UFO warna-warni muncul di Chongqing

23 Agustus 2009, pukul 10 malam, sebuah UFO muncul di langit diatas jalan Beibei Binjiang di Chongqing, Cina. UFO tersebut berbentuk "V" dan warnanya berubah-ubah secara berurutan dalam interval pendek, mulai dari merah, biru, hijau, kuning dan putih. Ratusan orang menyaksikannya, namun tidak ada seorangpun yang mendengar suara mesin. Ini adalah salah satu UFO yang paling indah.


UFO tersebut muncul selama setengah jam. Pada waktu itu, sebuah pesawat terbang sipil lewat. Para saksi yang menyaksikannya dapat melihat UFO tersebut terbang lebih tinggi dibanding pesawat terbang itu.


Setelah setengah jam, UFO tersebut mulai berkerlap kerlip, lalu menghilang begitu saja dari langit

(english.rednet.cn)

Kambing berwajah manusia lahir di Zimbabwe

Tidak masuk akal, seekor kambing berwajah seperti manusia lahir di Zimbabwe tengah. Kambing itu bertahan hidup hanya beberapa jam setelah dilahirkan pada hari minggu, 30 Agustus 2009. Para penduduk desa berkumpul di Maboleni, 40 mil dari kota Gweru untuk menyaksikan keanehan ini.


Makhluk itu akhirnya dibakar oleh penduduk desa yang percaya tahayul sebelum sempat dibawa ke lab untuk diteliti lebih lanjut. Kambing itu lahir dengan wajah seperti manusia, memiliki hidung, mulut, leher, bahu, punggung dan kulit seperti manusia. Namun ia memiliki kaki dan ekor seperti kambing.

Gubernur setempat, Jason Machaya mengklaim pada hari rabu bahwa makhluk itu lahir akibat perbuatan manusia (????? ). Ia mengatakan : "Seorang pria dewasa bertanggung jawab soal ini." Namun para ahli segera menyangkal klaim ini dengan mengatakan bahwa mustahil seorang manusia dapat melakukan hubungan sex dengan hewan dan melahirkan makhluk setengah hewan setengah manusia.

Salah satu dokter di propinsi tersebut yang bernama Dr. Thomas Sibanda menyesalkan pembakaran makhluk tersebut karena ia tidak diberi kesempatan untuk menelitinya lebih lanjut.

Para penduduk lokal percaya bahwa makhluk itu lahir akibat sihir, namun Dr Sibanda masih ingin melihatnya dalam perspektif sains. Menurut Dr Sibanda, kambing itu kemungkinan mengalami Hydrocephalus, kondisi dimana ia mengalami pembesaran kepala yang berisi air. Kondisi ini dapat menyebabkan makhluk tersebut memiliki wajah seperti manusia.

Kelihatannya Gubernur Jason harus sekolah lagi kayaknya..

(newzimbabwe.com)

Rekayasa foto Jin dari gua Arab

Baru-baru ini beredar kembali sebuah foto yang sering disebut foto setan dari Mekkah. Pemotretnya mengaku sedang berziarah bersama istrinya di Arab Saudi. Ketika sedang mengunjungi sebuah gua, mereka mulai memotret sekeliling gua. Ketika hasil jepretannya diproses, mereka mendapatkan foto setan yang sedang bergantung di dinding gua.
Kadang-kadang, foto ini juga sering disebut foto jin gua hira. Inilah foto tersebut :


Saya yakin, banyak dari anda yang percaya bahwa foto diatas adalah hoax. Ya, anda tidak salah ! Foto ini pertama kali beredar pada tahun 1990 dan sempat menjadi headline di Inggris. Beginilah kisah awal foto ini :

Pemilik foto ini hanya menyebut namanya sebagai John dan berumur 33 tahun. John sedang mengunjungi Saudi Arabia dan ia kemudian mendengar cerita tentang sebuah foto yang diambil seseorang di sebuah gua disitu. Pemotretnya mengaku mendengar suara aneh, lalu mengambil kamera dan memotret arah suara itu. Dan hasilnya adalah foto diatas. John mendapat kopi foto tersebut dan membawanya ke Inggris.


Namun ternyata, foto itu bukan Jin atau setan, melainkan sebuah patung. Foto itu diambil di sebuah tempat wisata di Sommerset Inggris yang bernama Cheddar Caves. Ini adalah foto patung tersebut.

Bahkan ada foto patung sejenis dengan posisi berbeda di gua tersebut.


Majalah Inggris bernama Fortean Times sudah mengklarifikasi foto ini tahun 1995. Namun kemudian masih beredar dengan versi berbeda. Kali ini fotonya diberi efek khusus dan disebut sebagai foto Chupacabra yang tidak sengaja tertangkap kamera sekelompok anak muda dari Eropa.


