UFO berbentuk Piramida terlihat di atas Kremlin

Pertengahan Desember 2009 ini, Rusia dikejutkan dengan penampakan objek terbang berbentuk piramida yang terlihat di atas Kremlin. Bentuknya yang aneh mengingatkan sebagian orang akan wahana Imperial Cruiser di film Star Wars.


Foto objek ini ditunjukkan di channel Russia Today. Menurut para saksi, objek itu mungkin memiliki panjang sisi sekitar satu mil. Jelas ini adalah ukuran yang luar biasa untuk sebuah objek terbang.


Dua rekaman yang menunjukkan objek ini juga telah ditayangkan berulang-ulang di berbagai stasiun televisi Rusia. Salah satu rekaman diambil pada malam hari dari sebuah mobil dan satu lagi diambil pada siang hari. Kedua rekaman itu diambil oleh para penduduk lokal dan telah menjadi rekaman paling populer di youtube.

Objek terbang itu melayang selama empat jam di atas lapangan merah di ibukota Rusia. Identitas objek tersebut masih belum dikonfirmasi, namun pejabat berwenang Rusia menolak anggapan bahwa objek tersebut adalah sebuah ufo.

Menurut Nick Pope, mantan analis ufo untuk departemen pertahanan Inggris, rekaman itu "adalah salah satu rekaman ufo paling luar biasa yang pernah saya lihat."




Pertama, saya beranggapan dan bahkan saya yakin bahwa objek itu adalah sebuah balon reklame atau sejenis balon terbang lainnya. Seperti di bawah ini contohnya :

Atau yang ini :


Lalu saya berpikir, jika objek itu adalah balon reklame atau balon apapun juga, apakah orang-orang Rusia begitu bodohnya sampai mereka gagal mengidentifikasinya ? Jadi, mungkin orang Rusia memang beranggapan bahwa objek itu bukan balon.

Apakah objek itu benar-benar unidentified ? atau objek itu benar-benar balon dan media Rusia yang malas meneliti (dan terlalu heboh) ?

Tapi jika kalian ingin pendapat pribadi saya, maka saya tetap beranggapan bahwa objek itu adalah balon.

(telegraph.co.uk)

Cordell Hull dan alien di Capitol Building

Cordell Hull dan alien di Capitol Building

Beberapa tahun sebelum euphoria alien dimulai di Roswell, ada sebuah kisah misterius mengenai alien di Amerika Serikat. Dan kisah ini jelas merupakan salah satu teka-teki paling membingungkan dalam sejarah ufo.


Dear readers, ini adalah cerita singkat untuk menemani harimu.

Jika kita menyaksikan program televisi yang menceritakan soal fenomena ufo dan alien, mungkin kita juga sudah pernah menyaksikan foto-foto "alien" yang beredar. Dan tahukah kalian bahwa semua euphoria itu berasal dari sebuah tempat terpencil di New Mexico yang bernama Roswell. Banyak orang yang percaya bahwa pada tahun 1947, sebuah ufo dengan empat alien yang sudah menjadi mayat ditemukan oleh pemerintah Amerika di tempat itu. Pada tahun-tahun berikutnya beredar foto-foto "mayat alien" yang disebut berasal dari Roswell.

Namun, ada sebuah kisah yang cukup aneh mengenai alien yang mungkin belum anda ketahui. Kisah ini bermula sebelum euphoria Roswell dimulai dan diceritakan oleh seorang pria bernama Cordell Hull.

Saya percaya sebagian besar dari anda belum pernah mendengar nama ini. Namun Cordell Hull bukan orang sembarangan. Ia adalah menteri luar negeri era presiden Franklin D Roosevelt dan jabatan itu diembannya selama 11 tahun. Bukan itu saja, ia juga penerima nobel perdamaian tahun 1945 karena dianggap berjasa dalam pembentukan PBB. Presiden Roosevelt sering menyebut pria ini sebagai Bapa PBB. Jadi, kita memiliki seseorang dengan reputasi yang tidak bisa dianggap remeh.

Nah, pada tahun 1939, Mr Hull memutuskan untuk memberikan sebuah kejutan bagi sepupunya, pendeta Turner Hamilton Holt. Ia mengajak Pendeta Holt ke sebuah sub-basement (lantai di bawah basement utama) di US Capitol Building. Bagi yang belum tahu, Capitol Building yang dibangun pada tahun 1793 ini adalah bangunan yang menjadi markas para wakil rakyat Amerika Serikat. Jadi kalau di Indonesia, sama dengan gedung DPR.


Sesampai di ruang sub-basement, Mr Hull menunjukkan sesuatu yang membuat pendeta Holt sangat terkejut. Sebelumnya Mr Hull telah meminta pendeta Holt untuk bersumpah agar tidak menceritakan apa yang dilihatnya kepada orang lain.

Di ruang bawah tanah itu, Mr hull menunjukkan sebuah ruangan dimana di dalamnya terdapat empat kontainer dari kaca yang bisa memuat seorang anak kecil. Di dalam masing-masing kontainer tersebut terdapat empat makhluk aneh yang mengerikan. Makhluk itu memiliki tubuh seperti manusia namun berukuran seperti anak kecil dan mereka mengapung di dalam cairan yang memenuhi kontainer tersebut.

Pendeta Holt terpana dengan pemandangan aneh yang dilihatnya.

Bukan itu saja, Mr Hull lalu membawa pendeta Holt berjalan lagi ke sebuah sudut tidak jauh dari kontainer-kontainer kaca tersebut. Di situ terdapat sebuah benda besar berbentuk piringan yang sepertinya telah hancur berantakan.

Lalu, setelah memperlihatkan semua itu, Mr Hull mengingatkan pendeta Holt sekali lagi agar tidak menceritakan apa yang dilihatnya untuk mencegah kepanikan massal.

Pendeta Turner menyimpan rahasia ini selama beberapa lama hingga akhirnya ia memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada keluarganya. Ia tidak ingin rahasia ini lenyap seiring dengan kematiannya. Namun, pendeta Holt meminta keluarganya untuk tidak menceritakan peristiwa ini hingga Ia dan Cordell Hull meninggal dunia.

Setelah Cordell Hull dan Pendeta Holt meninggal dunia, Lucille Andrew, salah satu putri pendeta Holt mengirim surat kepada pusat peneliti ufo ternama pada tahun 1999. Dan kisah ini pun menyebar luas ke publik.

Dalam banyak kasus penampakan alien atau ufo, kredibiltas saksi adalah kuncinya. Dalam kasus Cordell Hull, hal ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, Mr Hull memiliki kredibilitas dan reputasi yang tidak diragukan lagi. Sedangkan Pendeta Holt, dikenal sebagai seorang pendeta, penulis buku dan tokoh masyarakat yang jujur.

Mr Hull sepertinya tidak punya motif untuk menipu sepupunya, dan pendeta Holt sepertinya tidak punya niat untuk menipu keluarganya. Bahkan ketika kisah ini dikonfirmasi ke kurator Capitol Building, kurator itu mengakui bahwa di gedung itu memang ada sub-basement (Saya membaca smithsonianmag.com dan menemukan fakta bahwa memang ada sub-basement di gedung itu).

