari yang lalu, ketika salah seorang dari kalian menanyakannya kembali, saya baru teringat dan memutuskan untuk menulis mengenai kisah misterius ini.

Saya rasa banyak dari kalian sudah pernah mendengarnya karena ketika saya mencari referensi mengenai kisah ini, saya menemukan kisah yang sama persis dengan kalimat yang sama persis di entah berapa banyak Blog, website, link facebook dan hampir semua forum.

Untuk menyegarkan ingatan kalian, saya akan menampilkan kembali kisahnya, Kali ini saya akan mengkopi pastenya dari sumber yang bersangkutan. Tapi, saya akan mencantumkan sumber beserta linkback ke web yang bersangkutan :

DUA orang korban musibah Kapal Titanic pada tahun 1912, tiba-tiba muncul dalam keadaan masih hidup. Secara fisik mereka tidak berubah persis seperti semula. Teori lorong waktu telah menjawabnya. Misteri peristiwa yang terjadi beberapa tahun yang lalu, dan yang membuat gempar adalah nasib mujur kemunculan kembali korban Kapal Laut Titanic yang masih hidup.

Di antara kedua korban yang beruntung ini, yang satu adalah seorang penumpang wanita yang ditemukan pada tahun 1990, dan lainnya lagi adalah seorang kapten kapal Titanic yang ditemukan pada tahun 1991. Kapten kapal Smith ditemukan pada tanggal 9 Agustus 1991, setahun setelah ditemukannya seorang korban yang beruntung bernama Wenny Kathe, dia diselamatkan dari atas gunung es.

Selama berpuluh-puluh tahun hanyut terapung-apung di atas lautan, namun tidak membuatnya kelihatan tua dan lemah, Kapten Smith yang meskipun telah berusia 139 tahun, namun masih tampak seperti orang yang berusia 60 tahun lebih, dan bahkan dia masih menganggap bahwa saat itu adalah masa-masa sekitar tenggelamnya Kapal Titanic pada tanggal 15 April 1912. Melalui identifikasi sidik jari yang masih tersimpan dalam catatan pelayaran laut, maka bisa dipastikan identitas Kapten Smith.


Seorang lagi korban musibah Kapal Titanic, Wenny Kathe yang berusia 29 tahun diselamatkan di atas gumpalan es Samudera Atlantik Utara pada tanggal 24 September 1990. Namun yang membuat orang terkejut adalah sejak dia hilang pada tahun 1912 hingga sekarang, tidak terlihat tanda-tanda tua sedikitpun juga. Dia ditemukan dan diselamatkan di atas gumpalan es 363 km barat daya Islandia. Kantor pelayaran telah menemukan daftar nama penumpang Kapal Titanic dan menegaskan keaslian identitas dirinya. Smith, kapten kapal Titanic dan penumpangnya Wenny Kathe adalah saksi hidup orang hilang yang muncul kembali melalui lintasan lorong waktu. (
rileks.com)

Ketika membaca kisah ini, sebagian dari kalian akan segera percaya bahwa kisah ini hanyalah hoax belaka. Begitu juga saya. Sekarang, yang perlu saya lakukan adalah membuktikannya. Dan penyelidikan sayapun dimulai.

Semuanya diawali dari sebuah pertanyaan. Jika memang ini adalah kisah nyata, mengapa saya tidak pernah mendengarnya dibahas di televisi atau koran ? Mengapa saya tidak pernah melihat kapten Smith atau Wenny Kathe muncul di TV dan berbicara mengenai pengalamannya ? Apakah mungkin saya yang kuper dan jarang menonton Televisi ?

Jadi saya membuka google dan mengetik kata Wenny Kathe, mencoba untuk menemukan kisah ini di discovery atau national geographic, atau paling tidak di salah satu media asing lainnya. Ketika saya mengetik nama itu, google menemukan 3.510 hasil pencarian. Oh My God, this must be real story !

Tapi, tunggu...ada yang janggal. Semua hasil pencarian yang muncul adalah kisah yang berbahasa Indonesia. Saya mengklik hasil pencarian tersebut hingga halaman terakhir google dan menemukan hanya 2 blog berbahasa Inggris dan 1 blog berbahasa Melayu (bisa Malaysia atau Brunei) yang membahas kisah ini. Saya tidak menemukan kisah ini dibahas di Discovery atau media Asing lainnya. There Is Something Wrong !