Hmm...saya rasa kita semua memang suka dengan misteri, sehingga ketika kita tidak menemukannya, kita menciptakannya.

(forgetomori.com)

Crop circle muncul diatas ladang jagung di Knighton Hill

29 Agustus 2009, sebuah crop circle muncul kembali di Knighton Hill, Oxfordshire, Inggris. Kali ini, Crop circle ini terbentuk diatas ladang jagung yang masing-masing tanaman jagung nya setinggi sekitar 2,5 meter. Ini adalah crop circle diatas ladang jagung yang terbesar yang pernah dijumpai.


Total lingkaran didalam formasi adalah 25 lingkaran. entah apa artinya. Tapi tanaman jagung melingkar dan tertunduk rata dengan tanah, persis seperti crop circle di ladang gandum.

(davidicke.com)

Kisah penampakan Pterodactyl di langit Indonesia

Juni 2008, Sekitar 150 mil sebelah timur laut Bali, Sebuah pesawat kecil jenis Britten Norman Islander sedang terbang melayang pada ketinggian 6.500 kaki. Sang pilot yang sedang mengemudikan pesawat itu tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah objek besar yang muncul dihadapan mereka. Pilot, dengan ketrampilannya segera menukikkan pesawat ke bawah untuk menghindar. Pilot dan Kopilot hanya melihat objek tersebut selama beberapa detik, namun cukup untuk mengenali objek tersebut sebagai seekor Pterodactyl, burung purba yang sudah punah jutaan tahun yang lalu.


Seorang pembaca blog ini pernah bertanya, Benarkah Pterodactyl pernah terlihat di Indonesia ? Jawabannya Ya ! Penampakan Pterodactyl yang satu ini terdokumentasi dengan baik di dunia Cryptozoology Internasional.

Kembali ke penggalan paragraf diatas, pilot tersebut melihat makhluk itu selama sekitar 5-6 detik sedangkan kopilot sekitar 2-3 detik. Waktu yang sedikit tapi cukup untuk mengidentifikasi makhluk tersebut. Mereka mengaku menyaksikan makhluk itu mengepakkan sayapnya dengan malas.

Beberapa orang beranggapan mereka berdua menyaksikan seekor burung pelikan, namun kedua awak pesawat itu yang merupakan mantan pilot angkatan laut mengatakan bahwa makhluk tersebut terlalu besar untuk ukuran seekor pelikan, lagipula warnanya jauh lebih gelap dibanding pelikan. Dan satu fakta lagi yang menunjukkan bahwa makhluk tersebut bukan pelikan adalah perjumpaannya yang terjadi di ketinggian 6.500 kaki.

Karena tidak menemukan penjelasan, mereka lalu mencari via google dengan mengetik kata "Pterodactyl". Dan lewat situ, mereka menemukan makhluk yang mirip dengan deskripsi Pterodactyl, yaitu Ropen. Lalu mereka berdua memutuskan untuk mengirim email ke Jonathan Whitcomb, seorang peneliti Ropen ternama di dunia, untuk menceritakan perjumpaan mereka dengan makhluk tersebut. Inilah asal mulanya penampakan ini menjadi terkenal ke seluruh dunia.

Ropen, adalah sejenis makhluk terbang raksasa yang mirip dengan Pterodactyl. Ekornya memiliki panjang lebih dari 25% rentang sayapnya dan dipercaya hidup di Papua Nugini. Para saksi menceritakan bahwa ketika Ropen terbang, mereka bisa melihat ia mengeluarkan cahaya.

Namun sesungguhnya para ahli Cryptozoology juga tidak dapat memastikan perbedaannya yang signifikan dengan Pterodactyl. Nama Ropen adalah nama yang diberikan oleh penduduk pulau Umboi di Papua Nugini, tempat dimana makhluk terbang seperti Pterodactyl sering terlihat. Selain Ropen, makhluk sejenis ini dikenal dengan nama-nama seperti Ahool, Duwas, Indava, Seklo Bali dan Kundua. Nama-nama yang berbeda ini diberikan oleh para penduduk lokal sesuai dengan bahasa masing-masing.

Jadi sebenarnya ada kemungkinan bahwa Ropen, Pterodactyl dan nama-nama lain yang saya sebut adalah makhluk yang sama. Mungkin para ilmuwan lebih suka menggunakan nama Ropen dikarenakan mereka percaya bahwa Pterodactyl telah punah puluhan juta tahun yang lalu.

