Tampilkan postingan dengan label Google Earth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google Earth. Tampilkan semua postingan

Inbox: Struktur misterius berbentuk labu erlenmeyer di Karawang terlihat dari Google Earth

Struktur apa itu yang terlihat dari Google Earth di Karawang?


Salah satu cara tercepat untuk memecahkan sebuah misteri adalah bertanya kepada mereka yang sudah mengetahui jawabannya. Karena itu, kali ini saya akan meminta bantuan para pembaca untuk memecahkan misteri ini.

Kasus ini dikirim oleh seorang pembaca enigma mengenai sebuah struktur aneh yang terlihat dari Google Earth di Karawang. Saya mencari-cari informasi mengenainya di internet dan sepertinya tidak ada yang pernah menyinggung mengenai struktur unik ini. Jadi, mungkin di antara pembaca ada yang mengetahui jawabannya.

Pertama-tama, dari Google Earth, mari kita lihat koordinat 6�21'58.20"S 107�10'23.37"E.

Kita menemukan sebuah struktur berbentuk Pentagon.


Amazing! Mungkin kalian belum pernah melihat struktur ini ada di Indonesia. Tetapi, misterinya bukan ini. Struktur Pentagon ini adalah kompleks Pemerintahan Daerah Bekasi. Saya menampilkannya karena mungkin di antara kalian ada yang belum mengetahui soal ini (just intermezzo).

Sekarang baru kita masuk ke misteri yang dikirim oleh pembaca.

Di sebelah tenggara Pentagon Bekasi ini, tepatnya di koordinat 6�23'38.15"S 107�13'54.24"E, ada sebuah struktur lain yang juga unik.


Sebentar, saya perbesar terlebih dahulu.


Untuk lebih jelasnya, saya putar arahnya 45 derajat searah jarum jam supaya struktur ini berdiri tegak lurus.


Kita mendapatkan sebuah struktur berbentuk botol kecap atau labu erlenmeyer (sejenis botol/gelas kimia yang biasa digunakan di laboratorium) yang sangat rapi, terlalu rapi sehingga rasanya tidak mungkin struktur itu terbentuk dengan tidak sengaja.

Di atas mulut gelas terdapat daerah berwarna coklat (tanah) yang mirip sekali dengan bentuk kobaran api obor. Jika digabungkan, maka struktur ini terlihat seperti sebuah labu erlenmeyer yang sedang mengeluarkan api.

Tinggi (panjang) gelas ini dari mulut ke dasar adalah 0,65 kilometer. Di bagian dasarnya, terlihat adanya struktur aneh berbentuk mangkuk terbalik berwarna putih.

Saya yakin, kalian yang tinggal di wilayah itu akan dengan mudah mengidentifikasinya.

Sebagai informasi tambahan, Struktur gelas tersebut terletak di kecamatan Teluk Jambe Barat, Karawang. Di dekat mulut tabung tersebut, terdapat bendungan Cibeet yang jaraknya hanya sekitar 0,5 kilometer dan di dekat situ ada kantor desa Pasircongcot.

Jarak struktur ini dari Jalan Raya Pangkalan hanya sekitar 150 meter. Sedangkan jaraknya dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek sekitar 4 kilometer.

Di sebelah timur laut struktur ini, terdapat pemakaman mewah San Diego Hills yang berjarak sekitar 2 kilometer. Di dekat Pemakaman San Diego Hills, terdapat kompleks pabrik Sharp Semiconductor dan Panasonic. Di wilayah itu juga terdapat PT. Pabrik Karawang Prima Sejahtera Steel (KPSS).

Nah, sekarang pertanyaannya adalah, struktur apakah yang membentuk gelas itu? Jalan raya? Atau yang lain?

Adakah yang bisa memberikan informasi?


UPDATE - 22 Mei 2011

Setelah lebih dari 9 bulan, akhirnya kita berhasil memecahkan misteri struktur berbentuk labu Erlenmeyer ini. Terima kasih untuk Bocah Petualang yang telah mengunjungi langsung lokasi tersebut sehingga bisa memberikan kepada kita jawaban yang pasti.