Setelah saya mengecek dua blog berbahasa Inggris tersebut, ternyata satu diantaranya dibuat oleh orang Indonesia. Jadi tinggal satu blog lagi yang bernama theuniquenews.blogspot.com yang memposting kisah ini pada bulan Februari 2007 . Dan saya percaya blog inilah yang PERTAMA KALI memuat kisah ini di internet. Blog yang berbahasa Melayu yang juga memuat kisah ini bernama kebenarannya.tripod.com. Tidak ada keterangan tanggal atau bulan ia memposting kisah ini.

Seperti yang sudah saya katakan, saya menemukan kisah ini dengan kalimat bahasa Indonesia yang sama persis di seluruh blog dan web yang bisa saya temukan di google, dan hampir semua blog yang mengkopi paste kisah ini tidak mencantumkan sumber. Jadi, pada awalnya saya mengalami kesulitan untuk menemukan sumber pertama dari kisah ini (di media Indonesia).

Tapi akhirnya saya menemukan dan saya percaya (walaupun bukti saya juga tidak kuat) bahwa web yang pertama kali mempopulerkan kisah ini di Indonesia adalah rileks.com yang mempostingnya pada tanggal 07 Juni 2008. Mungkin rileks.com menerjemahkannya dari uniquenews.blogspot.com atau blog kebenarannya.tripod.com.

Lalu sayapun meneruskan penyelidikan.

Pertama, saya membaca kisah ini dan berusaha memahaminya. Lalu, saya menemukan beberapa kejanggalan atau ketidakakuratan yang menurut saya cukup mengganggu.

Misalnya, kapten Smith harusnya berusia 141 tahun pada tahun 1991, bukan 139 tahun. Lalu disebutkan bahwa identitas kapten Smith diverifikasi dengan catatan sidik jari yang tersimpan di catatan pelayaran. Saya meragukan bahwa tahun 1912, catatan pelayaran sudah menggunakan sidik jari untuk mendata awaknya.

Kemudian di paragraf kedua, disebutkan bahwa Wenny Kathe diselamatkan dari gunung es, sedangkan di paragraf keempat disebutkan bahwa Wenny diselamatkan dari atas gumpalan es. Gunung dengan gumpalan es tentu saja berbeda.

Lalu, mungkin yang paling mengganggu adalah kontradiksi kalimat di dalam kisah itu.

Kisah di atas dikaitkan dengan fenomena lorong waktu karena disebut :

"Kapten Smith yang meskipun telah berusia 139 tahun, namun masih tampak seperti orang yang berusia 60 tahun lebih, dan bahkan dia masih menganggap bahwa saat itu adalah masa-masa sekitar tenggelamnya Kapal Titanic pada tanggal 15 April 1912 "

Tapi teori lorong waktu dipatahkan oleh kalimatnya sendiri yang berbunyi :

"Selama berpuluh-puluh tahun hanyut terapung-apung di atas lautan, namun tidak membuatnya kelihatan tua dan lemah."

Jika Kapten Smith terapung-apung di laut selama puluhan tahun, apakah itu ada hubungannya dengan lorong waktu ? Saya rasa tidak. Jika ia masuk ke dalam lorong waktu, maka ia hanya butuh waktu sekejap untuk sampai ke tahun 1991.

Ya, saya semakin yakin bahwa kisah ini adalah hoax. Tapi, seperti yang sering saya katakan. Sebuah kisah tidak bisa disebut hoax tanpa bukti yang kuat. Saya merasa belum menemukan bukti yang bisa meyakinkan kalian para pembaca bahwa kisah ini hanyalah imajinasi. Lagipula, saya tahu bahwa pembaca blog enigma adalah orang-orang yang kritis dan jeli (ini terbukti dari komentar-komentar kalian).

Ada yang mengatakan bahwa untuk mengetahui kebenaran sebuah peristiwa, kita harus berada langsung di tempat kejadian. Tapi, Saya rasa tidak demikian. Saya tidak perlu ada di Haiti untuk mengetahui bahwa terjadi gempa besar disana beberapa hari yang lalu. Untuk mengetahui kebenaran sebuah peristiwa, kita hanya perlu mencari bukti yang berdasarkan pada "common sense" bisa disebut sebagai bukti yang kuat. Dan saya rasa, internet dapat menjadi salah satu sarananya.

Ok, sekarang saya akan melanjutkan penyelidikan untuk mencari bukti yang lebih meyakinkan.