Fiksi ? Kebohongan ? Apakah Cordell Hull telah menciptakan lelucon terbesar dalam sejarah ufo ? Atau Lucille Andrew yang memutuskan untuk membuat April Mop versi terbaru ? Tidak ada yang tahu pasti. Tapi bukankah hal ini yang membuat misteri menjadi menarik.

Have a great day

(enigma)

(associatedcontent.com, wikipedia)

Angel's hair - fenomena rambut malaikat yang misterius

Angel's hair - fenomena rambut malaikat yang misterius

Di dalam sejarah keanehan dunia, fenomena ini mungkin termasuk yang paling aneh. Sejak ratusan tahun yang lalu, banyak saksi melaporkan melihat materi putih seperti jaring laba-laba jatuh ke bumi. Ketika disentuh, materi tersebut umumnya akan segera menghilang begitu saja di udara. Fenomena yang saya maksud adalah Angel's Hair atau rambut malaikat.


Kalian sudah membaca mengenai Star Jelly di tulisan saya sebelumnya. Sekarang ada baiknya saya bercerita soal Angel's Hair.

Angel's Hair atau rambut malaikat (saya lebih suka sebutan ini dibanding bulu malaikat) adalah materi berbentuk seperti jaring laba-laba yang ditemukan tidak lama setelah terjadi penampakan ufo. Sama seperti Star Jelly yang dipercaya dibawa oleh meteor, misteri angel's hair belum terpecahkan hingga saat ini.

(foto ini kemungkinan adalah foto hoax. Saya menggunakannya hanya untuk ilustrasi)

Fenomena ini sebenarnya bukan hal yang baru. Dalam buku yang berjudul "The Natural History of Selbourne" yang terbit pada abad ke-18, Gilbert White menceritakan bahwa pada tanggal 21 September 1741 ia sedang berjalan menuju ladangnya di sore hari dan menemukan rerumputan menjadi lengket dan sepertinya diselimuti oleh sarang laba-laba. Lalu pada pukul 9 malamnya, sebuah peristiwa aneh terjadi di wilayah itu. White menulis :
"Hujan sarang laba-laba terjadi disitu dan terus berlanjut hingga hari berakhir. Kebanyakan materi yang jatuh bukan berupa benang laba-laba yang sekedar mengapung, melainkan seperti serpihan-serpihan yang panjangnya berkisar antara 5 hingga 6 inci. Materi-materi itu berjatuhan dengan kecepatan yang cukup tinggi, menandakan bahwa ia lebih berat dibanding atmosfer bumi."
Setelah kisah itu diceritakan oleh White, fenomena serupa mulai dilaporkan dari seluruh dunia.

Misalnya, pada Oktober 1820, materi seperti sutra jatuh di kota Pernambuco, Brazil, dan menutupi wilayah seluas hingga 90 mil.


Pada tahun 1881, sarang laba-laba yang berwarna sangat putih jatuh di Green Bay, Wisconsin. Bahkan ada sarang laba-laba dengan panjang hingga 60 kaki yang ditemukan.


Penemuan Angel's Hair sepertinya terjadi di hampir seluruh dunia, mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Selandia Baru. Walaupun laporan-laporan masyarakat mengenai fenomena ini telah dicatat sejak berabad-abad, namun baru pada tahun 1952-lah orang-orang menghubungkannya dengan fenomena ufo.

Saat itu, tanggal 17 Oktober 1952, para penduduk di kota Oloron, Perancis melihat sebuah objek berbentuk silinder sedang terbang di langit dengan sudut 45 derajat menuju arah barat daya. Objek itu diiringi oleh 30 objek bulat yang lebih kecil.

Lalu para saksi melihat 30 objek kecil tersebut mengeluarkan materi berbentuk sarang laba-laba berwarna putih. Materi ini tersebar dimana-mana, ada yang menutupi pohon, atap rumah hingga pekarangan rumah penduduk. Ketika para penduduk yang ingin tahu menyentuhnya, materi ini berubah menjadi substansi berbentuk gelatin dan menghilang begitu saja. Sepuluh hari setelah peristiwa itu, penduduk kota Galliac, juga di Perancis, mengalami fenomena yang sama.



Penampakan ufo yang diiringi oleh hujan sarang laba-laba juga dilaporkan di Australia pada tanggal 19 Agustus 1998. Saat itu, para penduduk kota Quirindi, New South Wales, melihat 20 objek berbentuk perak melintasi langit. Beberapa saat kemudian materi seperti sarang laba-laba mulai berjatuhan ke bumi. Peristiwa aneh ini mendapat liputan luas media international.


Dalam banyak kasus, para ilmuwan mengalami kesulitan untuk meneliti angel's hair. Soalnya, materi ini segera menghilang ketika disentuh. Namun, pada tahun 1954, sejumput angel's hair berhasil diambil dan dibawa ke laboratorium.

Tanggal 27 Oktober 1954, dua pria Italia bernama Gennaro Lucetti dan Pietro Lastucci sedang berdiri di balkon sebuah hotel di alun-alun St Mark di Venice. Tiba-tiba keduanya melihat dua objek terang berbentuk kumparan terbang melintasi langit. Objek-objek itu bergerak dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan jejak panjang berwarna putih terang. Tidak berapa lama kemudian, kedua objek tersebut membelok dan terbang menuju Florence.

Di Florence, saat itu sedang diadakan pertandingan sepak bola di salah satu stadiun. Tanpa disangka, kedua objek misterius tersebut terbang melintasi arena pertandingan. Semua pemain, wasit dan sekitar 10.000 penonton terdiam menyaksikan objek-objek tersebut lewat di kepala mereka. Kemudian, setelah dua objek tersebut lenyap, materi-materi berbentuk seperti sarang laba-laba mulai berjatuhan ke dalam arena.

Para penonton yang ingin tahu kemudian segera memungutinya. Namun ketika tangan mereka menyentuhnya, materi tersebut terurai dan lenyap di udara. Hanya seorang pelajar yang bernama Alfrede Jacopozzi yang berhasil mengambil sedikit sampel dan menyimpannya dalam sebuah tabung. Sampel ini kemudian diserahkannya ke Prof. Giovanni Canneri, direktur Institute analisis kimia dari universitas Florence.

Lalu pengujian materi mulai dilaksanakan oleh Prof. Danilo Cozzi, rekan Prof Canneri. Dari hasil pengujian, ditemukan bahwa materi tersebut adalah materi yang berserat. Ketika dipanaskan, warnanya akan berubah menjadi hitam dan menguap di udara dengan meninggalkan residu transparan yang segera mencair. Sedangkan mengenai kandungannya, Prof Cozzi menemukan unsur Boron, Silikon dan Magnesium. Jika diterjemahkan dalam bahasa kimia, maka materi itu kemungkinan adalah sejenis Kaca Boron Silikon, sesuatu yang tidak dikenal oleh sains.