Saya kutip komentar Bocah Petualang di postingan ini (Komentar no.144):

"Yang berbentuk tabung itu ternyata kompleks pemakaman swasta "Taman Pemakaman TAMAN MEMORIAL GRAHA SENTOSA". Bentuk 'tabung' adalah kepercayaan fengshui, coba di google, banyak iklan pemakaman diatas. Sayang waktu kesana penjagaan cukup ketat, saya tidak diperbolehkan masuk. Hanya berhasil memotret pintu gerbangnya saja. Silahkan refer ke http://www.panoramio.com/photo/53046712. Salam - Bocah Petualang"

Ini foto pintu gerbang yang diambil oleh bocah petualang:

Tentu saja foto pintu gerbang ini tidak cukup untuk mengkonfirmasi kalau struktur misterius tersebut adalah kompleks pemakaman ini. Namun jika kita masuk ke website resmi pemakaman tersebut, maka tidak diragukan lagi kalau struktur berbentuk labu Erlenmeyer itu memang kompleks pemakaman Taman Memorial Graha Sentosa.

Ini screenshot dari website resmi mereka: www.tmgs.co.id. Pada menu location, kita akan menemukan sebuah peta lokasi pemakaman.

Lihat di bagian bawah peta yang berwarna hijau. Kita bisa melihat struktur berbentuk labu erlenmeyer.

Jadi misteri ini sudah terpecahkan.

Kompleks pemakaman ini sendiri dibangun pada tahun 2003 dan memang dibuat dengan menggunakan kaidah Feng Shui yang dipandu oleh Grand Master Yap Cheng Hai. Mungkin inilah sebabnya struktur ini dibuat menyerupai labu Erlenmeyer.

Terima kasih untuk Bocah Petualang.

Inbox: Foto formasi lingkaran-lingkaran misterius

Email pertanyaan di bawah ini datang dari Lia yang dikirim kepada saya. Dalam perjalanannya ke Yordania, ia memotret sebuah formasi aneh di permukaan bumi dari pesawatnya.

Ini bagian dari bunyi emailnya:

"......Foto tentang lingkaran-lingkaran yang saya potret dari atas pesawat saat saya terbang menuju Jordania thn 2006, I'm just wondering itu apa.. kelihatannya pasti itu suatu project bikinan manusia, bukan misteri-misteri, tapi saya hanya ingin tau itu apa..mungkin Pak Enigma punya jawabannya."

Ini fotonya:


Formasi apakah yang terlihat itu?

Melihat foto ini, kita akan seakan-akan sedang menyaksikan ratusan Crop Circle terbentuk di permukaan bumi. Sebagian lagi akan segera teringat dengan UFO. Sebagian lagi mungkin hanya teringat dengan Pizza atau Diagram Lingkaran (Pie Chart).

Apakah benar formasi misterius ini adalah Crop Circle atau bekas pendaratan UFO?

Jawabannya adalah: tidak!

Saya rasa, sebagian besar dari kalian akan menyukai jawabannya. Formasi lingkaran dalam jumlah besar tersebut adalah SISTEM IRIGASI.

Ya, kalian tidak salah dengar.

Nama metode irigasi ini adalah Center Pivot Irigation (Central Pivot Irigation) atau secara sederhana disebut Circle Irigation.

Irigasi ini disebut dengan nama ini karena menggunakan sebuah peralatan mesin besar yang berotasi mengelilingi sebuah titik (pivot point). Lingkaran yang tercipta bisa mencapai diameter dari beberapa ratus meter hingga 3 kilometer. Setelah terbentuk, jalur melingkar ini segera diairi.

Keuntungan metode ini adalah bisa mengairi lahan yang sangat luas dengan penggunaan jumlah tenaga kerja manusia yang minimal. Namun, metode ini hanya bisa digunakan di lahan yang relatif datar.

Jika kita melihatnya dari langit atau dari Google Earth, maka formasi ini akan terlihat seperti Foto di atas.


Lalu, pertanyaannya, di negara manakah formasi lingkaran irigasi yang fotonya diambil oleh Lia?

Saya tidak bisa memastikannya. Namun, karena Lia mengambil Foto itu dalam perjalanannya menuju Yordania, maka ada kemungkinan kalau formasi irigasi yang dipotretnya berada di Saudi Arabia.

Jika kita terbang dengan pesawat dari Indonesia menuju Yordania, maka kita memang akan melewati negara ini.