Seperti yang saya katakan, ada sesuatu yang salah. Nama Wenny Kathe tidak bisa ditemukan dimanapun di web berbahasa Inggris selain dua blog yang telah saya singgung tadi. Jadi saya memutuskan untuk berfokus pada nama ini. Lagipula, ia tokoh utama kita kan ?

Tapi bagaimana caranya ? Bukankah nama ini tidak ditemukan di sumber-sumber media asing ?

Karena itu, saya memutuskan untuk langsung mencari nama ini di tempat yang seharusnya, yaitu di daftar penumpang kapal Titanic yang tenggelam itu. Ya, di internet, daftar nama seperti sangat gampang ditemukan. Jadi, saya masuk ke encyclopedia-titanica.org dan...... Eureka !

Maksud saya dengan Eureka adalah saya MENEMUKAN bahwa nama Wenny Kathe TIDAK ada di dalam daftar penumpang Titanic. Wenny Kathe ternyata tokoh fiktif.

Karena itu potongan kalimat di atas mengenai Wenny Kathe yang berbunyi : "Kantor pelayaran telah menemukan daftar nama penumpang Kapal Titanic dan menegaskan keaslian identitas dirinya." adalah pernyataan palsu ! Ini adalah sebuah fakta !

Soal kapten Smith, kita semua tahu bahwa dia bukan tokof fiktif. Kapten Edward John Smith memang kapten kapal Titanic.

Sekarang, saya sudah mendapatkan satu fakta. Karena nama Wenny Kathe adalah tokoh fiktif, saya tidak bisa lagi menggunakan kata kunci itu di google. Lalu, saya bereksperimen dengan beberapa kata kunci dan akhirnya saya menemukan sebuah petunjuk yang mungkin bisa menjadi bukti yang konklusif dan kuat untuk meyakinkan kalian bahwa kisah ini adalah sebuah hoax.

Petunjuk yang saya maksud adalah sumber pertama kali kisah ini muncul di dalam bahasa Inggris.

Ya, Ternyata saya salah.

Saya salah karena ternyata bukan theuniquenews.blogspot.com yang pertama kali memuat kisah ini. Sumber pertamanya adalah majalah Weekly World News Edisi Juni 1992 !

Saya menemukan majalah ini di dalam arsip google books. Ini sampul majalah itu edisi Juni 1992.


Saya tahu, kalian tidak suka dengan sampulnya yang kesannya seperti majalah "freak", majalah ini memang majalah semi fiksi yang sering memuat berita-berita imajinatif. Contohnya dalam salah satu edisi, majalah ini pernah memuat foto seekor monster laut yang sedang menyerang sebuah perahu. Dalam artikel ini, kejadian dan foto itu disebut sebagai kisah nyata.


Ini contoh artikel di dalam edisi Juni 1992.


Amazing right ?

Lalu ini halaman yang memuat kisah Titanic kita.


Dengan integritas majalah yang seperti ini, Bisakah kita menyebutkan bahwa kisah ini adalah hoax ?

Tentu saja belum ! Majalah ini juga pernah memuat berita nyata. Tapi saya menemukan sebuah petunjuk lainnya. Petunjuk yang saya maksud adalah foto wanita di bawah kiri itu. Baca nama yang ada di bawahnya.


Perempuan yang selamat dari Titanic yang disebut di majalah itu ternyata bernama Winnie Coutts, bukan Wenny Kathe. Pantas, saya tidak bisa menemukan nama Wenny Kathe di dalam media bahasa Inggris. Jadi, fakta selanjutnya yang kita ketahui adalah bahwa media Indonesia mengikuti kesalahan theuniquenews.blogspot.com.

I am getting excited.

Sekarang, mata saya tertuju pada nama Winnie Coutts. saya kembali membuka google dan mengetik nama Winnie Coutts dan Eureka !

Yang saya maksud dengan Eureka adalah saya MENEMUKAN bahwa Winnie Coutts ternyata salah satu penumpang Titanic !

Sayapun kembali ke encyclopedia-titanica.org untuk melihat daftar penumpang Titanic dan saya menemukan nama Winnie Coutts memang ada di daftar penumpang kelas III. Kalian bahkan bisa melihat harga tiket yang ia bayar di gambar ini.



Jika Winnie Coutts memang benar penumpang Titanic, jangan-jangan....Weekly World News tidak berbohong ? Pikiran ini memenuhi kepala saya selama beberapa saat.