Selain penelitian yang dilakukan oleh tim Italia, seorang peneliti era Sovyet, LV Kirichenko, seorang ahli radiometri, juga pernah melakukan penelitian dengan sampel yang didapat dari Selandia baru tahun 1967. Kesimpulan yang didapat menunjukkan bahwa materi tersebut adalah materi berserat yang berkualitas tinggi. Beberapa seratnya berdiameter kurang dari 0,1 mikron. Sebagian besar serat itu mengumpul dalam bundel-bundel yang berbeda hingga membentuk benang dengan diameter 20 mikron. Benang yang terbentuk berwarna putih dan transparan. Kirichenko tidak bisa menyimpulkan identitasnya karena ia tidak bisa menemukan materi padanannya. Namun ia percaya bahwa materi tersebut tidak dibentuk oleh alam.

Walaupun umumnya angel's hair lenyap ketika disentuh, namun ternyata tidak semua laporan menyebutkan hal itu. Hal ini dikarenakan angel's hair terdiri dari sekumpulan serat polymer yang cukup kompleks. Jadi proses terurainya materi ini sangat berkaitan dengan kondisi atmosferik dan panas yang ada saat itu. Bila didinginkan, angel's hair ternyata tidak mengurai.


Nah, karakter dan kandungannya telah diidentifikasi. Lalu, pertanyaannya, materi apakah angel's hair ini dan darimanakah datangnya ? Disinilah mulai berkembang teori yang beraneka ragam. Ada dua bagian besar teori yang diajukan, pertama dari para ufolog dan yang kedua adalah dari ilmuwan (dan jelas bukan ufolog).

Ufolog Amerika bernama Charles Magney percaya bahwa materi tersebut adalah ekses energi ufo yang termaterialisasi. Menurutnya lagi, materi seperti sarang laba-laba itu kembali ke dimensinya atau ke kontinuum ruang dan waktu lainnya sementara ia terurai di udara. Ufolog Inggris lainnya percaya bahwa angel's hair adalah variasi dari ektoplasma yang muncul selama sesi spiritualistik (percayalah, saya juga tidak mengerti maksudnya).

Ufolog lainnya lagi percaya bahwa angel's hair disebabkan oleh energi yang dilepaskan ufo yang menyebabkan atom-atom di udara bereaksi satu sama lain sehingga menghasilkan materi seperti sarang laba-laba yang jatuh ke bumi dan menghilang ketika proses ionisasi terjadi.

Bagi para ilmuwan (dan sudah pasti bukan ufolog), materi itu dipercaya sebagai sarang laba-laba yang terbawa oleh udara. Teori ini cukup masuk akal. Dalam beberapa kesempatan, penemuan angel's hair yang diteliti memang menunjukkan bahwa materi tersebut adalah sejumput sarang laba-laba, bahkan pernah ditemukan laba-laba di dalamnya. Lagipula kita juga pernah mendengar mengenai hujan ikan dan kodok kan ? Lalu bukankah hujan sarang laba-laba menjadi sesuatu yang wajar ?

Tapi....teori sarang laba-laba tidak menjelaskan mengapa materi ini segera terurai ketika disentuh.

Teori lainnya yang populer adalah partikel debu yang terpolarisasi. Menurut sebagian ilmuwan, listrik yang ada di atmosfer bumi mungkin telah menyebabkan partikel-partikel debu yang mengapung di udara terpolarisasi hingga membentuk filamen yang panjang. Teori ini juga masuk akal, namun tidak pernah bisa dibuktikan.

Jadi dalam kasus Angel's Hair, alam dan segala keunikannya mendapat nilai satu poin. Sedangkan sains dan ufolog dengan segala teorinya mendapat nilai nol.

Apabila digabungkan dengan Star Jelly, maka alam sudah mendapat nilai dua poin. setuju kan ?


(wikipedia, english.pravda.ru, science.howstuffworks.com, subversiveelement.com)


Komentar Pilihan :

Anonymous said...

hmm....waktu saya masih kecil dulu, saya sering menemukan "jaring laba2" yang terdiri dari embun. di pagar2, rumput2, warnanya putih dingin. saya kumpul sebanyak2banyaknya tapi dalam hitungan detik jering2 itu hilang. itulah rambut2 embun di halaman sekolah dan rumah saya di papua.

December 19, 2009 4:00 AM

Misteri kerajaan Shambhala

Selama ribuan tahun, ada sebuah rumor yang beredar, bahwa di suatu tempat di Tibet, diantara puncak-puncak bersalju Himalaya dan lembah-lembah yang terpencil, ada sebuah surga yang tidak tersentuh, sebuah kerajaan dimana kebijakan universal dan damai yang tidak terlukiskan berada. Sebuah kerajaan yang disebut Shambhala.


James Hilton menulis mengenai kota mistik ini pada tahun 1933 di dalam bukunya yang berjudul "Lost Horizon". Hollywood lalu mengangkatnya dalam film produksi tahun 1960, "Shangri-la". Bahkan penulis terkenal James Redfield yang menulis The Celestine Prophecy juga menulis satu buku yang berjudul "The Secret of Shambhala : In Search of the Eleven Insight." Shambhala yang misterius ini juga dianggap sebagai sumber bagi Kalachakra, yaitu cabang paling tinggi dan esoterik dalam mistik Tibet.

Legenda mengenai Shambhala sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Kita bisa menemukan catatan tentang kerajaan ini di dalam teks-teks kuno seperti Kalachakra dan Zhang Zhung yang bahkan sudah ada sebelum agama Budha masuk ke Tibet.

Kata Shambhala berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "Tempat kedamaian" atau "Tempat keheningan". Kerajaan ini memiliki ibukota bernama Kalapa dan diperintah oleh raja-raja dinasti Kulika atau Kalki. Di tempat inilah makhluk hidup yang sempurna dan semi sempurna bertemu dan bersama-sama memandu evolusi kemanusiaan. Hanya mereka yang murni hatinya yang dapat tinggal di tempat ini. Disana mereka akan menikmati kebahagiaan dan kedamaian dan tidak akan sekalipun mengenal penderitaan.

Konon di kerajaan itu, cinta kasih dan kebijakanlah yang memerintah. Tidak pernah terjadi ketidakadilan. Penduduknya memiliki pengetahuan spiritual yang sangat mendalam dan kebudayaan mereka didasari oleh hukum, seni dan pengetahuan yang jauh lebih tinggi dibanding dengan pencapaian yang pernah diraih dunia luar.

Banyak petualang dan penjelajah telah berusaha mencari kerajaan mistik ini. Menurut mereka, mungkin Shambhala terletak di wilayah pegunungan Eurasia, tersembunyi dari dunia luar. Sebagian lagi yang tidak menemukannya percaya bahwa Shambhala hanyalah sebuah simbol, penghubung antara dunia nyata dengan dunia yang ada di seberang sana. Tapi, sebagian orang lagi percaya bahwa Shambhala adalah sebuah dunia yang nyata.