Sayang, informasi mengenai perjumpaan ini tidak terlalu detail. Apakah pilot dan kopilot pesawat berkebangsaan Indonesia ? atau berkebangsaan asing ? Pesawat kecil itu disebut terbang dari Australia menuju Bali sehingga ada kemungkinan pilot tersebut berkebangsaan Australia. Untuk alasan-alasan tertentu, mereka menolak jati diri mereka diungkap ke publik. Saya juga tidak dapat menemukan informasi lebih lanjut mengenai peristiwa ini.

Apakah mereka berbohong ? Tapi jika ya, untuk apa ?

Baca juga : Burung-burung raksasa di zaman modern.


(livpterosaurs.com)

Update ! Yeti Polandia kembali terekam kamera

Beberapa waktu yang lalu, saya memposting mengenai perjumpaan seorang pemuda dengan Yeti di Polandia. Beberapa hari setelah berita tersebut mencuat, Sebuah rekaman video kembali muncul. Kali ini melibatkan sang Yeti dengan seorang perempuan muda berbikini.


Baca artikel sebelumnya mengenai perjumpaan dengan Yeti Polandia. Klik disini.


Sebelumnya Piotr Kowalski yang berumur 27 tahun berhasil merekam Yeti di pegunungan Tatra Polandia. Sekarang seorang perempuan berumur 19 tahun bernama Justyna Folger datang kepada pihak yang berwenang dengan sebuah rekaman video yang diambilnya ketika sedang camping di wilayah yang sama.

Folger menceritakan kepada Superexpress bahwa makhluk berbulu itu menguntitnya sementara ia berkeliaran dengan bikini. "Saya sedang berkeliling di sekitar sungai untuk berenang ketika aku menyadari ada sesuatu yang sedang bergerak di seberang sungai."

"Pada mulanya aku berpikir bahwa itu adalah seekor beruang, namun makhluk itu mulai merunduk, lalu berdiri dan segera berlari. Aku hampir tidak mempercayai pandanganku." Saat kejadian itu, teman pria Folger yang sedang memegang kamera berhasil merekam makhluk itu. Sayang, makhluk tersebut tidak terlalu jelas terekam.

Saat ini petugas penjaga gunung sedang mencari makhluk tidak dikenal itu dan mereka yakin akan menemukannya. "Kami sedang menyelidiki masalah ini dengan serius. Jika ada sesuatu di luar sana kami pasti akan menemukannya." Kata Edward Wlazlo, petugas dari taman nasional.

Huh...kelihatannya kita sedang berhadapan dengan Yeti yang mata keranjang !

Untuk melihat rekaman video Folger. Klik disini.

Notes : saya telah menambahkan link video rekaman Yeti Piotr Kowalski. Untuk melihatnya, silahkan masuk ke post Yeti terekam kamera di Polandia.

(themorningstar.co.uk)

28 sapi Alpen bunuh diri ramai-ramai dalam 3 hari

28 Agustus 2009, Entah apa yang terjadi, namun sepertinya para sapi di pegunungan Alpen, Swiss, telah melakukan bunuh diri massal dengan cara melompat dari tebing tinggi dekat sebuah desa kecil di pegunungan itu.



Hanya dalam tempo 3 hari, 28 ekor sapi ditemukan mati setelah terjun bebas dari ketinggian beberapa ratus meter ke bebatuan dibawah tebing. Dalam setiap kasus, petugas penjaga pegunungan harus menggunakan helikopter untuk menyingkirkan bangkai-bangkai tersebut karena dikuatirkan dapat menimbulkan pencemaran terhadap air tanah.

Seorang juru bicara kepolisian berkata : "Tidak ada hewan karnivora besar yang tinggal di Alpen lagi, jadi kami harus memindahkan bangkai-bangkai itu sendiri."

Umumnya sapi-sapi yang tumbuh di pegunungan dapat memperkirakan bahaya dan tidak begitu saja jatuh dari tebing.

Menurut penduduk lokal, dalam beberapa hari terakhir memang ada badai petir yang dashyat di wilayah itu. Mungkin badai petir itu membuat hewan-hewan tersebut ketakutan. Sapi-sapi yang berkeliaran di dataran tinggi Alpen bukanlah sebuah pemandangan yang aneh. Para petani membiarkan mereka lepas di dataran hijau diatas desa mereka.

Sapi-sapi itu memang kadang jatuh dari tebing Alpen, namun sangat jarang ditemukan sekelompok sapi jatuh bersamaan dalam waktu dekat di tempat yang sama. Lagipula kebanyakan ilmuwan tidak percaya bahwa hewan mampu melakukan bunuh diri.

Sapi Alpen umumnya membawa lonceng besar di leher mereka dan dikenal sebagai sapi dengan kualitas susu terbaik, baik untuk diminum ataupun untuk dibuat keju.

(dailymail.co.uk)