Namun sekonyong-konyong, saya mendapatkan sebuah firasat. Jika dugaan saya benar, maka petunjuk ini dapat menjadi bukti konklusif yang saya cari. Dengan segera saya kembali ke encyclopedia-titanica.org.

Dugaan saya ternyata benar ! saya MENEMUKAN bahwa Winnie Coutts ternyata SELAMAT dari bencana Titanic. Setelah tragedi itu, ia dan keluarganya pindah ke New Jersey hingga meninggal pada tanggal 29 February 1960 pada usia 84 tahun. Sedangkan kapten Smith, seperti yang kita ketahui bersama, tewas dalam peristiwa itu.

Weekly World News ternyata telah mencatut nama Winnie Coutts untuk menciptakan kisah fiktif ! Tidak ada penemuan Kapten Smith atau Winnie Coutts (ataupun Wenny Kathe) pada tahun 1990 dan 1991.

Jika Weekly World News menggunakan nama penumpang Titanic yang hilang, maka mungkin masih ada unsur yang bisa diperdebatkan. Tapi dengan menggunakan nama penumpang yang selamat, seakan-akan majalah ini ingin memberitahukan kepada kita bawa kisah ini hanyalah sebuah hoax.


Penutup

Saya menghempaskan tubuh ke tempat tidur. Sepertinya saya telah menemukan bukti yang cukup kuat untuk meyakinkan kalian, para pembaca yang budiman, bahwa kisah mengenai penumpang Titanic dan Lorong Waktu sebenarnya hanyalah sebuah Imajinasi. Lelah. Tapi, rasa ingin tahu mengenai beberapa detail masih menggantung di benak saya. Saya berjalan menuju meja dan membuka laptop saya kembali dan...Ah, sudah capek. lagipula, saya rasa bukti-bukti yang saya ajukan sudah cukup meyakinkan. Jadi saya menutup laptop lalu membaringkan diri di tempat tidur dan memejamkan mata. Lega rasanya.


(Semua sumber dan linknya sudah saya sertakan di dalam tulisan)


Fenomena Deja Vu yang misterius

Pernahkan anda mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba anda merasa familiar dengan rumah tersebut ? Atau pernahkah anda berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa anda sudah mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya ? itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.


"Om, saya merasakan bahwa saya pernah melakukan hal yang sama, gerakan yang sama dan lain- lain"

Suatu hari, kalimat di atas masuk ke kotak komentar di blog ini. Walaupun kalimat itu terdengar menakutkan dan misterius, tapi untuk kasus ini sepertinya saya punya jawabannya. Inilah yang disebut deja vu.

Banyak dari kita yang sudah pernah mendengar kata ini, tapi mungkin hanya sedikit yang mengetahui artinya.

Definisi Deja Vu
Deja vu berasal dari kata Perancis yang berarti "telah melihat". Kata ini mempunyai beberapa turunan dan variasi seperti deja vecu (telah mengalami), deja senti (telah memikirkan) dan deja visite (telah mengunjungi). Nama Deja Vu ini pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mempelajari fenomena ini tahun pada 1876.

Selain deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari deja vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Saya rasa sebagian dari kalian juga sering mengalaminya.


Sebelum kita melihat mengenai deja vu, pertama, kita perlu mengetahui apa yang disebut dengan "Recognition Memory", atau memori pengenal.

Recognition Memory
Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.

Otak kita berfluktuasi antara dua jenis Recognition Memory, yaitu Recollection dan Familiarity. Kita menyebut sebuah ingatan sebagai Recollection (pengumpulan kembali) jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan situasi yang kita alami pernah muncul sebelumnya. Contoh, jika kita bertemu dengan seseorang di toko, maka dengan segera kita menyadari bahwa kita sudah pernah melihatnya sebelumnya di bus.

Sedangkan ingatan yang disebut Familiarity muncul ketika kita tidak bisa menyebut dengan pasti kapan kita melihat pria tersebut. Deja Vu adalah contoh Familiarity.

Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.

Percaya atau tidak, 60 sampai 70 persen manusia di bumi ini paling tidak pernah mengalami deja vu minimal sekali, apakah itu berupa pandangan, suara, rasa atau bau. Jadi, jika anda sering mengalami deja vu, jelas anda tidak sendirian di dunia ini.

Teori-Teori Deja Vu
Walaupun Emile Boirac sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya. Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga akhirnya kita mendapatkan Paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.