Menurut Teks kuno Zhang Zhung, Shambhala identik dengan Lembah Sutlej di Himachal Pradesh. Sedangkan bangsa Mongolia mengidentikkannya dengan lembah-lembah tertentu di Siberia selatan.


Informasi mengenai kerajaan ini sampai ke peradaban barat pertama kali lewat seorang misionaris katolik Portugis bernama Estevao Cacella yang mendengar kisah ini dari penduduk setempat. Lalu pada tahun 1833, seorang cendikiawan Hungaria bernama Sandor Korosi Csoma bahkan menyediakan kordinat Shambhala yang dipercaya berada diantara 45' dan 50' lintang utara.

Menarik, menurut catatan Alexandra David Neel yang telah menghabiskan sebagian hidupnya di Tibet, Shambala ternyata tidak hanya dikenal di Tibet. Jauh di utara Afghanistan, ada sebuah kota kecil yang bernama Balkh, sebuah kota kuno yang juga dikenal sebagai "ibu dari kota-kota". Legenda masyarakat Afghanistan modern menyatakan bahwa setelah penaklukan oleh kaum Muslim, kota Balkh sering disebut sebagai "Lilin yang terangkat" atau dalam bahasa Persia dikenal dengan sebutan "Sham-I-Bala". Entahlah, kita tidak tahu pasti apakah kota ini berhubungan dengan Shambhala yang misterius atau tidak.


Legenda Shambhala kemudian menarik perhatian seorang penganut esoterik dan teosofi bernama Nicholas Roerich (1874-1947). Dalam keingintahuannya, ia menjelajahi gurun Gobi menuju pegunungan Altai dari tahun 1923 hingga tahun 1928. Perjalanan ini menempuh 15.500 mil dan melintasi 35 puncak-puncak gunung tertinggi di dunia. Namun usaha yang luar biasa ini tetap tidak dapat menemukan kerajaan itu.

Bahkan Nazi yang juga sangat berkaitan dengan dunia esoterik pernah mengirim ekspedisi pencarian Shambhala pada tahun 1930, 1934 dan 1938.

Tapi, tidak satupun dari antara mereka yang berhasil menemukannya.

Edwin Bernbaum menulis dalam "The Way of Shambhala" :
"Sementara penjelajah mendekati kerajaan itu, perjalanan mereka menjadi semakin sulit dilihat. Salah satu pendeta Tibet menulis bahwa peristiwa ini memang dimaksudkan untuk menjauhkan Shambhala dari para barbar yang berniat untuk menguasainya."
Apa yang ditulis oleh Bernbaum sangat berkaitan dengan ramalan Shambhala. Menurut ramalan itu, umat manusia akan mengalami degradasi ideologi dan kemanusiaan. Materialisme akan menyebar ke seluruh bumi. Ketika para "barbar" ini bersatu dibawah komando seorang raja yang jahat, maka barulah kabut yang menyelubungi pegunungan Shambhala akan terangkat dan pasukan raja ini dengan persenjataan yang mengerikan akan menyerang kota itu.

Lalu raja Shambhala ke-25 yang bernama Rudra Cakrin akan memimpin pasukannya untuk melawan pasukan Barbar itu. Dalam pertempuran itu, raja yang jahat dan pasukannya berhasil dihancurkan dan umat manusia akan dikembalikan ke dalam kedamaian.

Beberapa cendikiawan seperti Alex Berzin, dengan menggunakan perhitungan dari Tantra Kalachakra, percaya bahwa peristiwa ini akan terjadi pada tahun 2424 Masehi.

Ketika kebudayaan timur bergerak ke barat, mitos Shambhala bangkit dari dalam kabut waktu. Saya rasa, kerinduan akan kedamaianlah yang telah menyebabkan umat manusia berusaha menemukan kerajaan utopia ini. Mungkin kita tidak akan pernah menemukan Shambhala, namun mungkin juga kita tidak perlu mencari terlalu jauh.

Sebuah kisah kuno dari Tibet menceritakan bahwa suatu hari ada seorang anak muda yang bersiap untuk mencari Shambhala. Setelah menjelajahi banyak gunung, ia menemukan sebuah gua. Di dalamnya ada seorang pertapa tua yang kemudian bertanya kepada anak muda itu : "Kemanakah tujuanmu sehingga engkau rela menjelajahi salju yang tebal ini ?"

"Untuk menemukan Shambhala," Jawab anak muda itu.

"Ah, engkau tidak perlu pergi jauh." Kata pertapa itu. "Sesungguhnya Kerajaan Shambhala ada di dalam hatimu sendiri."

Benarkah ada Shambhala di hati kita ?


(wikipedia, bibliotecapleyades.net, thewildrose.net)

Star Jelly - Gumpalan gelatin misterius dari meteor

Ketika kita memandang hujan meteor indah yang melewati bumi, mungkin tidak banyak dari kita yang tahu bahwa meteor-meteor tersebut juga meninggalkan kenang-kenangan untuk manusia di bumi berupa substansi seperti agar-agar yang sering disebut Star Jelly.


Star Jelly adalah substansi berbentuk gelatin yang dipercaya jatuh ke bumi akibat dibawa oleh meteor. Fenomena ini konon telah diketahui sejak tahun 1641 dan merupakan salah satu misteri yang paling membingungkan dalam sejarah sains.

Walaupun ide adanya meteor yang membawa Jelly biologis terlihat seperti sebuah science fiction, namun intensitas laporan yang masuk selama berabad-abad sepertinya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Star Jelly dalam sejarah
Contohnya pada tahun 1641, seorang Inggris bernama John Suckling pernah menyebut mengenai Star Jelly di salah satu puisinya.

"As he whose quicker eye doth trace a false star shot to a mark'd place do's run apace, and, thinking it to catch, a jelly up do snatch"

Sir Walter Scott, seorang penulis besar Inggris juga menyinggungnya dalam novel yang ditulisnya pada tahun 1825, "The Talisman" :

"And thou shalt only light on some foul jelly, which, in shooting through the horizon, has assumed for a moment an appearance of splendour.�

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Scientific American tahun 1846, deskripsi mengenai hujan meteor juga dihubungkan dengan penemuan Jelly misterius ini.

"Sepertinya ukurannya (meteor) lebih besar dari matahari dan ia membuat langit menjadi terang seperti siang hari. Dan ketika meteor itu jatuh, sejumlah penduduk segera mencari lokasinya dan menemukan sekumpulan Jelly dengan diameter 1,2 meter."

Dari tulisan-tulisan yang ditemukan mengenai fenomena ini, kita bisa mengetahui bahwa sejak berabad-abad lampau orang telah menghubungkan Star Jelly dengan meteor atau bintang jatuh. Keyakinan ini terbawa hingga sekarang.

Pembahasan yang lebih modern mengenai Star Jelly muncul pada sebuah artikel yang terbit tahun 1979 di Fate Magazine. Disitu disebut bahwa Star Jelly adalah substansi ekstra terestrial yang terdiri dari "cellular organic matter" yang eksis sebagai "prestellar molecular clouds" yang melintasi luar angkasa.