Mungkin kita mengira Saudi Arabia hanya sebuah negara gurun yang gersang. Namun sesungguhnya negara ini telah berhasil membangun sistem agrikulturnya dengan cukup hebat.

Kerajaan bahkan mengalokasi dana dalam jumlah besar untuk membuat sistem irigasi ini. Bendungan-bendungan dibangun untuk menahan banjir dan cadangan air tanah ditampung dalam bentuk-bentuk sumur. Usaha yang keras ini telah berhasil mengubah lahan gersang disana menjadi lahan perkebunan yang cukup subur dari yang dulunya hanya 1.600 km2 di tahun 1976 menjadi 32.000 km2 pada tahun 1993.

Coba lihat, di bawah ini adalah sistem circle irigation di Saudia Arabia dilihat dari angkasa.


Selain di Saudi Arabia, formasi irigasi jenis ini juga bisa ditemukan di negara-negara lain di seluruh dunia.

Central Pivot Irigation di Texas, Amerika Serikat.


Central Pivot Irigation di Gurun Sahara

Jadi, jika lain kali kalian menjelajahi dunia dengan Google Earth dan menemukan formasi seperti ini, kalian sudah tahu jawabannya.

(wikipedia)

Inbox: "Karpet misterius" di danau Baikal terlihat di google earth

Ini pertanyaan lain mengenai citra aneh yang terlihat di google earth. Kali ini, citra tersebut berada di atas salah satu danau paling misterius di dunia, yaitu danau Baikal.


Di bawah ini email dari Bapak M.Arsyad Gafar, SH:

Mas Enigma, Saya mengharapkan penjelasan tentang "karpet misterius" yang saya temukan di Google Earth pada kordinat:

53�53'56.58"N 108�51'41.60"E


Karpet misterius tersebut cukup membuat saya penasaran. Benda apakah gerangan? Atas jawaban mas Enigma saya sampaikan banyak terimakasih.

Hormat saya,

M.ARSYAD GAFAR, SH


Ini screen shot lain dari karpet yang dimaksud bapak Arsyad. "Karpet" tersebut terlihat seperti sebuah garis yang ada di atas "Buryatia".


Kalian bisa melihat kalau "karpet" tersebut terbentang di atas sebuah danau. Namun, danau ini bukan danau sembarangan. Ini adalah danau Baikal, danau terdalam di dunia yang termasuk ke dalam salah satu danau paling misterius di dunia.

"Karpet" panjang itu terlihat membentang dengan satu ujung di darat dan ujung yang lain tenggelam ke dalam danau. Ini membuatnya semakin misterius. Seakan-akan "karpet" tersebut adalah sebuah jalan menuju dasar danau.


Karena lokasi "karpet" tersebut berada di sebuah lokasi yang terkenal secara internasional, maka saya yakin kalau ada orang lain yang juga melihat dan mempertanyakannya. Jadi saya mulai menjelajahi internet.

Ternyata, saya memang menemukan "karpet" itu dibahas di dua atau tiga website. Diantaranya adalah googleearthcoolplaces.com dan en.allexpert.com. Mereka menyebutnya pita, bukan karpet. Tapi tidak ada satu website pun yang bisa memberikan jawaban pasti. Mereka sama bingungnya dengan bapak Arsyad.

Namun, rata-rata menduga kalau pita itu adalah sebuah kerusakan gambar pada google earth, dan saya setuju dengan pendapat ini.

Sebelumnya, saya pernah menulis soal kerusakan gambar google earth di postingan sebelumnya mengenai dua objek putih di atas kota Klaten. Dan saya melihat kasus karpet Baikal sama dengan kasus tersebut.

Ada beberapa alasan yang mendasarinya:

Pertama, apabila menggunakan ukuran google earth, maka pita tersebut memiliki lebar 1,5 km dan panjang 120 km. Jika pita tersebut adalah sebuah bangunan yang benar-benar ada, maka bangunan apakah yang memiliki ukuran sebesar itu? Jalan raya? jelas tidak mungkin. Saya tidak pernah melihat ada jalan yang memiliki lebar hingga 1,5 km.

Kedua, jika pita tersebut adalah sebuah bangunan nyata atau jalan raya, maka proyek tersebut terlalu besar untuk disembunyikan. Namun, kita tidak pernah mendengar kalau ada proyek seperti itu dibuat di atas danau Baikal.