Pada tulisan ini, tidak mungkin saya membahas 40 teori tersebut satu persatu. Jadi saya akan memilih beberapa teori yang saya anggap perlu diketahui. Pertama, saya akan mulai dari teori psikolog legendaris, Sigmund Freud. Tapi sebelum itu, saya ingin menunjukkan kepada kalian sebuah gambar yang sangat terkenal. Ini dia :


Foto di atas adalah foto ilustrasi "Puncak gunung es" yang terkenal. Para ahli "otak" sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.

Menurut mereka, sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.

Gangguan akses memori
Sigmund Freud yang sering dijuluki sebagai bapak psikoanalisa pernah meneliti mengenai fenomena ini dan ia percaya bahwa seseorang akan mengalami Deja Vu ketika ia secara spontan teringat dengan sebuah ingatan bawah sadar. Karena ingatan itu berada pada area bawah sadar, isi ingatan tersebut tidak muncul karena dihalangi oleh pikiran sadar, namun perasaan familiar tersebut bocor keluar.

Teori Freud ini terbukti menjadi landasan bagi teori-teori yang muncul berikutnya.

Namun sebelum saya membahas teori-teori yang lain, saya ingin mengajak kalian untuk mengenal satu kata ini terlebih dahulu, yaitu "Subliminal". Subliminal berasal dari kata latin, yaitu "sub" dan "Limin atau Limen". "Sub" berarti bawah, sedangkan "Limin" berarti ambang batas. Dalam artian psikologi, subliminal berarti beroperasi dibawah sadar.

Lagi-lagi berhubungan dengan bawah sadar. Maksud saya memperkenalkan kata ini adalah untuk memahami teori di bawah ini.

Perhatian yang terpecah - teori ponsel
Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Dalam percobaannya, ia dan rekannya Elizabeth Marsh memberikan sugesti subliminal kepada subjek penelitiannya.

Mereka menunjukkan sekumpulan foto yang menunjukkan lokasi-lokasi yang berbeda kepada sekelompok pelajar dengan maksud bertanya kepada mereka mana yang dianggap paling familiar bagi mereka. Dalam percobaan ini, semua pelajar yang diuji belum pernah mengunjungi lokasi-lokasi yang ada di foto tersebut.

Namun sebelum mereka menunjukkan foto-foto itu, terlebih dahulu mereka menayangkan sebagian foto itu di layar dengan kecepatan subliminal sekitar 10 sampai 20 milidetik. Kecepatan itu cukup bagi otak manusia untuk menyimpan informasi itu di bawah sadar, namun tidak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari dan menaruh perhatian padanya.

Dalam percobaan ini terbukti bahwa lokasi-lokasi pada foto-foto yang sudah ditayangkan dengan kecepatan subliminal dianggap paling familiar bagi para pelajar itu.

Eksperimen serupa pernah diadakan oleh Larry Jacobi dan Kevin Whitehouse dari Washington University. Bedanya, mereka menggunakan sekumpulan kata-kata, bukan foto. Namun hasil yang didapat sama dengan eksperimen Dr. Alan Brown.

Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).

Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.

Contoh, jika kita memasuki sebuah rumah sambil ngobrol dengan orang lain, maka perhatian kita tidak akan terpaku kepada kondisi rumah itu, namun otak kita telah menyimpan informasi itu secara subliminal di bawah sadar. Ketika kita selesai ngobrol, pikiran kita mulai fokus dan informasi yang tersimpan di bawah sadar mulai muncul. Seketika itu juga kita mulai merasa familiar dengan rumah itu.

Jadi, berdasarkan teori ini, deja vu tidak berhubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah berlangsung lama.

Memori dari sumber lain
Ada lagi teori yang lain. Teori ini percaya bahwa otak kita menyimpan banyak memori yang datang dari berbagai aspek kehidupan kita, seperti film yang kita tonton, gambar ataupun buku yang kita baca. Informasi-informasi ini kita simpan tanpa kita sadari. Sejalan dengan lewatnya waktu, maka ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan informasi yang pernah kita simpan, maka memori yang tersimpan di bawah sadar kita akan bangkit kembali.

Contoh, sewaktu kecil, mungkin kita pernah menonton sebuah film yang memiliki adegan di sebuah tugu atau monumen. Ketika dewasa, kita mengunjungi tugu ini dan tiba-tiba kita merasa familiar walaupun kita tidak ingat dengan film tersebut.