Kita mungkin tidak akan pernah mengerti maksud istilah-istilah rumit tersebut. Namun paling tidak Fate Magazine telah menimbulkan kembali fantasi-fantasi mengenai makhluk ekstra terestrial. Beberapa paranormal bahkan mengatakan bahwa Jelly tersebut merupakan sisa-sisa dari hewan luar angkasa.

Penemuan Star Jelly - Laporan Saksi
Selama berabad-abad, terdapat puluhan hingga ratusan laporan ditemukannya gumpalan-gumpalan gelatin di tanah sehari setelah penampakan meteor jatuh atau hujan meteor.


Contohnya, pada tahun 1950, sebuah gumpalan besar ditemukan oleh polisi Philadelphia. Polisi itu mendeskripsikan gumpalan itu sebagai "Jelly dengan bentuk seperti piringan dengan diameter 1,8 meter. Tebalnya sekitar 30 cm di tengah dan sekitar 5 cm di tepinya."

Masih menurut polisi tersebut, ketika disentuh, bagian Jelly yang disentuh segera berubah menjadi buih dan lenyap di udara tanpa meninggalkan bau sedikitpun. Malam sebelumnya, para penduduk sekitar melaporkan adanya sebuah meteor terang yang lewat di daerah itu.

Pada tahun 1994, para penduduk di Oakville, Washington melaporkan adanya "hujan gelatin" terjadi di wilayahnya. Peristiwa ini bahkan disinggung dalam salah satu episode televisi "unsolved mystery".

Pada 3 November 1996, sebuah meteor besar terlihat melewati langit Kempton, Australia. Pada keesokan paginya, para penduduk menemukan Jelly bening di halaman rumah dan trotoar di kota itu.


Laporan penemuan paling baru terjadi pada tahun 2009 dimana ditemukan gumpalan-gumpalan Jelly di beberapa perbukitan Skotlandia.

Star Jelly - Teori-teori
The Massachusetts Department of Environment Quality Engineering pernah meneliti Jelly ini dan menyimpulkan bahwa substansi ini tidak beracun dan tidak berbahaya bagi manusia. Walaupun begitu, identitasnya masih belum diketahui dengan pasti. Namun paling tidak ada beberapa dugaan yang diajukan, tapi sebelumnya, para peneliti harus mengeliminasi hubungan Jelly ini dengan kemunculan meteor.

Star Jelly dan Meteor
Pada kenyataannya, meteor hampir tidak pernah mencapai permukaan bumi. Kebanyakan akan segera terbakar habis di atmosfer. Seperti yang kita ketahui, meteor umumnya terbuat dari batu atau partikel besi. Jika meteor memiliki elemen Jelly, tentu saja jelly tersebut akan segera terbakar habis sebelum mencapai bumi. Jadi Jelly ini pastilah tidak berhubungan dengan meteor sama sekali.

Menurut para peneliti ini, para saksi yang melihat meteor akan mendatangi tempat yang dianggap sebagai tempat jatuhnya meteor dan mungkin mereka menemukan Jelly yang memang sudah ada disitu sebelumnya.

Teori ini cukup masuk akal karena seringkali penemuan Jelly ini tidak disertai oleh penampakan meteor malam sebelumnya. Dan jika hubungan antara meteor dan Star Jelly telah diabaikan, lalu materi apakah Star Jelly ini sebenarnya ?

Polusi Industri
Beberapa orang beranggapan bahwa materi ini adalah hasil dari polusi industrial.

Misalnya, pada kasus penemuan Jelly di Philadelphia tahun 1950 yang saya ceritakan di atas, lokasi penemuannya hanya berjarak sekitar 800 meter dari sebuah pabrik.

Lalu, pada tanggal 11 Agustus 1979, Mrs Sybil Christian dari texas menemukan beberapa gumpalan Jelly berwarna ungu di halaman depan rumahnya setelah terjadi hujan meteor Perseid malam sebelumnya. Lalu Forth Worth Museum of Science and History mengadakan penelitian dan menemukan bahwa pabrik battere di dekat situ menghasilkan limbah yang berwarna ungu. Jadi mungkin ada hubungannya antara gumpalan ungu tersebut dengan limbah pabrik.

Walaupun dilakukan dengan pendekatan sains, teori ini tidak dapat menjelaskan laporan penemuan Star Jelly sejak abad 17, jauh sebelum industri bertumbuh di Amerika dan Eropa.

Sisa-sisa tubuh hewan
The Book of British Amphibians and Reptiles yang ditulis oleh M Smith menjelaskan bahwa Star Jelly sesungguhnya adalah sisa-sisa oviduct kodok. Oviduct adalah saluran reproduksi di dalam tubuh kodok yang menghasilkan substansi berupa jelly yang menyelubungi ovum hewan amphibi ini.

Menurut Smith, burung dan mamalia lain yang memakan kodok biasanya menyisakan oviduct yang kemudian berubah menjadi Jelly ketika bereaksi dengan udara.

Namun sama seperti teori polusi industri, teori ini juga memiliki kelemahan.

Para peneliti dari National geographic yang meneliti sampel Star Jelly yang ditemukan di Amerika tidak bisa menemukan DNA di dalamnya. Jika gumpalan Jelly itu berasal dari hewan, maka tentu saja akan ada jejak-jejak DNA hewan di dalamnya.

Lagipula, jika Jelly itu adalah sisa-sisa tubuh kodok yang dimakan burung, bagaimana menjelaskan penemuan Jelly dengan diameter lebih dari satu meter ? Berapa banyakkah kodok yang dimakan dan dimuntahkan oleh burung itu ?

Nostoc
Teori lain menyebut bahwa Star Jelly adalah Nostoc, yaitu sejenis cyanobakteri air tawar yang memiliki potensi untuk membentuk koloni di area terbuka. Jika dalam kondisi biasa, koloni ini tidak akan terlihat oleh manusia. Namun ketika hujan turun, Koloni Nostoc ini akan berubah menjadi gumpalan Jelly yang bisa jadi disalahartikan sebagai substansi yang baru jatuh dari langit.


Namun, teori ini tidak terlalu menarik perhatian karena gumpalan Jelly yang dihasilkan dari koloni Nostoc ternyata tidak mirip dengan gumpalan Star Jelly yang ditemukan.

Star Jelly - penutup
Seperti yang saya katakan di awal, misteri yang satu ini belum berhasil dipecahkan oleh sains modern. Tentu saja sekali lagi, sangat sulit membayangkan Jelly seperti itu bisa dibawa oleh meteor dari luar angkasa. Namun jika tidak berhubungan dengan meteor, lalu mengapa sejak berabad-abad orang selalu menghubungkannya dengan meteor ?

Hans Sluiman, seorang ahli Algae yang juga meneliti sampel substansi ini sangat yakin bahwa Star Jelly bukan hewan ataupun tumbuhan. Kalau begitu apa ? entahlah !

Untuk kasus Star Jelly, Alam semesta dengan keunikannya mendapat nilai satu poin, dan sains dengan segala teorinya mendapatkan nilai nol.