Ketiga, ada yang bertanya, bagaimana kalau bangunan itu adalah bagian dari proyek rahasia pemerintah? bukankah mereka akan merahasiakannya?

Jika ini adalah proyek rahasia pemerintah, maka sepertinya sangat tidak mungkin. Bagaimana cara mereka merahasiakan bangunan sebesar itu dari dunia? Dan jika itu adalah sebuah proyek rahasia, saya yakin mereka akan meminta google earth untuk menyensornya.

Keempat, pada citra satelit yang berasal dari NASA Landsat Data, pita tersebut tidak terlihat.


Jadi, saya menyimpulkan kalau pita raksasa tersebut adalah jenis kerusakan gambar yang memang biasa dialami google earth.

Tapi, sekali lagi, saya butuh konfirmasi final.

Pada postingan mengenai dua objek putih Klaten, saya mengirim email berisi pertanyaan mengenai objek itu kepada salah satu pengelola blog google earth bernama Mickey Mellen. Kali ini, saya mengirim email kepada rekannya sesama pengelola blog google earth. Namanya Frank Taylor (frank@gearthblog.com).

Ini foto Frank Taylor. Usianya lebih tua dari Mickey, jadi mungkin ia punya jawaban yang lebih pasti.


Dalam riwayat hidupnya yang tertulis di google earth blog, disebutkan kalau Mr.Taylor adalah seorang pengusaha, pelaut, pilot, pendaki gunung dan pecandu teknologi. Ia fasih dalam teknologi komputer grafis dan teknologi simulasi. Ia pernah bekerja di NASA mengurusi pesawat Antariksa dan simulator stasiun Antariksa. Ia juga memiliki gelar dalam bidang astronomi dan fisika dari universitas Arizona.

Dengan kapasitas yang demikian, saya rasa jawaban Mr.Taylor akan cukup memiliki otoritas.

Jadi, kemarin saya mengirim email kepadanya. Tidak seperti Mickey yang ragu-ragu (ketika menjawab pertanyaan saya soal dua objek putih di atas Klaten), Mr.Taylor sangat yakin dengan jawabannya. Ini dia isi email balasan dari Mr.Frank Taylor:

"Hi, That type of error is frequently seen in satellite imagery, and similar ones in aerial imagery as well. It is likely it has already been reported. You can check the Data Error Compendium for example:

http://www.gearthblog.com/blog/archives/2007/01/google_earth_data_er.html

Or you can report the error here:

http://www.google.com/support/forum/p/earth/label?lid=4a7a006bf753f7f8&hl=en

Captain Frank Taylor"


Tahukah kalian, dengan mencermati kata-kata yang digunakan oleh seseorang, kita bisa mendapatkan beberapa informasi tambahan. Dalam hal ini, mari kita cermati kata-kata Kapten Frank.

Dia menggunakan kata "That type of error is frequently seen in satellite imagery, and similar ones in aerial imagery as well"

"Jenis kesalahan seperti itu sering terlihat pada gambar satelit dan gambar aerial"

Ia menggunakan kata "That".

Ini menunjukkan kalau ia sudah mengetahui mengenai pita danau Baikal sebelum saya mengirim email kepadanya.

Ini dikonfirmasi oleh kalimat berikutnya:

"It is likely it has already been reported"

"Sepertinya kesalahan itu sudah dilaporkan"

Jadi, ini bukan sesuatu yang baru baginya. Karena itu kita bisa yakin kalau kapten Frank memberikan jawaban yang akurat.

Ia juga mengatakan kalau pita tersebut adalah kesalahan yang umum terjadi pada gambar satelit atau aerial. Seperti yang kita ketahui, foto-foto yang ada pada google earth dibuat dengan menggunakan foto satelit dan foto aerial (dari pesawat), dan kesalahan seperti ini biasa terjadi pada kedua jenis foto tersebut.

Dari link yang diberikan kapten Frank, Kesalahan-kesalahan citra pada google image bisa berupa: Kesalahan kamera, duplikasi gambar, kesalahan batas, gambar yang hilang, garis-garis aneh, refleksi, blur dan lain-lain.

Ini beberapa contohnya:

Di foto di bawah ini terlihat ada foto dengan garis hitam yang memiliki angka-angka misterius. Ada juga sebuah kota dengan angka-angka raksasa di atasnya.