Teori ini mirip dengan teori ponsel, tapi teori ini setuju bahwa deja vu berhubungan dengan kejadian yang telah berlangsung lama di masa lampau.

Teori Pemrosesan Ganda (visi yang tertunda)
Dalam banyak hal, teori-teori mengenai penyebab Deja Vu tidak berbeda jauh dari yang diajukan oleh Sigmund Freud. Namun seorang peneliti bernama Robert Efron berusaha melihat lebih jauh kedalam mekanisme otak, bukan sekedar pikiran sadar atau tidak sadar. Walaupun sangat teknikal, teori yang diajukannya dianggap sebagai salah satu teori Deja Vu terbaik yang pernah ada.

Teori Efron ini berhubungan dengan bagaimana cara otak kita menyimpan memori jangka panjang dan jangka pendek. Ia menguji teori ini pada tahun 1963 di rumah sakit Veteran Boston. Menurutnya, respon syaraf yang terlambat dapat menyebabkan deja vu. Hal ini disebabkan karena Informasi yang masuk ke pusat pemrosesan di otak melewati lebih dari satu jalur.

Efron menemukan bahwa Lobus Temporal dari otak bagian kiri bertanggung jawab untuk mensortir informasi yang masuk. ia juga menemukan bahwa Lobus Temporal ini menerima informasi yang masuk dua kali dengan sedikit delay antara dua transmisi tersebut.

Informasi yang masuk pertama kali langsung menuju Lobus Temporal, sedangkan yang kedua kali mengambil jalan berputar melewati otak sebelah kanan terlebih dahulu.

Jika delay yang terjadi sedikit lebih lama dari biasanya, maka otak akan memberikan catatan waktu yang salah atas informasi tersebut dengan menganggap informasi tersebut sebagai memori masa lalu.

Deja Vu - Sepertinya saya pernah menulis ini.
Tidak, saya cuma bercanda. Ini pertama kalinya saya menulis mengenai Deja Vu. Walaupun tidak menakutkan seperti fenomena Doppelganger yang juga sering dihubungkan dengan aktifitas otak, Deja Vu tetap dianggap sebagai fenomena yang luar biasa misteriusnya.

Tapi jika kalian bertanya mengenai pendapat saya, maka saya rasa Sigmund Freud telah memecahkan misterinya.


(wikipedia, howstuffsworks.com, news.softpedia.com, scientificamerican.com)


Komentar Pilihan

Anonymous said...

Ini teory saya asli mas enigma (saya di merebot@gmail.com) cuma belum di coba pembuktiannya secara klinis... coba cek sama yang bermata sebelah (maaf picak) apakah bisa mengalami de javu, hipotesa saya selama ini adalah, mereka pasti belum merasakan de javu..

Karena de javu terjadi (mirip teori efron yang saya baru tahu detik ini di blog ini) adalah lambatnya reaksi otak menerima informasi sebelah mata dari mata lainnya ke otak... info mata yang lambat dianggap kejadian sebenarnya, info mata yang cepat dianggap kejadian masa lalu yang entah kapan,... de javu tak akan sanggup memprediksi kejadian kedepan karena memang belum masuk informasi ke depan oleh matanya. Dia hanya akan merasa, "ih kayanya pernah,... " saya penikmat de javu. Tak pernah takut mengalaminya, bahkan enjoy


January 18, 2010 10:30 AM


Fenomena Doppelganger - Kembaran yang misterius

Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini ? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama ? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger.


Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti "Double Walker". Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini.

Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup. Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal.

Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini telah muncul dalam kisah-kisah rakyat Skotlandia dan Irlandia.

Kasus Dr.Wynn Wescott
Pada tanggal 12 April 1888, di British Museum of London, sebuah laporan doppelganger menciptakan kehebohan diantara karyawan museum. Dr. Wynn Wescott dan Pendeta W.T Lemon dijadwalkan untuk bertemu di ruang baca museum. Pendeta Lemon tiba beberapa menit lebih awal dan melihat Dr. Wescott sedang terlibat pembicaraan dengan seorang rekannya yang bernama Mrs. Salmon.

Tak berapa lama kemudian, Mrs Salmon dengan sopan mengucapkan salam kepada Dr.Wescott dan meninggalkan pembicaraan. Ia berjalan melewati pendeta Lemon dan juga memberi salam. Lalu, Mrs Salmon menoleh ke Dr.Wescott untuk memberitahu bahwa Pendeta Lemon telah tiba. Namun ia terkejut karena menyadari bahwa Dr. Wescott yang tadi berdiri telah hilang.