(wikipedia, blogs.howstuffsworks.com, subversiveelement.com)

Ufo nazi - Senjata rahasia Jerman pada perang dunia II

Pada sekitar pertengahan abad 20, Hitler dengan nazi-nya telah membawa Eropa masuk ke dalam teror yang mencapai puncak dengan pecahnya perang dunia ke II (1939-1945). Pada masa itu, Hitler berusaha dengan keras untuk menguasai seluruh Eropa dan dunia dengan cara apapun, mulai dari mistik hingga teknologi. Dan dari sinilah muncul legenda-legenda luar biasa mengenai nazi, salah satunya adalah legenda bahwa nazi dengan suatu cara berhasil membangun pesawat berbentuk piringan dengan kemampuan luar biasa yang sering disebut dengan ufo nazi.


Jika kita berbicara mengenai ufo nazi, maka yang dimaksud "ufo" disini adalah pesawat berbentuk piringan. Kita tidak sedang berbicara mengenai pesawat alien.

Catatan awal ufo nazi
Perang dunia II adalah perang senjata rahasia. Pada masa ini, senjata-senjata dashyat berhasil diciptakan. Mulai dari mesin pemecah kode hingga bom atom. Dan sesudah berakhirnya perang itu, beredar rumor bahwa nazi memiliki senjata rahasia berupa pesawat berbentuk piringan dengan kemampuan anti gravitasi dan mampu terbang melebihi kecepatan suara.

Rumor ini sepertinya diteguhkan oleh banyak saksi dan laporan. Belakangan disebut juga bahwa nazi memang memiliki dua jenis pesawat berbentuk piringan yang paling terkenal, yaitu seri Haunebu dan V-7. Namun perlu saya tegaskan sekali lagi bahwa sebagian peneliti masih meragukan bahwa nazi telah berhasil mencapai teknologi ini.

Pada awal tahun 1950, Giuseppe Beluzzo, seorang ilmuwan Italia dan mantan menteri era Mussolini menulis mengenai ufo nazi di sebuah artikel di surat kabar Italia "Il Giornale d'Italia". Ia menulis bahwa sesungguhnya Jerman telah mempelajari desain pesawat berbentuk piringan sejak tahun 1942. Pada bulan yang sama dengan penerbitan artikel itu, seorang insinyur Jerman bernama Rudolf Schriever memberikan pengakuan kepada majalah Der Spiegel bahwa ia telah mendesain pesawat berbentuk lingkaran dengan diameter 15 meter.

Kisah Schriever ini kemudian dituangkan dalam sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis bernama Rudolf Lusar.

Nazi ufo - catatan Rudolf Lusar

Pada tahun 1950an, Rudolf Lusar menulis sebuah buku berjudul "German secret weapons of world war II". Lusar adalah seorang mayor di militer Jerman unit teknis selama perang dunia II. Dalam bukunya tersebut, Lusar menceritakan banyak hal mengenai senjata rahasia nazi. Namun yang paling menarik perhatian adalah bab yang berjudul "Wonder Weapons".

Menurut Lusar, desainer pesawat Jerman bernama Rudolf Schriever bersama rekan-rekannya, Habermohl, Mierth dan Bellanzo, sedang mengerjakan beberapa pesawat berbentuk piringan selama masa perang dunia II. Salah satu fasilitas produksinya adalah pabrik yang terdapat di dekat Breslau, Polandia. Mierth berhasil membuat sebuah prototype pesawat berbentuk piringan dengan diameter 137 meter dengan punuk di atasnya yang berfungsi sebagai kokpit.

Pesawat ini disebut menggunakan "tenaga mesin jet yang disesuaikan". Menurut Lusar lagi, pesawat itu akhirnya hancur ketika pabrik itu diledakkan sendiri oleh pasukan Jerman untuk mencegahnya jatuh ke tangan Sovyet tahun 1945.

Di lokasi pabrik kedua di luar kota Praha, Ceko, Kelompok lain yang dipimpin oleh Schriever dan Habermohl juga mengerjakan pesawat berbentuk piringan yang lain. Diagram yang dibuat oleh Lusar menunjukkan pesawat tersebut memiliki bentuk piringan dengan kokpit berbentuk telur. Pesawat itu juga dilengkapi dengan bilah baling-baling untuk mengangkatnya dari tanah.


Pesawat ini konon diujicobakan pada tahun 1945 dan mampu mencapai ketinggian 12 kilometer hanya dalam tempo 3 menit. Disebut juga bahwa pesawat itu bahkan bisa terbang mencapai kecepatan maksimal hingga 2.000 km/jam, yang artinya lebih cepat dari kecepatan suara.

Klaim ini tentu saja sangat mengejutkan mengingat catatan resmi pesawat pertama yang melampaui kecepatan suara adalah pesawat buatan Amerika yang memecahkan rekor itu tahun 1947.

Nazi ufo - Kesaksian Viktor Schauberger

Tentu saja, banyak peneliti yang meragukan kesaksian Lusar mengingat hampir tidak pernah ada bukti mengenai senjata-senjata rahasia nazi. Kemudian, seorang jurnalis penerbangan bernama Nick Cook menjadi tertarik untuk meneliti masalah ini dan kemudian bepergian untuk mengunjungi lokasi-lokasi yang disebut-sebut oleh Lusar. Cook akhirnya menemukan satu nama yang mungkin berkaitan dengan keberadaan ufo nazi, yaitu Viktor Schauberger.

Cook mengunjungi cucu Schauberger dan menemukan catatan-catatan desain pesawat yang dimiliki olehnya. Menurut Schauberger, ia mampu membuat sebuah mesin yang memiliki kemampuan untuk "terbang mengikuti alam". Salah satu proyek yang sedang dikerjakan oleh Schauberger adalah sebuah pesawat berbentuk piringan yang menggunakan sistem "Mesin pendorong vortex". Teorinya adalah, jika air atau udara berotasi membentuk putaran, yang juga dikenal dengan sebutan "colloidal", maka saat itu akan dihasilkan energi yang cukup untuk mengangkat sebuah objek, termasuk pesawat.

Konon Schauberger berhasil membangun beberapa model pesawat semacam ini. Salah satunya memiliki diameter hingga 15 meter. Bahkan disebut-sebut bahwa satu dari beberapa model pesawat ini benar-benar bisa terbang. Uji cobanya dilakukan pada tanggal 19 Februari 1945 dan berhasil mencapai ketinggian 45.000 kaki hanya dalam tempo 3 menit. Pesawat ini kemudian sering disebut dengan sebutan V-7, yang merupakan kependekan dari Vril-7.


Schauberger juga mengakui bahwa salah satu prototype yang didesainnya dibangun dengan menggunakan tenaga kerja paksa dari kamp konsentrasi di Mauhausen. Dalam catatan Schauberger juga disebut bahwa prototype pesawat itu dihancurkan dalam usaha mencegahnya jatuh ke tangan pasukan sekutu.

Setelah perang dunia ke II berakhir, Schauberger pindah ke Amerika Serikat dan bekerja untuk proyek rahasia pemerintah Amerika Serikat. Ia meninggal tahun 1958.