Kesalahan-kesalahan ini sebenarnya berasal dari pengambilan foto oleh kamera sehingga menimbulkan gambar yang misleading. Kesalahan ini dikenal dengan sebutan camera artifact.


Lalu, ada lagi jenis kesalahan yang lain seperti di bawah ini. Bayangkan, ada tali raksasa tergeletak di sebuah padang rumput.


Jadi, dalam kasus "karpet" danau Baikal, saya rasa, saya cukup puas dengan jawaban kapten Frank dan menganggap itu sebagai jawaban terbaik.

Inbox: dua objek putih misterius di atas Klaten tertangkap google earth

Saya mendapat pertanyaan menarik. Email di bawah ini berasal dari Rizka Wibowo (middlefinger_slo@yahoo.com). Isinya mengenai objek putih besar yang tertangkap Google Earth melayang di atas kota Klaten.


Hallo bang enigma...
Nama gw Rizka n beberapa hari yang lalu gw nyoba surfing di Google Earth and akhirnya gw menemukan 2 benda yang sangat (bagi Gw) misterius..


Benda ini terlihat seperti terbang diatas kota ini (Klaten- Jateng). Bentuknya agak unik dan aneh, yang satu panjang dan yang satu pendek.


white image 1


White image 2

Persamaan diantara keduanya adalah benda ini sama-sama memantulkan cahaya yang sangat terang apabila dibandingkan dengan pantulan dari benda/bangunan apapun disekitarnya. Kemudian benda ini seperti menuju pada arah yang sama, dan kedua benda ini apabila dizoom sama-sama memiliki bayangan disekitarnya....

Gw bingung n sampai gw liat blog lu..nah, gw pengen sharing ama lu mengenai apa sebenarnya benda ini?


Apalagi benda ini menurut gw BUKAN MERUPAKAN BANGUNAN dan apabila dibandingkan dengan bawahnya, benda ini menimpa dan mengambang di atas bangunan-bangunan lain di kota tersebut.


Kira-kira bisa menjelaskan gak?


Tolong ya bro...n afterall thanks b4...oke


Catatan :

Pertama, screen shot di atas bukan hasil rekayasa. Saya sendiri telah mengkonfirmasinya dengan google earth dan kedua objek putih tersebut memang ada. Kalian juga bisa mengeceknya di kordinat di bawah ini :

White Image 1 : 7�42'19.88"S 110�35'58.15"E

White Image 2 : 7�42'36.10"S 110�36'7.75"E

Objek apakah itu ?

Jika kita membandingkannya dengan rumah di bawah, maka kita bisa menyimpulkan kedua objek tersebut berukuran besar. Melihat dari arah dan susunannya yang tidak beraturan, jelas objek tersebut bukan bagian dari bangunan di darat. Objek itu juga menutupi bangunan di bawahnya sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa objek putih tersebut berada di atas rumah-rumah, atau bisa kita sebut melayang/terbang di atas rumah.

Lalu pertanyaannya adalah, apakah ada dua kapal induk raksasa tidak dikenal sedang terbang di atas kota Klaten ? Saya tidak bisa memastikannya. Tapi saya punya teori.

Sebelumnya, mari kita lihat beberapa fakta menarik mengenai kedua objek di foto itu. Pertama, kita akan melihat persamaan diantara kedua objek tersebut.

Kita tahu bahwa keduanya berwarna putih. Lalu keduanya memiliki lekuk yang mirip walaupun panjangnya berbeda. Keduanya sama-sama memiliki bagian ujung satu yang lebih gelap dibanding ujung lainnya. Keduanya juga memiliki bayangan yang kalau dalam film sci fi seperti perisai medan energi yang melindungi pesawat dari serangan musuh. Dan terakhir. Kedua objek tersebut sama-sama ada di atas Klaten dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Namun, ketika saya melihat dua gambar tersebut, saya merasa kalau itu bukan objek terbang tak dikenal. Jika gambar google earth ini adalah sebuah foto, maka bagi saya, dua objek putih tersebut terlihat seperti tumpahan cat putih.

Perkiraan saya, kedua objek putih tersebut adalah gambar satelit yang rusak.