Pendeta Lemon dan Mrs. Salmon lalu bertanya kepada resepsionis dan petugas museum lainnya. Mereka mendapatkan jawaban yang sama. Semua memang melihat Dr. Wescott masuk ke ruangan itu, namun tidak ada yang melihat ia meninggalkan ruang tersebut. Kaget dan kuatir, mereka mengecek ke rumah Dr. Wescott dan tidak disangka mereka menemukan Dr. Wescott sedang terbaring di ranjang, sakit dan tidak meninggalkan tempat tidurnya sejak pagi.

Kasus Abraham Lincoln
Kasus doppelganger lainnya yang juga termahsyur adalah kasus yang dialami oleh Abraham Lincoln. Kisah ini diceritakan oleh Noah Brooks yang mengaku mendengarnya langsung dari Lincoln. Diceritakan bahwa saat Lincoln terpilih menjadi presiden, ia menjumpai "dirinya" dengan dua wajah di ruang tamunya. Satu wajah lebih pucat dibanding yang lainnya. Ketika ia mendekatinya, bayangan itu menghilang.

Lalu ia menghempaskan tubuhnya ke sofa untuk beristirahat dan bayangan itu muncul kembali. Beberapa hari kemudian, bayangan dirinya dengan dua wajah itu kembali muncul. Namun penampakan itu adalah penampakan yang terakhir kalinya. Ketika ia menceritakannya kepada istrinya, istrinya berkata bahwa dua wajah itu berarti Lincoln akan terpilih sebagai presiden untuk dua kali masa jabatan, sedangkan wajah kedua yang lebih pucat menunjukkan kalau ia tidak akan hidup melewati masa jabatan keduanya.

Entah darimana istrinya mengetahui hal itu, namun prediksinya terbukti benar karena pada tahun 1865 Lincoln terbunuh pada saat memegang masa jabatan keduanya.

Kasus Emilie Sagee
Dari antara semua kasus doppelganger yang ternama, mungkin kasus ini adalah kasus yang paling membingungkan. Kisah ini diceritakan oleh Robert Dale Owen yang mendengarnya dari Julie Von Guldenstubbe, anak kedua Baron Von Guldenstubbe.

Pada tahun 1845, ketika Julie berusia 13 tahun, ia menghadiri sekolah von Neuwlcke, sebuah sekolah khusus perempuan di dekat Latvia. Salah satu gurunya adalah seorang perempuan 32 tahun bernama Emilie Sagee. Walaupun Ms.Sagee dikenal sebagai guru yang baik, beredar rumor di sekolah tersebut bahwa "kembaran" Ms.Sagee sering terlihat muncul dan menghilang di hadapan para murid.

Pernah suatu kali diceritakan bahwa sementara Ms.Sagee sedang menulis di papan tulis, kembarannya yang sama persis muncul di sampingnya. Doppelganger itu meniru persis semua gerakan Ms.Sagee, bedanya ia tidak memegang kapur tulis. Peristiwa ini disaksikan oleh 13 murid di kelas tersebut.

Yang lebih luar biasa lagi adalah kejadian yang terjadi pada hari berikutnya. Pada saat itu, 42 murid sedang berkumpul di aula untuk pelajaran menjahit. Ms.Sagee sedang ada di kebun dan jelas terlihat dari jendela oleh para murid. Tiba-tiba, doppelganger Ms.Sagee muncul dan duduk di kursi di depan ruangan. Seorang murid yang pemberani berjalan maju dan berusaha menyentuh makhluk itu, namun ia merasakan ada sebuah hambatan yang tidak terlihat menghalanginya. Lalu doppelganger tersebut menghilang secara perlahan.

Ms.Sagee sendiri mengetahui hal ini, namun ia juga tidak mengerti fenomena apa yang sedang berlangsung. Menurutnya, ketika doppelgangernya muncul, ia bisa merasakan kelelahan yang amat sangat. Bahkan wajahnya berubah menjadi pucat pasi.

Doppelganger dan Budaya
Fenomena doppelganger memiliki banyak penjelasan beragam di berbagai bagian dunia. Di Denmark, ada sebuah kisah yang menyebutkan seekor Troll (makhluk mitos) menculik seorang wanita hamil dan kemudian menggantinya dengan doppelgangernya untuk menutupi kejahatannya.