Cook percaya bahwa kisah yang diceritakan oleh Schauberger tidak dibuat-buat. Ia juga menyimpulkan bahwa teknologi nazi itu kemudian diambil oleh pemerintah Amerika dan Sovyet. Bahkan pemerintah Amerika bertindak lebih jauh dengan menjalankan "Operation Paperclip" dimana ilmuwan-ilmuwan Jerman diselundupkan dengan diam-diam ke Amerika Serikat.

Ilmuwan-ilmuwan ini kemudian bekerja untuk proyek-proyek angkasa Amerika. Salah satunya adalah ilmuwan Jerman yang bernama Wernher Von Braun yang kemudian bekerja untuk NASA. Ia adalah orang yang menciptakan wahana Saturn V yang berhasil mendaratkan Neil Armstrong di bulan.

Nazi ufo - mitos atau fakta

Tentu saja ketika berbicara mengenai pesawat ufo nazi, orang-orang bukannya kagum dengan bentuknya yang bulat. Namun yang dipertanyakan adalah apakah Jerman benar-benar berhasil membuat sebuah pesawat anti gravitasi ? Dan apakah benar Jerman berhasil membuat pesawat yang berhasil mencapai ketinggian 45.000 kaki hanya dalam tempo 3 menit ? Atau apakah Jerman benar-benar berhasil membuat pesawat yang berhasil mencapai kecepatan suara 2 tahun sebelum Amerika ?

Seorang insinyur aeronautika bernama Roy Fedden percaya bahwa Jerman memiliki teknologi itu. Fedden berkata :
"Saya telah melihat desain dan rencana produksi mereka dan menyadari bahwa jika saja mereka bisa memperpanjang perang selama beberapa bulan, maka kita akan melihat konfrontasi udara yang sangat berbeda"
Kesaksian ini juga diteguhkan oleh Kapten Edward J Ruppelt dari project blue book :
"Ketika perang dunia II berakhir, Jerman telah memiliki beberapa bentuk pesawat yang radikal dan beberapa pengendali rudal. Mayoritas pesawat itu memang masih dalam masa uji coba, namun pesawat itu adalah satu-satunya pesawat yang dianggap mampu mencapai kemampuan mendekati obyek-obyek yang diamati para pengamat ufo."
Mungkin saja Jerman benar-benar berhasil membuat pesawat seperti ini. Pada masa perang dunia II, banyak penampakan objek terbang misterius yang disebut foo fighters yang dilaporkan oleh para pilot pesawat tempur. Pada saat itu banyak yang percaya bahwa foo fighters adalah senjata rahasia Jerman.

Avro Canada - proyek ufo yang gagal

Kecurigaan ini kembali berkembang setelah ada usaha dari Amerika dan Kanada untuk membuat pesawat terbang berbentuk piringan setelah perang dunia II berakhir. Pada tahun 1953, sebuah perusahaan penerbangan bernama Avro Canada mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan VZ-9-AV Avrocar, sebuah pesawat jet yang dipercaya mampu mencapai kecepatan 2.400 km/jam.

Namun uji coba pesawat ini mengalami kegagalan terus menerus hingga akhirnya proyek ini dihentikan total pada tahun 1961 setelah menghabiskan dana 10 juta dolar.

Insinyur Georg Klein dari Jerman mengklaim bahwa teknologi pesawat ini adalah hasil karya nazi Jerman.


Nazi dan Antartika
Sebenarnya legenda ufo nazi bukanlah sesuatu yang luar biasa. Kisah ini menjadi luar biasa ketika seorang penulis bernama Ernst Zundel menulis buku yang berjudul "UFOs : Nazi Secret Weapons ?". Dalam buku itu ia menulis bahwa setelah berakhirnya perang dunia II, Hitler berhasil melarikan diri ke Antartika dan membuat markas ufo disana. Kisah yang ditulis Zundel sangat erat kaitannya dengan teori Hollow Earth yang dipercaya sebagian orang. Lagipula, nazi pernah mengklaim wilayah New Swabia di Antartika sebagai kepunyaan Jerman dan mengirim ekspedisi ke tempat itu pada tahun 1938.

Kisah Zundel kemudian menjadi sangat populer dan hingga saat ini, banyak yang percaya bahwa Hitler secara diam-diam berada di belakangan kemunculan ufo yang marak setelah perang dunia II. Tapi tentu saja kisah ini tidak memiliki fakta dan bukti sama sekali. Apalagi setelah diketahui bahwa Zundel menjual tiket untuk eksplorasi ke Antartika seharga $9.999 untuk mencari pintu masuk Hollow Earth.

Lalu ada lagi klaim dari Vladimir Terziski, seorang insinyur Bulgaria yang mengatakan bahwa Jerman bersama Italia dan Jepang telah membangun markas bersama di Antartika dan terus mengerjakan proyek rahasia mereka dari sana. Ia juga mengatakan bahwa Jerman telah berhasil mendarat di bulan pada tahun 1942 dan membangun markas rahasia disana.

Nazi ufo - antara imajinasi dan kenyataan
Sepertinya manusia punya kebiasaan untuk mengkultuskan para tokoh dunia yang dianggap kharusmatik, dan karena ada penulis-penulis seperti Zundel dan Terziski, maka ingatan kita akan Hitler dipenuhi oleh mitos-mitos yang tidak berdasar.

Namun soal ufo nazi, Saya percaya bahwa nazi bisa saja telah mencapai teknologi seperti itu. Apalagi jika kita membaca sejarah bahwa keberhasilan teknologi angkasa Rusia dan Amerika sangat dibantu oleh para ilmuwan Jerman yang hijrah ke negara itu.

Konon, menurut para motivator, mereka yang memiliki ambisi akan dapat mencapai banyak hal, tidak peduli apakah ambisi tersebut didasari oleh niat baik ataupun niat jahat.

(wikipedia, ufocasebook.com, forteantimes.com, unmuseum.org)

Cahaya Spiral raksasa misterius terlihat di langit Norwegia

Cahaya Spiral raksasa misterius terlihat di langit Norwegia

09 Desember 2009, penduduk Norwegia dikejutkan dengan munculnya sebuah fenomena aneh di langit. Sebuah cahaya biru naik ke langit, berhenti di tengah lalu meledak dan berubah menjadi spiral raksasa yang menyerupai efek gelombang kejut, seakan-akan sebuah portal menuju dimensi lain sedang terbuka lebar.

Hari ini media dunia digoncangkan oleh sebuah fenomena misterius di Norwegia yang mungkin baru pertama kali terjadi di dunia. Para peneliti ruang angkasa mengakui bahwa mereka belum pernah melihat fenomena seperti ini sebelumnya.