Saya pernah membaca beberapa kasus dimana terdapat foto google earth yang rusak dan menimbulkan kesalahpahaman. Tapi memang saya tidak pernah tahu ada kasus kerusakan foto yang menyebabkan adanya objek putih seperti foto di atas. Biasanya kerusakan hanya berupa garis patah pada foto, warna yang tidak jelas, blur dan lain-lain.

Tapi bisa saja ini contoh kerusakan yang baru. Bukti lain yang membuat saya semakin yakin adalah : saya juga menemukan dua objek putih mirip di sekitar kota Klaten. Saya beri nama White Image 3 dan White Image 4. Ini kordinatnya :

White Image 3 : 7�42'42.22"S 110�36'43.58"E
White Image 4 : 7�42'36.21"S 110�36'36.87"E


Saya berusaha mengambil screen shot masing-masing image dari jarak dekat, namun sepertinya fotonya blur sehingga kalian harus puas dengan foto jarak jauh tersebut. Tapi kalian bisa mengeceknya sendiri lewat google earth lewat kordinat yang sudah saya berikan di atas.

Jika saya menyatukan keempat objek putih tersebut, maka susunannya akan menjadi sebagai berikut.


Dua objek putih yang saya temukan juga memiliki karakteristik sama, yaitu memiliki bayangan perisai medan energi yang juga dimiliki White Image 1 dan 2. Karena itu saya semakin yakin kalau objek-objek putih tersebut adalah foto yang rusak.

Tapi, ini tentu saja hanya perkiraan. Karena saya tidak mengerti cara kerja google earth menampilkan foto bumi, maka saya tidak bisa memastikannya.

Lalu, saya memutuskan untuk menggunakan cara pemecahan yang lebih akurat.

Yang saya maksud adalah dengan langsung bertanya kepada sang pembuat Google Earth, yaitu Google sendiri. Mereka mengerti seluk beluk software yang mereka buat, pasti mereka lebih mengerti soal ini.

Jadi, pada jam 11 malam kemarin. saya mengirim dua email mengenai persoalan ini. Satu kepada google earth support center, dan satu lagi kepada google earth blog, sebuah blog yang membahas seluk beluk google earth (walaupun tidak terafiliasi langsung dengan goole).

Pagi ini, ketika saya memeriksa inbox email, saya menemukan keduanya telah memberikan email balasan.

Email pertama, datang dari earth.support@google.com

Laporan saya telah diterima dengan nomor laporan #609097673. Tapi, jawaban yang diberikan sepertinya hanya merupakan jawaban standar perusahaan dan diberikan oleh sistem komputer otomatis dengan kalimat yang itu-itu saja. Namun, ada kalimat yang menarik dari jawaban itu, yaitu :

"We're aware that the imagery for some areas may appear blurry, contain cloud coverage, appear slightly discolored or out of focus. We strive to provide the clearest data possible so it's likely that better resolution data is currently unavailable from our data providers. Once it becomes available, we'll surely update our database."

Jadi, google juga menyadari adanya kemungkinan gambar rusak yang dideskripsikannya dengan kata : "blurry, contain cloud coverage, appear slightly discolored or out of focus".

Sedangkan dari Google earth blog, saya mendapatkan jawaban dari Mickey Mellen (mickey@gearthblog.com). Kali ini, yang menjawab memang manusia, bukan sistem komputer.

Ini foto Mickey Mallen. Dalam google earth blog disebutkan bahwa Mickey telah terlibat dalam google earth sejak diluncurkan pertama kali. Ia juga pendiri dari Google Earth Hacks dan Digital Earth Blog. Jadi, paling tidak Mickey cukup mengerti soal Google Earth.


Ini jawaban dari Mickey :

"My best guess that it's just a distorted image of some kind. It might be a bad reflection off of something. It's hard to say for sure..."

"Perkiraan terbaik saya, itu adalah gambar sesuatu yang terganggu, mungkin juga refleksi buruk dari sesuatu. Susah untuk mengatakannya dengan pasti..."

Ternyata Mickey juga tidak yakin. Saya kira Mickey pasti juga kebingungan karena ia menggunakan kata "some kind" dan "something" dalam sebuah kalimat singkat. Mungkin ia memang belum pernah melihat kerusakan foto yang seperti ini.