Di dalam tradisi Yahudi, setiap orang dipercaya memiliki malaikat yang berwajah mirip sepertinya yang kadang-kadang muncul dan menampakkan diri.

Di dalam tradisi dan kepercayaan beberapa negara lainnya, doppelganger secara sederhana diartikan sebagai roh jahat yang mengambil rupa seorang manusia.

Teori Dr.Peter Brugger
Dalam konteks sains, Dr.Peter Brugger dari Zurich University Hospital, mengajukan teori adanya Doppelganger Syndrom. Sindrom ini, menurut Dr.Brugger, adalah sebuah perasaan dimana seorang pasien amputasi bisa merasakan kembali adanya anggota badan yang telah hilang. Dalam kasus Doppelganger, bukan hanya sebagian anggota badan yang dirasakan, melainkan seluruh tubuh "tambahan" dirasakan ada di luar tubuh dan berada diluar kendalinya.

Menurut Dr.Brugger, sindrom ini bisa terjadi ketika syaraf kita mengalami goncangan sehingga kita akan membawa representasi internal diri yang kemudian ditransfer ke dunia luar. Ini biasa terjadi ketika kita sedang mengalami stres, kesepian atau ketika otak kita mengalami luka atau tumor.

Bagi Brugger, fenomena syaraf ini dapat menjelaskan adanya "teman imajiner" yang dialami oleh banyak anak kecil.

Eksperimen Shahar Arzy
Selain Dr.Brugger, penjelasan ilmiah lainnya juga muncul pada September 2006 di Majalah Nature. Majalah itu merilis hasil eksperimen yang dilakukan oleh Shahar Arzy dan rekannya di University Hospital, Jenewa, Swiss. Mereka tanpa diduga berhasil menciptakan fenomena Doppelganger dengan menggunakan stimulasi elektromagnetik yang diberikan pada otak pasien.

Sang pasien disuruh berbaring diam di atas tempat tidur, lalu, mereka memberikan stimulasi elektrik pada Temporoparietal Junction (TPJ) di otak kirinya. Ketika stimulasi itu diberikan, dengan segera sang pasien bisa merasakan adanya kehadiran orang lain di tempat itu. Dengan demikian, eksperimen ini membuktikan bahwa fenomena ini mungkin berhubungan dengan terganggunya aktifitas otak.

Menurut Arzy, eksperimen ini mungkin dapat menjelaskan mengenai halusinasi yang sering dialami oleh penderita Schizoprenia atau paranoia.

Penjelasan Dr.Brugger ataupun Shahar Arzy memang dapat menjelaskan pengalaman Lincoln, namun tidak dapat menjelaskan pengalaman Dr.Wescott dan Ms.Sagee.

Misalnya dalam pengalaman Ms.Sagee, mungkinkah 42 orang murid tersebut mengalami gangguan Temporoparietal otak kiri secara bersamaan ?

Can you explain that ?

(wikipedia, unsolvedmysteries.com, forteantimes.com, altereddimension.net)


Komentar Pilihan

Idiotevil said...


Gara-gara baca cerita ini, gw teringat pengalaman gw waktu kecil, waktu itu gw cuma berdua sm pembantu gw, terus kita maen petak umpet dirumah, nah pas giliran gw jaga, gw liat mbak gw, gw kejar smp ke ruang tamu, tp koq tiba2 hilang, ternyata mbak gw ada di lantai 2 dan gak pernah ke lt 1 waktu itu, merinding gw pas tulis cerita ulang ini...

January 10, 2010 10:59 PM



Anonymous said...

True Story

Aku juga pernah ketemu dopelganger..Begini ceritanya:


Waktu itu aku lagi di kapal penumpang sehabis pulang dari Kalimantan. Pas banyak penumpang lagi pada tidur (aku baru mau tidur), aku ngeliat orang yang sama persis dengan aku (bajunya juga sama!) ngeliatin aku sambil jalan ke dek, dia senyum-senyum trus ngajakin aku. trus kayak ga bisa apa2 aku nurut dia sampe keluar kapal. aku baru nyadar dia ngilang pas di deket pintu keluar. kepala rasanya pusing trus capek banget kayak abis lari-lari. balik ke tempat semula rasanya bingung n sempet nginjek orang tidur berkali-kali. Itu dopelganger bukan ya, ato hipnotis, ato malah syndrom mabuk laut (tapi aku ga pernah mabok laut). berusaha mencari tahu secara logis!

January 11, 2010 12:26 PM