Sebenarnya dari kemarin malam saya sudah membaca berita ini. Tapi melihat foto yang ditampilkan, saya menjadi ragu untuk mempostingnya karena spiral raksasa di foto itu sangat mirip dengan gambar yang dihasilkan oleh computer graphic. Namun ternyata berita ini bukan hoax dan diberitakan oleh media-media di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Jadi saya memutuskan untuk membahasnya. Saya tahu, jika saya memposting berita yang isinya sama dengan yang sudah kalian baca di detikcom atau vivanews, maka sebagian dari kalian akan marah kepada saya dan menganggapnya basi (biasanya begitu, haha). Jadi saya akan menambahkan teori penjelasannya yang saya anggap paling masuk akal.

Biasanya, saya tidak suka menambah video ke postingan di Blog ini karena saya tahu sebagian besar dari kalian menggunakan koneksi internet yang tidak cepat (sama seperti saya). Tapi kali ini saya akan menambahkan dua video supaya isi tulisan ini menjadi lebih gampang dipahami.

Fenomena ini telah membuat para saksi mata dari Tr�ndelag hingga Finnmark dibuat bingung. Kebanyakan menduga bahwa fenomena ini mungkin berhubungan gelombang kejut yang diakibatkan oleh meteor. Tapi tentu saja teori yang paling populer adalah ufo hingga time tunnel atau vortex.

Foto-foto di bawah ini diambil dari sebuah dermaga pelabuhan pada pukul 7:50 pagi.


Ini rekamannya .


Awalnya, sebuah cahaya biru terlihat naik dari belakang gunung. Cahaya itu putus di langit lalu mulai bersirkulasi dan meledak di udara. Dalam beberapa detik, sebuah spiral raksasa telah terlihat memenuhi langit. Cahaya biru panjang itu terlihat selama sekitar 10 menit sebelum menghilang.

Institut meteorologi Norwegia segera dibanjiri oleh telepon dari masyarakat yang melaporkan fenomena ini. Para astronom mengatakan bahwa fenomena ini sepertinya tidak terkait dengan Aurora yang biasa terlihat di Norwegia.

"Aku sedang mengantar anakku ke sekolah dengan mobil, lalu aku melihat cahaya itu muncul dan seperti meledak di udara," Kata Totto Eriksen dari Troms� kepada VG Nett.

"Ia terlihat seperti spiral raksasa yang kemudian melingkar dan terus melingkar," Tambah Axel Rose Berg dari Alta.

Bahkan astronom ternama Knut J�rgen R�ed �degaard mengatakan kepada VG Nett bahwa ia belum pernah melihat fenomena yang seperti ini.

Pusat pengendali lalu lintas udara di Troms� menyebut fenomena ini berlangsung selama dua menit. Menurut mereka lagi, fenomena ini berlangsung terlalu lama untuk disebut sebagai sebuah fenomena angkasa biasa.
Melihat bentuknya yang persis seperti sebuah portal menuju dimensi lain, maka beberapa orang telah menyebut fenomena ini dengan sebutan Star Gate.

Namun beberapa peneliti mencurigai fenomena itu diakibatkan oleh sebuah rudal Rusia yang salah arah. Dan sepertinya teori ini cukup masuk akal.

Dua hari sebelum spiral raksasa itu terlihat di angkasa, Sebuah media di Norwegia memperingatkan para penduduk untuk tidak terbang melintasi laut putih karena saat itu ada armada utara Rusia yang sedang melakukan uji coba rudal di laut itu.

Seorang peneliti bernama Erik Tandberg mengatakan :
"Jika fenomena itu diakibatkan oleh misil Rusia, maka kemungkinan misil itu diluncurkan dari pangkalan Rusia di Pletsevsk atau dari salah satu kapal selam Rusia, atau bahkan mungkin dari badan angkasa luar Eropa di Kiruna. Spiral yang terjadi menunjukkan bahwa objek yang meluncur telah keluar dari sasaran dan membuat gerakan berbentuk spiral. Sedangkan cahaya biru itu bisa terbentuk akibat bahan bakar roket yang bocor."
Seorang juru bicara departemen pertahanan Norwegia, John Espen Lien, mengatakan bahwa militer Norwegia memang tidak bisa memastikan penyebab fenomena ini, namun mereka juga menduga bahwa fenomena ini berasal dari uji coba rudal Rusia. Rusia memang biasa menggunakan wilayah Laut Putih dan Laut Barent untuk uji coba rudal.

Teori ini juga diteguhkan oleh seorang pejabat militer Rusia yang menolak disebutkan namanya. Ia menyebutkan bahwa fenomena itu disebabkan oleh peluncuran rudal Bulava yang gagal dari sebuah kapal selam di laut putih.

Uji coba rudal Bulava yang dilakukan pada tanggal 9 Desember pagi itu telah mengalami penjadwalan ulang beberapa kali. Uji coba itu pertama kali dilakukan pada tanggal 15 Juli 2009. Saat itu rudal itu gagal meluncur dan memicu penghancuran otomatis hanya beberapa saat setelah meluncur. Jika benar yang disaksikan adalah misi peluncuran rudal Bulava yang gagal, berarti Rusia telah 7 kali gagal meluncurkan rudal itu dari 13 kali percobaan.

Tapi tentu saja, pihak militer Rusia belum memberikan konfirmasi secara resmi.

Dan tahukah kalian, apa yang saya suka dari para peneliti di Luar negeri ? Jawabannya adalah mereka bekerja dengan sangat cepat. Jika kita melihat foto dan membayangkan teori rudal yang salah arah, maka kita mungkin akan segera menolak teori tersebut. Tapi seorang peneliti bernama Doug Ellison dari UnmannedSpaceflight.com segera membuat sebuah simulasi yang menunjukkan roket yang gagal dengan bahan bakar yang bocor.

Ketika saya membandingkan rekaman video fenomena itu dengan simulasi yang dibuat oleh Doug, maka sepertinya fenomena star gate Norwegia menjadi sangat masuk akal.



Jadi mungkin misteri ini telah hampir terpecahkan dengan sempurna. Kita hanya tinggal menunggu penjelasan resmi dari pihak Rusia, apakah mereka benar-benar mengadakan uji coba rudal pada saat itu.

Oh ya, jika ada perkembangan terbaru, pasti saya akan segera mengupdate berita ini.

(Dailymail.co.uk, thesun.co.uk, universetoday.com, barentobserver.com)


UPDATE : 11 Desember 2009
Pada hari ini, Departemen pertahanan Rusia membenarkan bahwa fenomena cahaya spiral di Norwegia ini memang diakibatkan oleh uji coba rudal Bulava yang gagal.

"Dua tahap pertama dari peluncuran rudal itu berjalan dengan normal, namun tiba-tiba terjadi kegagalan teknis pada tahap lanjutannya, yaitu tahap trajectory." Kata juru bicara departemen pertahan Rusia yang dikutip oleh Reuters. Peluncuran itu dilakukan dari kapal selam nuklir Dmitry Donskoi di laut putih.

Kegagalan ini merupakan kegagalan yang ke-7 dan telah menyebabkan militer Rusia mendapat banyak kritikan karena besarnya anggaran yang dialokasikan.

Well, Great Job by Doug Ellison !

Jadi saya rasa sekarang kita bisa tidur dengan tenang.

(reuters.com)