Tapi, paling tidak, perkiraan Mickey sama dengan saya, yaitu gangguan pada foto/gambar. Walaupun kita berdua tidak bisa memastikan bagaimana kedua gangguan itu bisa tercipta.

Just a theory.

(Penyebutan Nama dan Email Rizka Wibowo sudah atas seijin yang bersangkutan)

Apakah Nessie tertangkap Google earth ?

Apakah google earth telah menangkap sosok Nessie yang misterius ? Sebuah gambar yang terlihat lewat program ini menunjukkan adanya sebuah bentuk yang menyerupai makhluk air besar sedang berenang di bawah permukaan danau.



Notes : Bayangan Nessie di sebelah kiri gambar, sedangkan di sebelah kanan adalah sebuah perahu kecil.

Jason Cooke mengatakan kepada koran The Sun bahwa ia "melihat" Nessie ketika sedang membrowsing sebuah website yang berisi foto-foto satelit. Mr Cooke, 25 tahun, yang berasal dari Nottingham berkata," Saya hampir tidak bisa mempercayainya. Bentuknya persis dengan deskripsi Nessie."

Peneliti Adrian Shine, dari Loch Ness Project mengatakan kepada media : "Ini sangat menarik. Saya rasa gambar ini harus diteliti lebih lanjut."

Gambar ini ditemukan apabila kita memasukkan kordinat Latitude 57�12'52.13"N, Longitude 4�34'14.16"W di Google Earth.

Awal tahun ini, banyak orang yang memperkirakan Nessie mungkin telah mati akibat pemanasan global. Hal ini dikarenakan tidak ada laporan penampakan yang kredible selama tahun 2009 ini. Teori ini ditegaskan oleh seorang pemburu monster veteran dari Amerika, Bob Rines yang mengatakan bahwa kondisi lingkungan di Dataran tinggi Skotlandia mungkin telah berubah secara signifikan dan Nessie mungkin tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan itu.

Nessie pertama kali mendapat perhatian dunia pada tahun 1933. Sejak itu ratusan laporan penampakan muncul, banyak diantaranya terbukti hoax. Namun Banyak pula diantaranya terbukti kredibel. Dengan adanya citra satelit ini, maka kembali timbul harapan bahwa Nessie masih belum mati seperti yang diperkirakan beberapa orang.

Kita doakan semoga Nessie masih hidup dan baik-baik saja di Lochness.


Baca juga tulisan sebelumnya : Misteri Nessie - monster dari Lochness dan Apakah Ogopogo tertangkap google earth ?

(thesun.co.uk)

Apakah Ogopogo tertangkap oleh Google Earth ?

Apakah Ogopogo tertangkap oleh google earth ? Tidak ada yang bisa mengetahui dengan pasti. Gambar di bawah ini didapat oleh Abdulaziz dari Kuwait. Ketika ia mengetahui tentang danau Okanagan di Kanada yang menyimpan misteri makhluk bernama Ogopogo, ia memutuskan untuk melihat danau tersebut dengan google earth. Dan tanpa sengaja ia melihat suatu bayangan hitam yang misterius.



Bayangan hitam diatas biasa berarti apa saja, namun bentuknya yang menyerupai plesiosaurus dengan dua sirip cukup membangkitkan rasa ingin tahu para peneliti. Seperti diketahui, ogopogo adalah seekor makhluk misterius yang dipercaya sebagai salah satu dinosaurus yang masih bertahan hidup di masa modern ini.

Misteri Ogopogo dimulai pada tahun 1872 ketika laporan penampakan makhluk seperti plesiosaurus muncul di danau Okanagan. Namun barulah pada tahun 1926 ogopogo mulai mendunia ketika penampakan massal terjadi oleh 30 mobil saksi mata yang melihat makhluk aneh muncul dari danau itu. Para saksi yang melihat ogopogo umumnya mendeskripsikan ogopogo sebagai makhluk dengan panjang sekitar 4-6 meter dengan bentuk kepala seperti kambing atau kuda.

Walaupun popularitas ogopogo belum menyamai saudaranya Nessie dari Lochness, namun para kriptozolog ternama dari dunia cukup memberikan perhatian terhadap monster ini. Roy P Mackal, seorang kriptozologis ternama bahkan percaya bahwa ada sekelompok Ogopogo di danau Okanagan. Bukan hanya satu ekor.

(phantomsandmonsters.wetpaint.com)